Ambon,MalukuBersatu.Com,-Pendidikan merupakan sesuatu yang penting hingga mendapat perhatian dari Pemerintah mulai dari pusat sampai ke berbagai Propinsi dan daerah terpencil. Dengan demikian hal itu sangat jadi kepedulian Pemerintah Propinsi Maluku, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang kini dipimpin DR Sarlota Singerin. Kepada pers Jumaat (15/05/26) di SMK N 6 Ambon yang berlokasi di Lateri menyatakan.

"Untuk memberikan pengetahuan yang spesifik maka dibidang kesehatan, kami kedepan telah berkolaborasi dengan pusat maupun instansi terkait. Pembentukan SMK kesehatan yang unggul dan kemarin baru saja adakan koordinasi dengan SMK Negeri 11 Seram Bagian Barat. Dimana bersama yayasan pendidikan Astra kital lakukan pendampingan profesional untuk menghadirkan SMK kesehatan", jelasnya.

Tujuannya ada satu sekolah kesehatan di Maluku untuk kami jadikan sebagai rumah pendidikan Vokasi kesehatan bagi generasi muda Maluku yang representatif. Dan ditahun ajaran baru ini SMK Kesehatan sudah mulai berfungsi untuk mendidik siswa yang memiliki keinginan besar pada bidang kesehatan. Karena itu kerjasama instansi terkait terutama Dinas Kesehatan sangat perlu menyangkut bantuan persediaan klinik.
"Selain itu untuk berikan peluang dan kesempatan bagi lulusan siswa SMA Kesehatan untuk menjadi kader diantaranya posyandu dan bidang kesehatan lainnya. Lanjutnya, kami gandeng dunia usaha industri untuk sama-sama berproses ciptakan generasi muda Maluku yang handal dibidang kesehatan. Pemerintah sangat miliki kepedulian anak anak dididik punya keahlian yang membumi", sebut Kadis.

Hingga untuk itu, disaat mereka bersekolah sudah selayaknya mereka belajar ditempat yang mendidik kematangan vokasi. Saat disinggung soal penempatan kepsek pada sekolah tersebut harus kewenangan Dikbud, ya itu benar kini kami sementara bicarakan dengan Kemendagri. "Misalnya pada SMK 11 itu ada pada jalur kesehatan kala harus dimotori oleh orang yang punya kemampuan dalam kesehatan", urainya.

Sebab kepala sekolah itu egen perubahan dan leader pembelajaran hingga harus sanggup kerja bersama, berkolaborasi. Dan mengantar anak anak keluar dari ruang kelas ada pada dunia usaha dan dunia industri yang berkaitan dengan keahlian mereka. Tambahnya, kami sudah ada upaya untuk kerjasama dengan Poltekes negeri Ambon juga dengan Unpatti.
"Dalam rangka menghadirkan pengajar pengajar yang handal dibidang kesehatan baik itu untuk pembelajaran teori maupun materi. Kami bangun kerja sama juga dengan dinas kesehatan agar sama sama berikan ruang peluang baru kepada anak anak. Dimana peserta didik dapat hadir di Puskesmas, Apotik, dilingkup posyandu untuk mahir dengan lingkungan kesehatan", jelas Singerin.

Selain itu kematangan pembelajaran mereka dan sekali lagi sekolah kesehatan akan beroperasi ditahun ajaran baru 2026/27. Kita akan kawal pengelolaan vokasi dengan arah kita mencoba memotret esensi kurikulum dengan baik. Serta pendampingan guru vokasi, sekarang ini minat semakin tinggi tetapi untuk jurusan urusan adminitrasi masih kurang.
"Kadis mengatakan, mungkin karena kemajuan teknologi hal itu sudah kurang diminati tapi jurusan lainnya seperti farmasi, mesin itu banyak. Ya mudah mudah ruang lingkup ini terbuka untuk sejajar dengan SMA, hingga anak-anak Maluku semakin banyak ada dibidang kesehatan. Sebab ini merupakan salah satu perhatian pemerintah dan Jani berjuang demi Maluku pung Bae", ungkap kadis akhir komentarnya.(MB-01)