HARI RAJA NEGERI RUTONG TAHUN 2026, Ambil Tema “ARIKA KALESANG NEGERI”  Merajut Adat · Menjaga Amanah · Merawat Alam · Menata Masa Depan

HARI RAJA NEGERI RUTONG TAHUN 2026, Ambil Tema “ARIKA KALESANG NEGERI” Merajut Adat · Menjaga Amanah · Merawat Alam · Menata Masa Depan

Ambon,MalukuBersatu.Com,-Menyelusuri  Negeri Rutong yang memiliki  kehidupan sejak nene moyang mereka maja adat menjadi salah satu yang sampai kini terus dipertahankan salah satunya hari Raja. Hingga untuk itu sesuai dengan siaran pers yang masuk ke media ini ada beberapa hal penting untuk jadi perhatian Raja, tua adat dan masyarakat.

img-1772231741.jpg

1. Hakikat dan Makna Hari Raja

Hari Raja Negeri Rutong merupakan institusi adat tahunan  dalam sistem pemerintahan negeri adat Maluku. Hari Raja tidak dimaknai sebagai perayaan pribadi Raja atau seremoni simbolik semata. Melainkan sebagai momentum pembaruan amanah, pemurnian negeri, dan penetapan arah hidup bersama untuk satu tahun ke depan. Dalam tradisi Negeri Rutong, Raja adalah pemegang amanah leluhur sekaligus pelayan masyarakat.

Yang bertanggung jawab menjaga keharmonisan antara manusia, adat, dan alam (petuanan). Amanah ini sejalan dengan iman Kristiani yang hidup dalam masyarakat Rutong, bahwa kepemimpinan adalah panggilan untuk melayani (Markus 10:45). Dan menjaga ciptaan Tuhan dengan penuh tanggung jawab (Kejadian 2:15). Dengan demikian, Hari Raja menjadi ruang perjumpaan antara: adat dan iman, kepemimpinan dan pelayanan, manusia dan ciptaan Tuhan.

Dalam satu kontrak sosial tahunan yang hidup dan mengikat seluruh warga negeri.

2. Konteks dan Relevansi Tahun 2026

Hari Raja Negeri Rutong Tahun 2026 dilaksanakan dalam konteks tantangan nyata yang dihadapi masyarakat, antara lain. Melemahnya ketertiban dan disiplin sosial, persoalan sampah dan degradasi lingkungan, berkurangnya pemahaman generasi muda terhadap adat dan nilai iman. Serta tuntutan tata kelola negeri yang semakin transparan dan partisipatif. Menjawab tantangan tersebut, Hari Raja 2026 mengusung filosofi.

“Arika Kalesang Negeri”, yang berarti cekatan, tanggap, dan bertanggung jawab dalam merawat negeri. Filosofi ini menegaskan bahwa merawat negeri bukan hanya kewajiban adat. Tetapi juga tanggung jawab iman sebagai umat yang dipanggil untuk menjadi penatalayan ciptaan Tuhan.

img-1772231933.jpg

3. Tujuan Utama Hari Raja Negeri Rutong 2026

Hari Raja Negeri Rutong Tahun 2026 bertujuan untuk: pertama, Memperbarui amanah kepemimpinan Raja dan perangkat adat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, adat, dan iman kepada Tuhan dan masyarakat. Kedua, Memurnikan kehidupan sosial dan spiritual negeri melalui ritual adat, doa syukur Kristiani. Serta tindakan nyata membersihkan lingkungan sebagai wujud pertobatan sosial dan pembaruan hidup.

Ketiga, Meneguhkan hukum adat yang hidup dan mengikat melalui Sidang Saniri Besar dan penetapan Deklarasi Adat Tahunan, termasuk Sasi Lingkungan dan komitmen ketertiban sosial. Keempat, Mewariskan nilai adat dan iman kepada generasi muda melalui edukasi budaya, sarasehan. Dan kegiatan kreatif yang membangun kesadaran akan identitas dan tanggung jawab bersama. Kelima, Menetapkan arah dan prioritas Negeri Rutong Tahun 2026–2027 sebagai pedoman bersama dalam membangun negeri yang tertib, bersih, beriman, dan berkelanjutan.

4. Struktur dan Pendekatan Pelaksanaan

Hari Raja Negeri Rutong 2026 dilaksanakan selama tiga hari dan disusun dalam empat pilar utama, yaitu. Pertama, Pemurnian dan Legitimasi Adat (ritual, doa, Cuci Negeri), kedua, Tata Kelola dan Hukum Adat Hidup (Sidang Saniri dan Deklarasi Adat). Ketiga, Edukasi, Regenerasi, dan Kesadaran Publik (budaya, iman, lingkungan), keempat Perayaan Rakyat dan Arah Masa Depan (Resepsi Raja, Patita, komitmen bersama). Pendekatan ini memastikan bahwa Hari Raja bukan hanya dirayakan, tetapi berdampak nyata dan berkelanjutan.

img-1772232021.jpg

5. Penegasan Akhir

Melalui Hari Raja Negeri Rutong Tahun 2026, masyarakat menegaskan bahwa: adat bukan sekadar warisan, tetapi tuntunan hidup. Iman bukan hanya ibadah, tetapi panggilan merawat kehidupan dan negeri yang diberkati adalah negeri yang dipimpin dengan amanah, dirawat dengan kasih, dan dijalani dengan tanggung jawab bersama. Hari Raja 2026 diharapkan menjadi model bagaimana masyarakat adat, dengan terang iman, mampu menjaga martabat budaya, kelestarian alam, dan masa depan generasi.(MB-01)

Sumber : https://malukubersatu.com/hari-raja-negeri-rutong-tahun-2026-ambil-tema-arika-kalesang-negeri-merajut-adat-menjaga-amanah-merawat-alam-menata-masa-depan-detail-461929