AmbonMalukuBersatu.Com,-Beberapa waktu lalu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku yang dipimpin Dr Loce Singerin berproses untuk pemberian SK difinitif bagi para Kepsek. Diserahkan langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, selanjutnya Dikbud gelar kegiatan Coaching Clinic dan penguatan bagi 30 Kepsek. Mereka terdiri dari definitif dan Plt.

Salah satunya Kepala Sekolah SLB Batu Merah Irma Dukomalamo, S.Pd., saat media ini mintakan komentarnya terkait proses yang boleh diperolehnya. "Dengan rasa syukur dikatakan semua yang didapat ini karena kemurahan Tuhan Yang Maha Kuasa. Hingga saya harus bertanggungjawab terhadap berkah yang telah didapatkan, harus penuh keuletan bagi SLB Batu Merah", ungkapnya.
Dikatakan, sebelum definitif dilalui Plt hingga sampai kini bersama dewan guru sudah banyak yang kerjakan. Kini telah didefinitifkan dengan SK Gubernur maka harus lebih giat lagi membawa SLB ini sesuai dengan ketentuan pemerintah daerah maupun pusat. Disebutkan, kami baru saja selesai ikut penguatan Kepsek, setelah ikuti pelatihan selama lima hari oleh para nara sumber narasi hebat.

"Semua yang didapatkan saya kembali ke sekolah adakan pertemuan, sampaikan semua materi sebab dewan guru miliki hak yang sama. Dan bersama dewan guru kami akan memajukan SLB Batu Merah terlebih lagi menyusun program tahun 2027 untuk dapat kembangkan para siswa berkebutuhan khusus lebih baik dari", ungkap kepsek.
Saat ditanyakan100 hari kerja sebagai kepsek definitif, tetap melakukan berbagai aturan yang telah disampaikan pemerintah. Saya akan terus kembangkan visi dan misi sekolah ini, dengan penuh tanggungjawab. Selain itu buat berbagai kiat bagi anak-anak kami yang berkebutuhan khusus. Salah satunya menyangkut kelebihan siswa pada bidang kecantikan, tata rias, tata boga dan perhotelan.

Kami akan berkomunikasi dengan Dikbud melalui kepala bidang PMPK Helga Sahetapy, terhadap siswa mereka lebih miliki kemampuan dibidang tersebut. Selanjutnya kami akan lakukan peningkatan mutu guru dan siswa sebab diakui masih banyak kekurangan baik itu soal program dan lainnya. Dan selain Dikbud sebagai induk yang terus berikan terbaik untuk SLB, ami Perlu bangun kerja sama dengan warga sekolah serta para stacholder.
"Semua langkah diambil agar berdampak pada para siswa yang sangat kami cintai dengan latar belakang beda-beda. Dikatakan sekarang ini SLB Batu Merah miliki 20 guru dan jumlah siswa 120 hingga masih kekurangan guru. Sebagai Kepsek saya turun mengajar pada jenjang kelas kecil (SD). Lanjutnya sampai kini masih terus ada orangtua yang masukan anak mereka pindahan dari sekolah reguler", terangnya.

Dan tetap diterima walaupun proses pembelajaran sudah berjalan hampir selesai semester pertama, sebab tidak ada tidak ada aturan untuk tidak diterima. Bagi kami siapapun anak berkebutuhan khusus harus terlayani untuk membentuk jati diri mereka sesuai dengan kebudayaan yang kita miliki. Kami berproses sedikit demi sedikit tetapi kami tetap melayani anak-anak sesuai dengan keberadaan mereka.
Saat dimintai harapan, kami berharap semua program ditahun 2027 dapat berjalan dan perlu dukungan orang tua untuk dapat memahami semua keterbatasan yang ada disekolah ini. Bagi program-program yang kita buat bukan hanya sebagai slogan atau di atas kertas sebagai administrasi saja. Tetapi semua dapat berpihak bagi peserta didik, kini ada satu program yang jalan ular tangga monerasi.

Dan kalau mau sebut kita masih banyak kekurangan, karena rapotnya banyak yang merah pada jenjang SD dan SMA sedangkan untuk SMP raport tidak bisa terbuka karena tidak ada siswa yang asesmen nasional. Mulai tahun 2027 kami akan lebih giat untuk berproses sebab penentuan sampai tahun 2030 itu adalah target yang harus kami laksanakan dan berdampak pada siswa.
Perlu ditambahkan terkait dengan di definitif kan kepsek SLB Batu Merah, kala dimintai komentar kepala bidang PMPK Helga Sahetapy menuturkan. Kbeliau sebelum didefinitifkan ada pada PLT kepsek dan bekerja sesuai ketentuan. Kini telah difinitif harapannya apa yang telah dibuat akan terus mendatang perhatian lebih bagi lagi bagi anak-anakku siswa berkebutuhan khusus.

"Sebab kita tahu bersama mendidikan siswa disabilitas itu berbeda dengan siswa reguler dimana mereka perlu dididik dengan ketulusan hati. Ditambahkan setiap saat saya selalu berkomunikasi dengan para kepsek ingin pastikan siswa selalu dalam keadaan baik. Dan perhatikan dewan guru dalam proses belajar harus penuh kesabaran dan penuh perhatian", tuturnya.

(MB-01)
Sumber : https://malukubersatu.com/dukomalamo-mengajar-siswa-slb-beda-reguler-mesti-harus-penuh-ketulusan-hati-detail-465096