Ambon,MalukuBersatu.Com,-Kehadiran tim Google Education ke SMK N1 Ambon, pada Rabu (11/02/26) sangat mendapat perhatian serius dari Kepala Sekolah serta seluruh dewan guru. Kedatangan itu untuk memberikan sosialisasi sebagai sekolah rujukan google yang berkaitan pengunaan perangkat digital dan kehadiran ke SMK N 1 Ambon atas petunjuk dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku yang kini dipimpin Plt Kadis S Singerin.

Setelah kegiatan sosialisasi, Kepala Sekolah M Sahusilawane saat dimintai keterangan, berikan kepercayaan kepada Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum untuk berikan komentar. Kepada media Merlin Hitalessy menuturkan, kami sangat berterima kasih kepada Dikbud Maluku yang telah berikan kepercayaan SMK N 1 Ambon ada dalam sosialisasi Google Education. Lanjutnya SMK N 1 Ambon sangat menyambut baik peluang ini, walau diakui ini sebagai tantangan besar.
"Ketika mengikuti sosialisasi yang berjalan kurang lebih dua jam kami dewan guru diperkaya dengan ilmu dan para guru SMK N 1 Ambon dari wajah dapat dilihat sangat senang dan penuh antusias terima paparan yang diberikan. Dikatain, untuk diterima sebagai sekolah rujukan ada beberapa proses yang harus dilewati. Untuk itu kami kembali menganggarkan semua persiapan dan 30 persen dari guru harus miliki sertifikasi", terangnya.

Untuk itu awalnya hami akan mulai dengan Sertifikasi Gemini, setelah itu baru level satu dan rombook dan kalau untuk rombook dari Dikbud sudah siap untuk memfasilitasi dalam artian pinjam-pakai. Tetapi pak kepala sekolah telah minta kami untuk menganggarkan, sehingga mungkin ditahun ini RKAS yang sudah disusun mungkin ada perubahan lagi. Berkaitan dengan kesiapan-kesiapan kami menuju penetapan menuju sekolah rujukan google.
"Dengan langkah yang dibuat ini maka kedepan sudah pasti SMK Negeri 1 Ambon sudah harus benar-benar menyiapkan pembelajaran berbasis digital. Dan bisa mengekspor kemampuan bukan saja guru tapi juga siswa sehingga yang tadinya sumber terbatas guru terbatas dalam menyediakan media belajar akan disiapkan semuanya. Kalau dari yang saya simak penjelasannya, Google akan menyediakan semuanya pembelajaran untuk mengalami progres.

Saat dimintai komentar dengan persiapan menuju digital itu apakah ada antisipasi seandainya terjadi pemadaman listrik. Seandainya ada problem lampu padam itu sesuatu yang relatif. Dan sejauh ini di SMK Negeri 1 Ambon jarang terjadi pemadaman diwaktu pelajaran berlangsung. Menyangkut itu kami guru selalu harus punya siap, misalnya terjadi pemadaman listrik pembelajaran tetap berlangsung secara manual.
"Mengakhiri bincang dengan wartawan, Hitalessy tambahkan, sebagai Wakasek diberikan tanggungjawab oleh Kepala Sekolah untuk mengkoordinir kegiatan besar ini. Harapan yaitu para dewan guru pada SMKN 1 harus benar-benar menyiapkan diri yang matang. Untuk kami dapat mencapai target kesiapan menuju ke sekolah rujukan dan sekarang ini baru mulai dengan sosialisasi. Setelah itu persiapan menuju sertifikasi baru kemudian Assesmand seperti yang telah dilalui oleh SMA N 1 Ambon", tuturnya.(MB-01)