Indonesia-Selandia Baru Perkuat Energi Bersih untuk Maluku NZMATES Fase II Dimulai

Indonesia-Selandia Baru Perkuat Energi Bersih untuk Maluku NZMATES Fase II Dimulai

AMBON,MalukuBersatu.Com,-Untuk membawa Maluku semakin baik kedepan, maka Pemerintah Indonesia dengan berbagai cara terus melakukan berbagai terobosan didalam maupun luar negeri. Salah satunya Pemprov memperkuat kerjasama dengan  Selandia Baru di sektor energi terbarukan. Melalui peluncuran New Zealand-Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMATES) Programme Phase 2.

img-1789399050.jpg

Program tersebut resmi memasuki fase kedua melalui kegiatan kick off yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Gubernur Maluku, pada hari ini Senin (14/9/2026). Peluncuran fase kedua ini menjadi langkah lanjutan setelah kerja sama pengembangan energi terbarukan antara kedua negara berjalan selama lima tahun. Program tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan penyediaan energi di wilayah kepulauan Maluku. Yang diketahui bersama memiliki karakter geografis berbeda dengan wilayah daratan.

Dikesempatan tersebut, Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula, hadir dalam peluncuran program terbarukan. Sebagai bagian dari penguatan kerja sama bilateral di bidang energi terbarukan. Kerja sama NZMATES tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga diharapkan. Dapat  memperkuat kapasitas sumber daya manusia.

img-1789399066.jpg

Serta mendorong pemanfaatan energi bersih untuk kegiatan produktif masyarakat. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eni, mengatakan. Maluku menjadi salah satu wilayah penting dalam pengembangan energi terbarukan. Karena karakter kepulauannya menghadirkan tantangan tersendiri dalam penyediaan listrik.

Lanjutnya, pengalaman pelaksanaan fase pertama menunjukkan bahwa energi terbarukan dapat memberikan perubahan nyata terhadap kehidupan masyarakat di pulau-pulau kecil. Salah satu contohnya terlihat di Pulau Tiga. Sebelumnya, masyarakat setempat masih bergantung pada pembangkit berbahan bakar diesel dengan waktu layanan listrik yang terbatas.

Melalui kerja sama Indonesia dan Selandia Baru, PLTS yang telah dibangun PLN kemudian diperbesar dan direvitalisasi sehingga mampu menyediakan listrik selama 24 jam. Dampaknya mulai terlihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Jika sebelumnya listrik lebih banyak digunakan untuk penerangan, kini warga mulai memanfaatkan energi tersebut untuk berbagai peralatan rumah tangga dan aktivitas produktif.

img-1789399110.jpg

Beliau  bahkan menemukan masyarakat telah mulai membeli mesin cuci dan menggunakan peralatan elektronik lainnya setelah memperoleh akses listrik sepanjang hari. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa penyediaan listrik tidak sekadar menghadirkan penerangan. Tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta membuka peluang kegiatan ekonomi baru.

Karena itu, pada fase kedua NZMATES, pemerintah ingin mendorong agar energi terbarukan tidak berhenti pada penyediaan listrik. Pemanfaatannya diharapkan dapat dikembangkan untuk mendukung sektor produktif seperti penyimpanan hasil perikanan melalui cold storage, pengeringan hasil pertanian dan perikanan, hingga berbagai kegiatan ekonomi masyarakat lainnya.

Selain manfaat ekonomi, pengembangan PLTS di pulau-pulau kecil juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap diesel. Biaya distribusi BBM ke wilayah terpencil yang tinggi menjadi salah satu tantangan dalam penyediaan listrik. Pemerintah berharap pemanfaatan energi surya dapat menekan biaya pembangkitan sekaligus mengurangi beban subsidi energi.

Dalam pelaksanaan NZMATES di Maluku, keterlibatan lembaga pendidikan juga menjadi bagian penting. Universitas Pattimura dan Politeknik Negeri Ambon telah terlibat dalam kerja sama tersebut, terutama dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia. Fase kedua diharapkan dapat memperluas kolaborasi tersebut sehingga tenaga lokal memiliki kemampuan yang memadai untuk mengoperasikan, merawat, sekaligus mengembangkan sistem energi terbarukan di daerah masing-masing.

img-1789399135.jpg

Pemerintah juga membuka peluang lahirnya pilot project baru di pulau-pulau lain yang masih menghadapi keterbatasan akses listrik. Dengan demikian, NZMATES Phase 2 diharapkan tidak hanya menjadi kelanjutan proyek sebelumnya, tetapi menjadi bagian dari upaya mempercepat elektrifikasi, memperkuat ketahanan energi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan Maluku.

Kerja sama Indonesia dan Selandia Baru ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan energi bersih dapat menjadi solusi strategis bagi daerah kepulauan, terutama wilayah yang selama ini menghadapi tingginya biaya penyediaan listrik berbasis BBM.(MB-01)

Sumber : https://malukubersatu.com/indonesia-selandia-baru-perkuat-energi-bersih-untuk-maluku-nzmates-fase-ii-dimulai-detail-464624