Ambon,MalukuBersatu.Com,-Dinas Kesehatan Provinsi Maluku yang kini dipimpin Dr Elna Anakotta, berdasarkan instruksi Pemerintah Provinsi Maluku yang dipimpin Hendrik Lewerissa. Pada Selasa (13/10/26) mengeluarkan imbauan resmi bagi masyarakat untuk mewaspadai dampak buruk kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Yang terjadi dibeberapa titik dalam kota Ambon dan juga terjadi di Kabupaten Maluku Tengah.

"Dikatakan poin penting dari himbauan Kesehatan, gunakan Masker pakailah masker (seperti standar KN95 yang dibagikan pemerintah) setiap akan beraktivitas di luar rumah. Lebih dari itu untuk sekarang ini batasi aktivitas diluar ruangan atau rumah. Saya berharap untuk kurangi kegiatan di luar rumah, karena kualitas udara berada dalam kategori kurang sehat sesuai dengan yang dikeluw kan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selain itu paling penting lindungi kelompok rentan, berikan perhatian ekstra dan perlindungan bagi anak-anak, balita, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita asma atau penyakit paru-paru. Stop lakukan pembakaran, dilarang keras melakukan pembakaran lahan atau sampah terbuka yang dapat memperparah pencemaran udara.

Jaga Kebersihan dan perbanyak konsumsi Air putih serta konsumsi buah dan sayur. Selain itu melihat keadaan tidak baik diluar rumah tutuplah pintu dan juga jendela rumah jika asap semakin pekat. Seandainya ada warga keluarga yang kesehatan terganggu mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan. Atau iritasi mata diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
"Seluruh Puskesmas maupun Rumah Sakit di Provinsi Maluku diinstruksikan untuk 24 jam melayani seluruh masyarakat yang terdampak kabut dan asap. Dengan fasilitas dan logistik obat yang mencukupi, warga diimbau tetap tenang. dan tidak boleh panik harus saling menjaga keluarga dan tetangga di sekitarnya,”ujar Kadis Kesehatan Dr Elna Anakotta. Beliau memintakan warga pantau trus informasi resmi dari pemerintah.

Tetap tenang,tetap kuat sebab Pemerintah Propinsi Maluku yang dipimpin Hendrik Lewerissa akan selalu hadir bersama basudara semua di bumi Maluku. Kiranya dapat Mitigasi Mandiri sebab lebih itu penting karena jangan tunggu jatuh korban.(MB-01)