Djalaludin Ikut Rakornas Pengelolaan Pendapatan Daerah 2026 Di Jakarta

Djalaludin Ikut Rakornas Pengelolaan Pendapatan Daerah 2026 Di Jakarta

Ambon,MalukuBersatu.Cim,-Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Maluku, Djalaludin Salampessy pada Kamis (16/04/26)  hadiri kegiatan Rakornas Pengelolaan Pendapatan Daerah Tahun 2026. Terkait Akselerasi Transformasi dan Implementasi Pungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,  acara besar tersebut  dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang berlangsung di ibukota Negara (Jakarta).

img-1776379695.jpg

"Kepada media ini Salampessy menuturkan Rakornas Pengelolaan Pendapatan Daerah Tahun 2026, sangat penting,. Sebab barbagai isu strageis dibicarakan antara lain Digitalisasi Sistem Pajak Daerah, Optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor & Bea Balik Nama, ada lagi Diversifikasi Sumber PAD, Evaluasi Kinerja UPPD- Penilaian capaian penerimaan daerah dan identifikasi berbagai kendala yang terjadi di lapangan", tutur Dhalaludin.

Lanjutnya,  ketua panitia, Dr Teguh Naruto modalan sambutan menyatakan, berbagai upaya sistematis dan kerja sama dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dilakukan dengan baik.  Mengingat kondisi fiskal negara yang berubah di pusat dan berbeda pada setiap daerah. Sementara itu Dirjen keuda,Muhammad Fatoni menyebutkan. 

img-1776379706.jpg

Pendapatan harus dipacu, kontrol belanja agar semakin baik dan bijak  tepat sasaran. Tingkatkan koordinasi, kapasitas dan literasi untuk tugas berjalan semakin baik. Akan ada penghargaan, Insentif kepada daerah yang mampu memiliki kreatif dalam meningkatkan PAD. Pememrintah Pusat dan Pemerintah Daerah bekerkerja sama melakukan Peningkatan PAD ada lima hal yaitu. Pertama, Intensifikasi, pasang alat perekam, peningkatan PKB secara intensif, kedua,  Ekstensifikasi, Optimalisasi aset yang belum dioptimalkan.

Ketiga,  Peningkatan SDM, sampai ditingkatkan lapangan, aturan harus dipahami, pendidikan. Keempat, sertifikasi harus terus dilakukan   Digitalisasi sistem dan kelima, Inovasi, tidak masuk akal bila mengharapkan sesuatu dengan cara yang sama, maka untuk peningkatan perlu ada cara yang berbeda. Ketergantungan Pendapatan dari Dana Transfer masih besar, maka diarahkan untuk optimalisasi Potensi daerah.

Dilakukan dengan memulai updating data, data baik maka hasilnya akan semakin baik, dana transfer diperlukan kinerja seperti syarat saluran prestasi. Ada ketersediaan dana di Kemendagri terkait kinerja untuk penurunan sunting, pertumbuhan, ekonomi, kemiskinan dan lainnya. Optimalisasi kinerja BUMD menjadi penting, bisa MBG, Pariwisata, tingkatkan BLUD untuk mengelola diri sendiri.

img-1776379718.jpg

"Dan pemanfaatan barang milik daerah bisa dikerjasamakan, bisa juga dijual, pinjaman agar daerah bisa menjaga sektor produktif", sebutnya akhiri sambutan.(MB-01)

Sumber : https://malukubersatu.com/djalaludin-ikut-rakornas-pengelolaan-pendapatan-daerah-2026-di-jakarta-detail-462469