Ambon,MalukuBersatu.Com,- Tepat dihari TNI dan juga pasca Hari Kesaktian Pancasila, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyerahkan SK pada belasan Kepala Sekolah pada Senin (05/0/10/26). Sebelum berikan wejangan bagi para kepala sekolah, terlebih dahulu pimpinan nomor satu di Maluku untuk melakukan penyerahan SK. Yang menegaskan bahwa penugasan kepala sekolah diberikan kepada SMA, SMK, dan SLB.

Selanjutnya dalam arahan singkat bagi belasan kepsek yang berlangsung diruang rapat lantai dua, Lewerissa menegaskan. Apa yang baru saja berlangsung ini bukan sekadar pemberian jabatan, tetapi merupakan amanah. Yang harus dijawab dengan pengabdian dan kinerja yang berkualitas untuk pendidikan dibumi Maluku. Lanjutnya, penyerahan Surat Keputusan Gubernur tentang Penugasan Kepala Sekolah sesuatu yang penting.

Saat terima kepala sekolah terdapat tanggung jawab terhadap masa depan generasi muda Maluku. Karena itu, kepala sekolah diminta tidak membedakan tantangan berdasarkan lokasi penugasan. Baik di wilayah perkotaan maupun kepulauan karena semuanya sama dan harus melakukan tang terbaik tanpa melihat ini dan itu. Di manapun Saudara ditempatkan, tugas Saudara adalah bekerja dan menghadirkan perubahan.


"Jangan menunggu sekolah menjadi baik untuk kemudian bekerja dengan baik. Jadikan sekolah yang Saudara pimpin menjadi lebih baik karena Saudara memimpinnya,” tegasnya. Gubernur katakan, ada lima hal penting yang harus menjadi perhatian kepala sekolah", tandasnya. Pertama, kepala sekolah harus tampil sebagai pemimpin, bukan hanya sebagai pengelola administrasi.
Kepala sekolah harus mengetahui kondisi sekolah, kualitas pembelajaran, kedisiplinan guru, perkembangan peserta didik, serta berbagai persoalan yang membutuhkan penyelesaian. Ia meminta setiap kepala sekolah memiliki target yang jelas dan terukur, termasuk target yang hendak dicapai dalam 100 hari pertama penugasan. Kedua, ditekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan.

Sebagai provinsi kepulauan, kondisi geografis Maluku tidak boleh menjadi alasan terjadinya kesenjangan mutu pendidikan. “Laut boleh memisahkan pulau-pulau kita, tetapi laut tidak boleh memisahkan kualitas pendidikan anak-anak Maluku. Mereka yang berada di pusat kota maupun di pulau terluar memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu,” ujarnya.
Ketiga, kepala sekolah diminta menjaga integritas dalam menjalankan tugas, jabatan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Tidak boleh ada pungutan yang tidak sesuai ketentuan, pengelolaan anggaran harus transparan. Selain itu tidak boleh ada perlakuan yang tidak adil terhadap guru maupun peserta didik. “Jangan gunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Jangan ada pungutan. Jangan ada pengelolaan anggaran yang tidak transparan dan jangan ada perlakuan yang tidak adil terhadap guru maupun peserta didik,” tegasnya.

Keempat, sekolah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Kepala sekolah diminta membangun kolaborasi, memperkuat kapasitas guru, melibatkan orang tua dan masyarakat, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendorong prestasi. Kelima, Lewerissa menegaskan bahwa penugasan kepala sekolah harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja. Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diminta melakukan pembinaan serta evaluasi secara objektif dan terukur.
“Ukuran keberhasilan seorang kepala sekolah bukan berapa lama ia menduduki jabatan. Ukuran keberhasilannya adalah apa yang berubah setelah ia memimpin,” katanya. Lewerissa mengingatkan pendidikan merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Maluku, bersama kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Ia mengatakan, Maluku memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan di Indonesia. Karena itu, kondisi mutu pendidikan saat ini harus menjadi dorongan bagi semua pihak untuk melakukan perbaikan secara bersama-sama. “Kita tidak usah malu untuk mengakui bahwa kita masih kurang. Tetapi fakta itu harus mendorong kita untuk memacu bagaimana kita mengelola bidang pendidikan ini secara baik,” ujarnya.
Kepada belasan kepala sekolah yang menerima penugasan, Lewerissa menekankan lagi, pentingnya memahami posisi kepala sekolah sebagai pemimpin. Dengan demikian harus mampu mengelola, memimpin seluruh unsur di lingkungan satuan pendidikan. “Ingat, pemimpin bukan bos, dia adalah manajer harus bisa memimpin orang-orang yang dipimpin", tuturnya.

Baik guru maupun staf administrasi, peserta didik, serta bangun relasi dengan orang tua, berbagai organisasi yang ada di sekitar sekolah. Lewerissa berharap para kepala sekolah menjalankan amanah tersebut dengan sungguh-sungguh, berintegritas, disiplin, bekerja keras, inovatif. Dan memiliki semangat pelayanan, sehingga dari sekolah-sekolah di seluruh wilayah Maluku dapat lahir. Generasi yang cerdas, berkarakter, terampil, berintegritas dan mampu bersaing.
Hadir dalam acara ini, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Maluku. Dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku yang mendampingi Gubernur Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Dr Loce Singerin. Adalagi Kabid GTK bersama staf, Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus serta para Kepala Sekolah yang menerima Surat Keputusan. Ditempat yang sama selesai kegiatan tersebut, para kepala sekolah kepada media menyatakan.

Mereka semua berterimakasih kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Kadis Pendidikan Dr S Singerin, seluruh para pejabat dinas pendidikan dan para staf.(MB-01)
Sumber : https://malukubersatu.com/gub-serahkan-sk-kepsek-tegaskan-hadirkan-perubahan-amp-jangan-bedakan-tantangan-berdasarkan-lokasi-penugasan-detail-464856