Kawatu, MalukuBersatu.Com,-Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) pada (05/09/26) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di desa Kawatu, Kecamatan Inamosol Kabupaten Seram Bagian Barat. Yang dilakukan oleh dua dosen UKIM masing-masing. Dr Magdalena Paunno, S.SiT., M.P.H Bidang Pakar Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Dan Dr Monike Hukubun M, Th sebagai Bidang Kepakaran Teologi.

Kepada media ini dosen Dr M Paunno menyatakan, kegiatan yang digelar itu adalah menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan merupakan tanggung jawab bersama. Disebabkan ibu-Ibu hamil membutuhkan dukungan keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan. Agar mereka mampu mengenali perubahan selama kehamilan serta memperoleh pertolongan secara tepat dan cepat.
Dengan semangat inilah yang menjadi dasar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Penguatan Peran PKK melalui Bakele ANC Moi Kintal Berbasis Komunitas". Dengan Edukasi Gerakan Janin sebagai "Alarm Kehidupan" untuk Deteksi Dini Kematian Janin di Desa Kawatu. Dijelaskan kegiatan mengangkat nilai budaya Bakele, khususnya baku gandeng, yang berarti saling membantu, berjalan bersama, dan berbagi tanggung jawab.
Nilai ini diterapkan dengan melibatkan PKK, kader posyandu, ibu hamil, suami, keluarga, maibiang. Dan tenaga kesehatan dalam membangun lingkungan yang mendukung kesehatan ibu dan janin. Dan salah satu fokus kegiatan itu adalah meningkatkan kemampuan ibu dan keluarga untuk mengenali dan memantau gerakan janin.

"Gerakan janin yang dirasakan ibu merupakan bagian penting dari pemantauan kehamilan sehari-hari. Sebagai panduan sederhana, ibu dan suami diajarkan mengenali serta mencatat gerakan janin, dengan perhatian khusus terhadap perubahan pola atau penurunan gerakan yang dirasakan. Perubahan atau penurunan gerakan janin perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda yang mendorong ibu untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan", tuturnya.
Karena itu, gerakan janin diperkenalkan sebagai “Alarm Kehidupan”, sebuah pesan kewaspadaan agar perubahan yang mengkhawatirkan tidak diabaikan. Pemantauan gerakan janin bukan alat diagnosis dan tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan. Fungsinya adalah membantu ibu dan keluarga meningkatkan kewaspadaan, melakukan pencatatan sederhana, serta membangun komunikasi yang lebih cepat dengan kader dan tenaga kesehatan.
Apabila ditemukan perubahan yang mengkhawatirkan, kegiatan kemanusiaan ini diikuti 20 peserta melalui edukasi, demonstrasi, simulasi, praktik, dan pendampingan. Peserta juga menggunakan kartu pemantauan gerakan janin sebagai media untuk mencatat dan mengkomunikasikan hasil pemantauan. Dan hasil dari kegiatan ini sangat menunjukkan perubahan positif. Sebelum edukasi, 90% peserta berada pada kategori pengetahuan kurang.

Sedangkan setelah kegiatan 70% berada pada kategori pengetahuan baik. Pada keterampilan, 90% peserta sebelumnya berada pada kategori kurang; setelah pelatihan, 70% mencapai kategori sangat baik dan 15% kategori baik. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa penyampaian informasi yang disertai demonstrasi, praktik, pengulangan, dan pendampingan membantu masyarakat memahami dan menerapkan keterampilan yang diajarkan.
Keraguan peserta pada awal kegiatan berkurang setelah mereka memperoleh kesempatan untuk mencoba dan memperbaiki praktik secara langsung. Apa yang dilakukan oleh dosen UKIM Pengabdian kepada masyarakat ini telah membangun jejaring pendampingan ibu hamil berbasis masyarakat. PKK dan kader berperan dalam edukasi dan komunikasi; suami serta keluarga menjadi pendamping terdekat; maibiang menjadi bagian dari jejaring sosial masyarakat.
Sementara tenaga kesehatan tetap menjadi rujukan utama untuk pemeriksaan, penilaian kondisi kehamilan, dan pengambilan keputusan klinis. Jadi melalui ANC Moi Kintal berbasis Bakele, budaya lokal, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi kesehatan dipadukan untuk memperkuat keterhubungan antara ibu hamil, keluarga, komunitas, dan tenaga kesehatan. Teknologi serta media edukasi berfungsi sebagai penguat komunikasi dan pencatatan, bukan pengganti peran tenaga kesehatan.

Pesannya sederhana: jika ibu merasakan perubahan gerakan janin yang mengkhawatirkan, jangan menunggu dan jangan mengambil keputusan sendiri. Segera hubungi atau konsultasikan kepada tenaga kesehatan. Dengan semangat Bakele—Baku Gandeng, masyarakat Desa Kawatu, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat. Diajak bersama-sama menjaga kehamilan dan menciptakan kintal atau rahim tempat tumbuh kembang janin hingga lahir sehat.(MB-01)