Inflasi Provinsi Maluku Tetap Terjaga dalam Rentang Sasaran”

Inflasi Provinsi Maluku Tetap Terjaga dalam Rentang Sasaran”

Ambon,MalukuBersatu.Com,-Sesuai siaran pers yang masuk dari kantor perwakilan Bank Indonesia Propinsi Maluku yang dipimpin Surya Alamsyah,  Pada Juli 2026, Provinsi Maluku mengalami deflasi sebesar 0,75% (mtm). Setelah bulan sebelumnya mencatat inflasi sebesar 1,49% (mtm). Secara spasial, deflasi terjadi di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, masing-masing sebesar 1,14% (mtm) dan 0,26% (mtm).

img-1785842359.jpg

Sementara itu, Kota Tual masih mencatat inflasi sebesar 0,13% (mtm). Secara tahunan, inflasi Provinsi Maluku tercatat sebesar 2,75% (yoy), terjaga di dalam rentang sasaran target inflasi nasional sebesar 2,5±1% (yoy). Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,80% (yoy). Capaian deflasi bulan ini utamanya bersumber dari Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil deflasi (mtm) sebesar 0,71%.

Deflasi pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau terutama disumbang oleh penurunan harga komoditas ikan pelagis kecil, antara lain Ikan Layang dan Ikan Selar. Dengan  andil deflasi (mtm) masing-masing sebesar 0,26% dan 0,15%. Penurunan tersebut didukung oleh kondisi cuaca yang relatif kondusif serta pemanfaatan rumpon di perairan pesisir yang meningkatkan hasil tangkapan nelayan skala kecil.

Selain itu, penurunan harga juga terjadi pada komoditas hortikultura, antara lain Bawang Merah dan Tomat, dengan andil deflasi (mtm) masing-masing sebesar 0,16% dan 0,11%. Seiring berlangsungnya masa panen di beberapa sentra produksi serta meningkatnya pasokan dari luar Provinsi Maluku. Melihat hal tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program pengendalian inflasi.

Antara lain melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Ke depan, upaya pengendalian inflasi komoditas pangan akan terus disinergikan secara berkelanjutan bersama TPID sepanjang tahun 2026. Dengan mengacu pada penguatan empat pilar utama pengendalian inflasi (4K), yaitu. Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Pada aspek Keterjangkauan Harga, pemerintah secara rutin melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta penyaluran Beras SPHP untuk menjaga stabilitas harga pangan. Dari aspek Ketersediaan Pasokan, implementasi Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS). Penyaluran alat dan mesin pertanian, serta penguatan penyerapan gabah oleh Bulog terus didorong guna meningkatkan produksi dan menjaga kecukupan pasokan pangan.

Pada aspek Kelancaran Distribusi, optimalisasi konektivitas antar wilayah dan penguatan koordinasi antar instansi dilakukan untuk memastikan distribusi komoditas pangan berjalan lancar. Sementara itu, pada aspek Komunikasi Efektif, TPID secara aktif melaksanakan rapat koordinasi, pemantauan harga dan ketersediaan pangan. Serta sidak pasar sebagai upaya memperkuat koordinasi dan mendukung pengambilan kebijakan pengendalian inflasi secara tepat waktu.


Sumber : https://malukubersatu.com/inflasi-provinsi-maluku-tetap-terjaga-dalam-rentang-sasaran-detail-464037