Ambon,MalukuBersatu.Com,-Proses ujian sekolah berbasis komputer kini telah memasuki hari ketiga bagi tingkat SMA/SMK dan SLB. Terkait itu media ini berkesempatan wawancara Kepala SLB Negeri Kota Ambon, Padil Sarip Mako. Dengan rasa penuh haru dikatakan sebagai salah satu Kepsek dan mungkin mewakili Kepsek SLB lainnya. Pertama-tama kami sangat bersyukur kepada TYME, sebab tidak terbayangkan tetapi nyata Kadis didampingi Kabid PMPK, Kabid SMA dan pengawas.

Hadir untuk memantau jalannya ujian anak-anak SLB Kota Ambon pada Selasa (14/04/26). "Lanjutnya kehadiran rombongan Dikbud disambut dengan penuh kesenangan oleh para guru dan siswa dimana mereka sangat bersuka cita, bangga dan penuh kebahagiaan. Sebab kita tahu bersama baru pertama ada kunjungan Pimpinan dan pejabat Dikbud pada saat ujian anak-anak berkebutuhan khusus", tutur Kepsek.
Dimana kita ketahui ujian mereka berbeda dengan sekolah reguler, dikatakan sebelum ujian bagi siswa yang ada dibangku kelas XII SLB mereka terlebih dulu telah kami berikan penguatan. Dipersiapkan secara optimal, baik dari sisi akademik maupun kesiapan mental. Kami berikan pembelajaran dengan pendekatan khusus sesuai kebutuhan masing-masing siswa.

“Para guru tidak hanya mengajar, tetapi mendampingi dengan hati penuh kasih, setiap langkah kecil anak-anak ini adalah kebanggaan besar bagi kami,” sebutnya. Untuk itu mohon maaf kami berharap adanya peningkatan dukungan sarana dan prasarana, terutama fasilitas asrama dan ruang belajar. Agar layanan pendidikan khusus di Maluku semakin optimal dan anak-anak dapat diproses semakin lebih baik", ungkapnya..
Pada proses ujian ini kami lakukan pendekatan ramah anak, tujuannya agar anak-anak dapat mengikuti proses dengan nyaman tanpa tekanan berlebihan. Sekali lagi kami sangat-sangat bersyukur hadirnya ibu kadis yang didampingi Kabid yang selama ini penuh luar biasa berikan perhatian kepada anak-anak yang istimewa ini. Sesuatu yang sangat memberikan penguatan kalau Pemerintah memihak kepada anak-anak istimewa.
"Hadirnya ibu Kadis dan ibu Kabid memberikan sesuatu yang sangat berarti bagi kami, berikan motivasi untuk kedepan SLB terus maju dan berkembang par Maluku pung Bae. Sembari sebutkan tahun ajaran 2025-26 siswa SLB Negeri Kota Ambon sebagai peserta ujian sekolah ada 5 peserta SMALB, TKA 6 peserta SMPLB,. Selanjutnya jumlah siswa secara keseluruhan 88 dan Jumlah Guru l19 serta jumlah siswa yang menempati asrama 20 siswa.
Terkait dengan itu Kabid PMPK, ibu Helga Sahetapy saat dimintakan komentarnya atas kunjungan ibu kadis bersamanya ke SLB Kota Ambon terhadap pelaksanaan USBK. "Ya benar kami hadir dengan tujuan untuk berikan penguatan kepada para guru dan siswa. Wakili ibu Kadis saya sampaikan, apa yang kami buat ini merupakan tanggungjawab bersama merasakan apa tang dirasakan mereka", ungkapnya.

Sebagai pemerintah dan pribadi kami merasa belum bisa berikan yang terbaik bagi para siswa berkebutuhan ujan khusus itu. Lanjutnya, Suasana haru dan penuh semangat mewarnai Ujian Sekolah (US) bagi siswa Luar Biasa yang diikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). "Kabid tambahkan disaat itu, ibu Kadis Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd hadir nyatakan komitmen pemerintah daerah terus tingkatkan pendidikan inklusif yang berkeadilan", tandas Sahetapy..
Kadis sampaikan pelaksanaan ujian bukan sekadar penilaian akademik, melainkan bagian penting dari perjalanan hidup peserta didik berkebutuhan khusus. "Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, adil, dan merata bagi semua anak", jelas Kabid PMPK.

“Tidak ada anak yang tertinggal, setiap anak punya potensi luar biasa dan tugas kita adalah memastikan mereka mendapat ruang untuk berkembang,” tegasnya. Apresiasi juga disampaikan kepada para guru dan tenaga kependidikan SLB yang selama ini dengan penuh kesabaran dampingi siswa dalam proses belajar hingga boleh ada pada pelaksanaan ujian. Selain itu peran orang tua juga disebut sangat penting dalam membangun rasa percaya diri anak dengan memasukan mereka pada SLB.(MB-01)