DEPIDAR SOKSI Maluku, Kunjungi Ponpes Hidayatulah Berbagi kasih & Berbuka Bersama Penuh Kekeluargaan

DEPIDAR SOKSI Maluku, Kunjungi Ponpes Hidayatulah Berbagi kasih & Berbuka Bersama Penuh Kekeluargaan

Ambon,Malukubersatu,- Berbagai dibulan suci Ramadan sesuatu yang miliki manfaat besar dan bagian dari apa yang diwajibkan oleh Allah SWT. Dan itulah yang pada Sabtu (14/03/25) Dewan Pimpinan Daerah (DEPIDAR) SOKSI Provinsi Maluku sebagai  organisasi Sayap Golkar. Menggelar acara buka puasa bersama sekaligus menyantuni anak-anak panti serta memberi bantuan sembako.

img-1773578668.jpg

Bantuan itu berupa satu ton beras dan minyak goreng kepada Pondok Pesantren Hidayatullah Negeri Liang dikompleks Pondok Pesantren (Pompes) Hidayatullah Negeri Liang ,Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Mengawali acara berbuka, siraman rohani berupa  pembacaan kalam Ilahi oleh Abdul Lipuy, seorang anak yatim piatu di Ponpes.

Pembacaan Kalam Ilahi, tidak mampu menahan rasa harunya sehingga air matanya menetes, hingga berhenti sejenak. Abdul kemudian dapat menyelesaikan pembacaan Kalam Ilahi dengan suara merdunya dan mendapat sambutan hangat dari yang mendengar. Selanjutnya Ketua DEPIDAR SOKSI Provinsi Maluku R.Boy Sangadji, SE yang berhati mulia, menyampaikan sambutannya.

img-1773578919.jpg

Terlebih dahulu mohon dan meminta maaf karena acara Bukber  dan pemberian santunan berupa sembako , rencananya di gelar pada hari Kamis. Namun karena kondisi kesehatan terganggu sehingga baru bisa sekarang karena  baru tiba di Ambon Sabtu pagi. “sekali lagi Beta mohon maaf untuk Pimpinan Pompes, Ustad dan Ustadja, serta anak2 Pompes sekalian", tuturnya.

Sekalipun kondisi kesehatan belum pulih benar tetapi hari terpanggil berbagi kasih dan sudah merupakan  janji saya yang harus dipenuhi. "saya harus tepati, hari ini saya datang menemui bapak/ibu, anak-anak sekalian, menjelang idul Fitri. Hadir bersama-sama teman-teman baik dari SOKSI maupun Golkar Provinsi Maluku, Kota Ambon dan juga SBB. Sebagai suatu panggilan iman yang tidak boleh ditundakan lagi", terang Sangadji.

img-1773578950.jpg

Sebab diketahui bersama ajang ini merupakan  silaturahmi yang luar biasa,  membagi zakat di bulan Ramadhan. Walupun tidak seberapa, tetapi kita saling berbagi, Insya Allah ke depan  Allah berikan berkah,  saya akan kunjungan pesantren ini lagi. "Saya siap sebagai bagian dari saudara-saudara, apa yang disampaikan Ustad membuat saya sedih", imbuhnya.

"Insya Allah ke depan kita dapat saling membantu, agar pesantren ini dapat berjalan secara baik, apalagi kalau soal makan saudara-saudara kita, sekali lagi saya tidak berjanji banyak. Lanjutnya, Bulan Ramadhan,  bulan dimana kita diajak untuk berempati terhadap sesama. Ini merupakan keter panggilanbiman  bagi saya untuk melihat Pompes ini', ucap Sangadji.

Sementara itu Ustad Moh Ali, S.Pd, sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatulah Liang katakan. Sangat  terima kasih yang tak terhingga kepada DEPIDAR SOKSI Provinsi Maluku yang punya perhatian besar membantu kami di Panti. “Situasi kami disini memang membutuhkan uluran tangan baik dari pemerintah maupun berbagai pihak. Selama ini kami bekerja secara mandiri demi untuk mendidik anak-anak kami disini.

Dengan apa yang ada dan serba terbatas tapi kami dengan rela mendidik anak-anak  disini dengan sukarela. “Saat ini didalam gudang hanya ada 12 karung beras 50 kg, karena sekali lagi terima kasih untuk pak Boy, pak Subhan karena dengan apa yang di dapatkan hari ini, satu (1) ton beras , bisa untuk bekal makan kami semua untuk beberapa bulan ke depan .

img-1773579063.jpg

Dalam acara yang dirangkai dengan buka puasa bersama Ustad Ali Maskati dalam ceramah Ramadhan , menekankan pentingnya berpuasa. Demi  meningkatkan ketaqwaan terhadap TUHAN Yang maha esa, ALLAH SWT. Ustad Ali lebih banyak memberikan penguatan dan pengajaran bagi anak-anak panti untuk mempraktekkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari . 

Ustad mencontohkan , orang yang tak punya agama (orang Atheis) hidupnya itu lebih teratur dan lebih disiplin, lebih jujur. “Ustad mengatakan ketika dirinya berada di Korea sengaja menjatuhkan dompetnya, karena dia mendengar informasi bahwa di Korea. Kalau dompet hilang, akan kembali dengan utuh, dan itu benar terjadi. Ketika sengaja menjatuhkan dompetnya, yang berjarak 400 Km dari tempat nginapnya , besok harinya dompetnya kembali utuh .

Padahal itu negara yang sebagian penduduknya Atheis (tak beragama), kalau kita  di Indonesia dan kota Ambon Maluku. Belum tentu seperti itu, karena itu makna dari semua  bagi kita  terutama bagi anak-anak semua, kalau kita meyakini kita orang beragama.  Harus menjalankan agama kita dengan baik, jujur, saling membantu, saling sayang satu dengan yang lain. Diacara itu santunan dan bantuan diberikan  untuk anak-anak Pompes dan kepada para pengajar (ustad dan Ustadja).

img-1773579129.jpg

Selain Pengurus dan anggota SOKSI Provinsi Maluku dan Kota Ambon Hadir juga pengurus Golkar Provinsi Maluku. Terlihat acara berbuka sangat berjalan penuh hikmah dan Boy Sangadji yang berjiwa sosial berbaur merasakan apa yang dirasakan anak-anak yang hidupnya sangat penuh keprihatinan. Sebelum meninggalkan Pesantren, Sangadji sempat berbicara dan akhirnya kembali menuju kota Ambon.(MB-01)




Sumber : https://malukubersatu.com/depidar-soksi-maluku-kunjungi-ponpes-hidayatulah-berbagi-kasih-berbuka-bersama-penuh-kekeluargaan-detail-462158