Ambon,MalukuBersatu.Com,-Proses pembelajaran tahun ajaran baru (2026/2027) mulai berlangsung dan bagi siswa baru diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sejalan dengan itu ada gebrakan baru dari Pemerintah Pusat dan Daerah yaitu Gerakan Ayah Membawa anak ke sekolah (Gamas). Hingga terlihat pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah di SMA Negeri 3 Ambon.

Ayah membawa anak ke sekolah sejak pukul 07.00 WIT telah hadir bersama anak mereka. Kepada media ini Kepala Sekolah SMA N 3 Ambon yang biasa disapa ibu Yosi sebut. Terlihat sangat penuh haru saya, telah menunggu digerbang sekolah dan ayah dan anak bergandengan tangan masuk sambil berjabatan tangan. Selanjutnya mengisi buku yama dan tanda tangan. Langkah ini merupakan suatu didik bentuk karakter yang baik.
Setelah proses pengantaran murid oleh ayah dilanjutkan dengan pembukaan MPLS bagi peserta didik baru memasuki jenjang pendidikan menengah. Kepala sekolah dalam sambutan menyatakan, MPLS dibuat sebagai komitmen membangun lingkungan belajar yang aman-nyaman. Inklusif serta bebas dari segala bentuk perundungan (bullying) dan kekerasan.

Selanjutnya dikatakan, kami patutbersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta selamat datang kepada anak-anakku kelas 10 yang resmi bergabung menjadi keluarga besar SMA Negeri 3 Ambon. Ini sebagai langkah awal bagi kalian untuk mengembangkan potensi diri, meraih cita-cita demi masa depan selama tiga tahun dilembaga ini. Karena SMA N 3 Ambon adalah rumah kedua yang aman dan nyaman.
"Tempat membentuk generasi yang berkarakter bermoral beretika dan berkepribadian kua, Ia jelaskan pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Permendiknas Nomor 6 Tahun 2006. Tentang budaya Sekolah yang aman dan nyaman dan sekolah tidak hanya berbicara mengenai tata tertib. Tetapi menyangkut nilai, sikap kebiasaan serta perilaku dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan peserta didik.

Dengan mengusung tema MPLS "Ramah" sekolah aman belajar nyaman tumbuh berkarakter sehingga menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi tindakan kekerasan fisikl maupun kekerasan non fisik. Setiap anak harus dihargai dan dilindungi karena setiap pribadi memiliki keunikan dan potensi yang berbeda. sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar bertanya, berkreasi dan mengembangkan diri tanpa rasa takut maupun diintimidasi.
Beliau mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, OSIS serta seluruh warga sekolah untuk sama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah. Dan mendukung tumbuh kembangkan karakter peserta didik selama 5 hari melaksanakan MPLS kepada siswa baru. Mereka akan menerima berbagai materi menyangkut, pengenalan budaya sekolah, wawasan kebangsaan, tata tertib hingga pengenalan berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

guna membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah beserta mengikuti kegiatan materi dengan sungguh-sungguh karena akan menjadi bekal dalam menjalani pendidikan selama 3 tahun ke depan di SMA Negeri 3 Ambon. Sementara itu kepala Balai guru dan tenaga kependidikan provinsi Maluku Eki Aristanto Punnu saat membuka kegiatan MPLS.
Sampaikan sambutan menteri pendidikan dasar dan mm menengah Republik Indonesia menyampaikan hari pertama sekolah merupakan pengalaman berharga. Yang akan selalu dikenang oleh setiap peserta didik hingga mesti bersemangat tidak boleh takut dan cemas. Dan seandainya belum bisa berinteraksi merupakan hal yang wajar dialami oleh siswa baru memasuki lingkungan sekolah yang baru.

Dengan cara yang kini diterapkan pemerintah ingin memastikan sejak hari pertama sekolah setiap anak merasa diterima, dihargai dan dilindungi. Tidak ada anak yang merasa sendirian ataupun takut datang ke sekolah itulah semangat MPLS. Demikian isI sambutan dari Pa Menteri. Menteri juga menegaskan sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh peserta didik tanpa kekerasan perundungan maupun tindakan yang merendahkan martabat sesama teman.
"Jadi melalui program gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, seluruh peserta didik terbangun karakter melalui 5 komitmen utama yakni. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati orang tua danguru, belajar dengan sungguh-sungguh, hidup rukun dengan sesama serta mencintai tanah air, ungkapnya.
Pintanya kepada peserta didik baru, mulailah dari hal-hal yang berakhlak ajak teman baru bermain bantu teman yang mengalami kesulitan. Membiasakan ucapkan tolong, maaf dan terima kasih, seandainya melihat teman dibuli jangan diam tetapi segera melaporkan kepada guru. Agar secepatnya ditangani dengan baik supaya tidak membuat masalah.

Pesan Menteri kegiatan MPLS berlangsung harus penuh kegembiraan semangat dan mesti berbaur satu dengan yang lainnya. Pelaksanaan MPLS tersebut dihadiri oleh perwakilan provinsi Maluku, pengurus Osis Negeri SMA 3 Ambon, para wali kelas dewan guru tenaga tata usaha orang tua wali murid panitia . Serta seluruh peserta didik baru tahun pelajaran (2026/2027).(MB-01).
Sumber : https://malukubersatu.com/hetharion-mpls-bangun-komitmen-belajar-aman-nyaman-bebas-dari-perundungan-serta-berkarakter-detail-463794