LAWALATTA : MALUKU-BELANDA JALIN KERJASAMA PERKOKOH JEMBATAN KEBUDAYAAN KEDUA MUSEUM

LAWALATTA : MALUKU-BELANDA JALIN KERJASAMA PERKOKOH JEMBATAN KEBUDAYAAN KEDUA MUSEUM


LAWALATTA : MALUKU-BELANDA JALIN KERJASAMA PERKOKOH JEMBATAN KEBUDAYAAN KEDUA MUSEUM

AmbonMalukuBersatu.Com,-Guna menjalin kerjasama antara Museum Siwalima  dibawah kendali Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dikomandai DR Insun Sangadji M.Si. Dengan Museum Maluku di Negeri Kinjir Angin Belanda, Kadis mengirim  Dua utusan dari Propinsi Maluku yaitu Darwin Lawalatta selaku Kepala UPTD Museum Siwalima dan Paula Tahapary   Kabid GTK  pada Dikbud Maluku. Keduanya sudah berada di Belanda kurang lebih tiga minggu, tujuannya untuk  memperkuat hubungan budaya pada kedua Museum

img-1695635521.jpg

Kepada media ini Lawalatta menyatakan,  sangat berikan apresiasi kepada Kadisbud Dr Insun Sangandji M.Si. Karena telah membuka ruang menyangkut  pemahaman timbal balik antara Belanda dan Maluku  terkait  Museum Maluku di Belanda dan Museum Siwalima di Maluku tepatnya ada dikota Ambon. Dari kunjungan saya bersama ibu Paula Tahapary telah menjalin kerjasama dengan Museum Maluku di Belanda dan kehadiran kami sangat mendapat respon positif. Lanjutnya kepada media ini, Direktur Museum Maluku Hanry Timisela menyebutkan.

Kerjasama yang telah terjalin merupakan sejarah antara Belanda dan Maluku dalam upaya memperkuat hubungan budaya dan pemahaman timbal balik diantara keduanya. Tujuan utama dari kerjasama  adalah membangun jembatan budaya yang kokoh antara Belanda dan Maluku. Dengan harapan menginspirasi proyek proyek yang akan memperkaya kedua komunitas. Kita telah melakukan pertemuan yang melibatkan pihak secara Vertikal baik dari museum Maluku Siwalima (Beyond Walls), para peneliti Maluku, sejarawan, seniman dan juga Heka Leka Global. Sebutnya  Timisela  pria tampan itu sangat mengapresiasi pertemuan tersebut.

img-1695635704.jpg

Sebab Museum sebagai alat perekat untuk membawa budaya kami lebih dekat satu sama lain dan memperkuat pemahaman timbal balik. Direktur Museum Maluku, itu  menyatakan kedua Museum memutuskan untuk berkomitmen dimana komitmen tersebut adalah. Untuk  berbagi pengetahuan seni, cerita cerita berharga tentang Maluku dan mempromosikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah dan warisan Maluku. Dijelaskan Museum Maluku berdedikasi untuk melestarikan dan mempromosikan warisan dan sejarah budaya Maluku.

img-1695635849.jpg

Melalui berbagai peran dan program edukatif Museum Maluku berupaya untuk membagikan kisah kisah menyangkut nilai nilai budaya Maluku kepada masyarakat. Museum siwalima di Ambon (Maluku) adalah pusat budaya yang terfokus pada mengali  memamerkan, dan memelihara warisan budaya Maluku. Museum Siwalima  memiliki koleksi yang beragam dan menjadi tempat penting bagi pemahaman lebih lanjut tentang sejarah dan Kebudayaan Maluku. Hingga Timisela berharap komitmen yang telah disepakati merupakan langkah awal yang fisik untuk mengapai masa depan yang penuh inspirasi. 

Sementara itu Lawalmenyatakan, hadir pada pertemuan  besar itu,tim museum  Maluku Belanda diantaranya Direktur Museum Hendy Timisela, Wim Menuhuttu selaku  sejarawan, Jenny Vreeswiijk-Manusiwa (masyarakat Maluku di Belanda) Joanick Vreeswijk dari bahasa saudara, Zusanne Rostovac (Beyond Wills), Tamara Soukotta (Vrije Universiteit Amsyetdam/Radboud) Sharon Sourbang (Ketua dewan Museum Maluku) Huib Akihary (konservatif museum Maluku). Sedangkan untuk perwakilan tim Maluku dan tim Museum Siwalima, Darwin Lawalatta dan Paula Tahapary dari Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan Propinsi Maluku. (MB-01)

Sumber : https://malukubersatu.com/lawalatta-maluku-belanda-jalin-kerjasama-perkokoh-jembatan-kebudayaan-kedua-museum-detail-450201