Ambon,MalukuBersatu.Com,-Kepala SLB Negeri Batu Merah, Irma Dukomalamo, S.Pd, hari ini kepada media diruang kerjanya Senin (26/01/26) menyatakan. Kini usia SLB Batu Merah sudah yang ke-22 Pada (24/01/26). Dan menyongsong HUT, kami melakukan berbagai kegiatan yang tujuannya menumbuhkan semangat dan rasa persaudaraan diantara anak-anak yang berkebutuhan khusus. Semua yang kami buat tidak atas kemauan saya tetapi kami rapat dan bentuk panitia.
Selanjutnya kita sepakat siapkan berbagai perlombaan dan sekolah berkolaborasi dengan orang tua siswa, hingga selama satu minggu full kita lakukan lomba-lomba. Dikarenakan kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan tiap tahun dan saya melanjutkan apa yang sudah dilakukan dua pimpinan sebelumnya. Karena kami mengakui kegiatan ini memiliki nilai positif bagi perkembangan para siswa berkebutuhan khusus ", ungkap kepala sekolah.
Dikatakan, ketika kita gelar berbagai lomba-lomba antusias anak-anak sangat luar biasa, mereka merasa penuh kebahagiaan belum waktu hadir di sekolah sudah hadir. Itu yang pertama dan kedua ada interaksi antara satu dengan yang lain dan dengan lomba tersebut terlihat motivasi yang positif pada setiap mata-mata lomba. Semua lomba kami sesuaikan dengan kondisi siswa dengan hal-hal yang sederhana tetapi ketika mereka melakukan itu ada dampak yang besar.

"Salah satu contoh lomba bagi kelas kecil untuk autis , lomba mengisi air pada botol Aqua yang kosong di mana mereka mengenal instruksi memahami instruksi ketika mengambil air dan fokus untuk membuat botol Aqua terisi sampai full. Tujuannya berikan mereka mengerti harus melaksanakan tugas sampai selesai. itu juga merupakan salah satu dalam pembelajaran jadi kita masukkan mata pelajaran pada setiap lomba-lomba. Selain itu ada edukasi-edukasi untuk berinteraksi, berkomunikasi dan lainnya", jelas kepsek..
Selain itu ada perilaku-perilaku siswa yang suka berkeliaran setiap jam pelajaran di luar kelas, kami berikan lomba yang ada dampaknya. Dimana kami sisipkan pembelajaran program khusus yang memang berdampak pada mereka. Semua yang dibuat untuk menggairahkan para siswa, saat ditanyakan melihat mereka ikut lomba bagaimana tanggapan dari kepsek serta dewan guru. Kami sangat bersyukur dan bersemangat sebab mereka terlihat menemukan sesuatu yang jarang terjadi.

"Kita datang ke sekolah terlihat kelas besar tingkat SMA sudah ada dan lebih lagi siapkan sound stel musik konek dengan HP, itu suatu yang perlu diapresiasi sebab mereka sudah mengerti ada lomba. Selain itu siapkan kursi-kursi dihalaman untuk duduk, semua mereka buat sangat menyenangkan hati. Saat disampaikan 22 tahun sudah bukan usia yang mudah tetapi sudah dewasa.
"la benar, saya sampaikan ke dewan guru kalau usia 22 umur yang dewasa, sudah matang dalam segala hal jadi pertahankan apa yang sudah baik di sekolah ini. Kembali ditanyakan menyangkut guru, kalau untuk itu yang ada itu masih belum cukup karena harus satu siswa satu guru. Apalagi disekolah kami ini banyak siswa autis, yang penanganannya mesti serius", tuturnya.

Lanjutnya, walaupun kekurangan SDM, dengan guru yang ada kami terus berusaha untuk tangani siswa yang kini berjumlah 104. Sembari tambahkan ada masuk guru P3K, satunya dari SLB swasta, saya bersyukur karena memang sudah ada ilmu untuk menangani anak berkebutuhan khusus. Selain itu ada tiga dari guru reguler, hingga kami memintakan belum bisa tangani siswa haruslah belajar dulu.
Nantinya ditahun ajaran baru mungkin baru mulai mengajar, yang sekarang ini observasi dulu kenali dulu setiap siswa. Dan kini dengan banyaknya siswa kami berdayakan semua guru untuk mengajar. Bahkan saya juga turun mengajar menangani kelas kecil yang jam ajarnya sampai pukul 10 WIT. Saya pertegas kepada guru untuk harus mengenal karakter peserta didik dengan baik. Dimana kami mesti lakukan sesuai dengan pembelajaran mendalam delapan profil kelulusan dan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

Jadi karakter-karakter itu yang sudah kami bentuk sesuai dengan visi-misi yang sudah dibuat, kebetulan kemarin kami ada ikut kegiatan untuk merevisi visi-misi karena telah lima tahun. Direvisi kembali sesuai kebutuhan sekolah dan juga perencanaan berbasis data memang berbasis data dari pendidikan jadi kita ada evaluasi. Jadi harapan saya ke depan sekolah ini lebih maju, lebih berkembang bentuk anak yang mandiri.
"Berkarakter dan juga guru-guru yang luar biasa tetap sabar Penuh kasih sayang dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus. Ketika guru sudah masuk di lingkungan SLB berarti dia sudah menjadi guru yang luar biasa. Sebab ketika masuk di sini tidak ada yang bilang ini guru mata pelajaran semuanya harus siap berikan perhatian bagi siswa disibitas. Saat ditanyakan perhatian Dinas Pendidikan sendiri seperti apa.

Saya bersyukur Alhamdulillah karena komunikasi kami yang baik dengan Ibu Kabid yang terjalin sangat baik, apapun yang terjadi beliau selalu komunikasikan dengan kami. Terkait dengan perkembangan sekolah ketemu di manapun selalu tanya anak-anak ada buat apa. Perkembangan mereka seperti apa. Jadi apapun program beliau selalu sering menyempatkan diri berkomunikasi dengan kami
Dan bukan hanya SLB Batu Merah tetapi semua SLB yang ada dikota Ambon maupun 11 Kabupaten kota di bumi Maluku. Sebab kami sering kumpul dengan ibu Kabid dan ini suatu hal yang sangat memberikan kami para kepsek merasa bahagia sebab ibu Kabid penuh kedekatan dengan kami untuk sama-sama bangun pendidikan untuk Maluku pung bae.(MB-01)
Sumber : https://malukubersatu.com/kepsek-slb-batu-merah-berusia-22-tahun-kabid-penuh-perhatian-bagi-para-siswa-detail-461398