Ambon,MalukuBersatu.Com,-Seluruh sejarah orang Maluku, sejak zaman dulu sampai kini semua tersimpan di Rumah Tua orang Maluku yaitu Museum Siwalima. Dan Museum Siwalima saat terjadi pergantian pimpinan di bulan September 2025. Kini dipimpin Irene Kiriwenno yang bukan orang baru dalam lingkup Museum Siwalima (MS). Beliau pernah pernah ada di MS namun pada resim pimpinan sebelum Lewerissa dipindahkan.

Dan saat Hendrik Lewerissa memimpin, beliau dikembalikan dan menjabat sebagaia kepala Museum Siwalima, sebab memiliki kemampuan dibidang teknik. Hari ini Rabu (21/01/26) Kepada media diruang kerjanya Kiriwenno mengutarakan. Pada bulan September 2025, saat pergantian dirinya dipercayakan untuk pimpin Museum Siwalima oleh pimpinan. Dan sebagai orang lama Beta saat diberikan kepercayaan oleh Gubernur hal pertama yang g jadi perhatian yaitu.
Lakukan kunjungan ke berbagai bangunan yang ada pada Museum Siwalima. "Jujur sangat sedih dan prihatin, sebab kondisi bangunan sebagian besar sangat memprihatinkan. Semuanya mengalami kerusakan yang cukup parah, keinginan besar dari saya secepatnya bangunan-bangunan di Museum Siwalima dapat diperbaiki. Karena disini tempat menyimpan sejarah Maluku, selain itu setiap saat selalu ada pengunjung yang datang ke sini", ungkapnya .

Dan untuk melihat kekayaan sejarah Maluku yang sangat miliki keunikan sudah pasti selain lihat benda bersejarah juga melihat bangunannya. Dikatakan pengunjung itu mulai dari anak Paud-SMA bersama dewan guru. Ada lagi para mahasiswa, masyarakat umum bahkan sampai wisatawan nasional dan manca negara. Lanjutnya menyangkut bangunan yang sudah sangat tidak layak itu, dirinya telah sampaikan ke kepala dinas pendidikan.
Dan lebih lagi ke Gubernur Maluku pa Hendrik Lewerissa dan sangat mendapat respon positif dari orang nomor satu di Maluku itu. "Kami telah mendapat lampu hijau ditahun ini akan dilakukan revitalisasi terhadap bangunan yang ada di Musium Siwalima. Sekali lagi beliau sangat antusias dan sangat prihatin melihat kondisi Museum Siwalima yang menyimpan sejarah Maluku terkesan terbengkalai", tuturnya.

"Untuk itu Beta sangat berharap renovasi itu akan terlaksana ditahun ini, walaupun nantinya pada (01/02/26) sudah akhiri tugas sebagai pimpinan UPTD Museum Siwalima. Ditambahkan soal bangunan yang sudah rusak, saat kunjungan dari Kementerian Kebudayaan juga telah merespon untuk direvitalisasi. Saat ditanyakan bantuan yang diberikan itu anggaran APBD atau APBN, untuk itu masih belum diketahui ya kalau bisa dua-dua lah.
Agar Museum Siwalima (MS) Maluku dapat bersaing dengan Museum lain yang ada di Indonesia. Ditambahkan pekan kemarin MS juga mendapat kunjungan Duta Besar (Dubes) dari Swiss. Dan itu suatu yang menjadi menjadi tolak ukur kalau sejarah Maluku mendapat perhatian dunia luar, hingga patut jadi perhatian pemerintah propinsi Maluku untuk perbaikan. Saat ditanyakan ada pegawai yang miliki kemampuan teknik di MS untuk diusulkan ke Gubetnur sebagai pengganti setelah pensiun nanti.
Terkait usulan, beta akan sampaikan namun penentuan itu semua adalah haknya pa Gubernur, sehingga diserahkan semuanya agar berjalan dengan baik. "Sekali lagi beta bersyukur disaat akan memasuki masa pensiun ada sesuatu yang bisa diberikan bagi Museum Siwalima. Tempat pengabdian terakhir sebagai ASN selama 33 tahun", tutur Irene Kiriwenno penuh haru akhiri pertemuan dengan wartawan.(MB-01)