Ambon,MalukuBersatu.Com, -Sektor Pariwisata merupakan salah satu dari beberapa sektor yang menjadi perhatian pemerintah propinsi dibawah kepemimpinan Gubernur Maluku murad Ismail. Dimana sejak tahun pertama hingga telah memasuki tahun ke-empat terus berupaya agar sektor tersebut memiliki kemajuan disektor Pariwisata karena berkaitan dengan berbagai kebudayaan yang ada di bumi Raja-raja. Baik itu keindahan alam dengan pantai dan keindahan lainnya, juga musik tradisional yang dapat dinikmati oleh sipapun.
Kini di Maluku musim tradisional jukukele sangat dikagumi mulai dari orang tua sampai dengan anak-anak. Hingga berbagai lomba maupun festival dilakukan oleh berbagai komunitas Terkait dengan jukulele pada Jumaat (24/12/23) ada sebanyak 17 grup dari komunitas Jukulele yang ada di pulau Ambon menampilkan kebolehan mereka. Dengan judul yang diambil "Badendang Jukulele" yang berlangsung di Gong Perdamaian Dunia tepat dijantong kota Ambon. Para pemain jukulele bermain sambil bernyanyi dengan membawakan lagu-lagu Ambon dan ada yang menyanyikan lagu hymne guru.
Sebagai tanda terima kasih mereka terhadap guru yang merayakan Hut PGRI ke-78 dan Hari Guru Nasional (GHN). Pebyadan tersrbut dari kala gan siswa bahkan ada grup jukulele dari Sekolah Luar Biasa (SLB) ABCD Leleani 2 Latuhalat. K, Kegiatan Badendang Jukulele ini merupakan kegiatan rutin setiap bulan dan didukung penuh oleh Dinas Pariwisata Propinsi Maluku yang kini dipimpin Ahmad Jais Ely. Srbab bertujuan mengapresiasi komunitas Jukulele dan kota Ambon sebagai kota City of Music yang sudah ada sejak beberapa tahun lalu.
Kegiatan yang mengangkat musik tradisional ini sangat mendapat perhatian dari Kadis Pariwisata Ahmad Jais Ely yang telah dilantik Gubernur sebagai Kadis Pariwisata menggantikan Dr E Pontoh yang telah memasuki masa pensiun. "Jais Elly yang sangat familiar dengan pers, merupakan putra daerah dari Jasiriah Leihitu sangat merasa bangga dengan berbagai pentasan yang ditampilkan anak-anak usia tingkat Sekolah Dasar, SMP maupun SMA/SMK. Menurutnya musik tradisional Maluku harus terus kerkumandang yang dimainkan oleh anak -anak Maluki karena kalau bukan mereka sapa lai.
"Bangkitkan Maluku lewat Pariwisata, katong samua bergandengan tangan toma maju bangun Maluku untuk kesejahteraan masyarakat", ungkap Ely. Terlihat para pemain jukulele sangat bergembira sebab mendapat dukungan dan hal itu membuat mereka sangat terus ingin tampil disetiap pentqsan jukulele.
(MB-01)