Ambon,MalukuBersatu.Com,-Sebanyak 35 peserta setelah ikut seleksi paduan Suara pelajar tingkat SMA/SMK/MA ada sebanyak 10 peserta yang masuk final. Dan berdasarkan laporan panitia pelaksana P Letlora dari UPTD Taman Budaya pada Senin (07/09/26) final paduan suara digelar. Scara seni yang luar biasa ini adalah bukti bahwa setiap proses memiliki waktunya, dan setiap perjalanan selalu berada dalam pemeliharaan Tuhan. Dari puluhan peserta yang memulai langkah perjuangan, akhirnya tiba pada satu panggung yang sama.

Dengan hati yang penuh syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, kita menyaksikan puncak dari Final Lomba Paduan Suara (LPS) Pelajar Tingkat SMA/SMK/MA Se-Provinsi Maluku Tahun 2026. Disadari musik adalah bahasa universal, perbedaan suara tidak untuk saling mengalahkan, tetapi untuk saling melengkapi. Suara sopran, alto, tenor, dan bas menemukan keindahannya, ketika berpadu dalam harmoni.
Itulah semangat yang hendak dibangun dari Lomba Paduan Suara Pelajar. Kegiatan dibuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku melalui Taman Budaya Provinsi Maluku. Sebagai ruang pembinaan, apresiasi, dan pengembangan kreativitas serta talenta generasi muda di bidang seni budaya. Lomba ini memiliki keterkaitan kuat dengan program Manajemen Talenta Nasional,

"Yakni sebuah ikhtiar untuk menemukan dan mengembangkan potensi terbaik generasi muda Indonesia/Maluku. Melalui paduan suara, tidak hanya mencari suara merdu atau penampilan yang terbaik. Tetapi temukan talenta, membangun karakter, tumbuhkan disiplin, perkuat kerja sama, bentuk generasi yang mampu tampil dengan percaya diri", ungkapnya.
Lanjutnya, pelaksanaan Lomba Paduan Suara Pelajar Tingkat SMA/SMK/MA Se-Provinsi Maluku Tahun 2026 melalui beberapa tahapan, yaitu Seleksi Administrasi, Penyisihan, dan Final. Pada tahap seleksi terdaftar sebanyak 35 SMA/SMK/MA dari enam kabupaten/kota di Provinsi Maluku, yaitu Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Maluku Tengah.

Hasil verifikasi persyaratan, 30 peserta memenuhi persyaratan lanjut ke Babak Penyisihan pada (20/08/26). Dari 30 peserta hasil penilaian Dewan Juri, 10 Finalis terbaik melaju ke Babak Final final yaitu. SMA Negeri 1 Seram Bagian Barat , SMA Negeri 2 Ambon, SMA Xaverius Ambon, SMA Negeri 10 Seram Bagian Barat, SMA Negeri 3 Seram Bagian Barat, SMA Kristen YPKPM Ambon, SMA Negeri 1 Ambon, SMA Negeri 5 Ambon, SMA Negeri 4 Ambon dan SMA PGRI 1 Ambon.
Kami ingin menegaskan seluruh peserta yang belum sampai pada babak ini, perjuangan tidak berhenti. Dalam Manajemen Talenta Nasional, setiap potensi memiliki ruang untuk bertumbuh. Tidak semua yang berbakat harus menjadi juara hari ini, tetapi setiap talenta harus terus diberi kesempatan untuk berkembang menuju masa depannya. Seluruh tahapan penilaian dilaksanakan secara profesional, objektif, dan independen.


oleh Dewan Juri yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang musik dan paduan suara, diantaranya: Deetje Matulapelwa, Henry Sopaheluwakan, Ronalds Isti. Dan pelaksanaan kegiatan dapat terlaksana atas dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Alokasi Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Taman Budaya Tahun Anggaran 2026.
Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, terhadap pengembangan seni, budaya, serta talenta generasi muda di Provinsi Maluku. Terima kasih kami sampaikan kepada kepala Dinas, bagi seluruh pemerintah kabupaten/kota, sekolah-sekolah peserta, para guru pendamping, Dewan Juri, panitia penyelenggara, para peserta, serta semua pihak, telah memberikan dukungan bagi terselenggaranya kegiatan ini.


"Dari kegiatan ini sesungguhnya, kita sedang menyaksikan lahirnya keberanian. Saksikan anak-anak muda Maluku berdiri bersama, menyatukan suara dari perbedaan, dan buktikan. Harmoni hanya dapat tercipta ketika setiap suara diberi tempat dan setiap talenta diberi kesempatan. Momentum ini menjadi semakin istimewa karena dilaksanakan dalam suasana perayaan Hari Ulang Tahun Kota Ambon ke-451 Tahun. Dimana Ambon adalah Kota Musik dunia", tandas Letlora..
Ambon sebuah kota yang telah dikenal dunia karena musiknya, suara merdunya, karena harmoni yang hidup dalam denyut masyarakat. Maka dari panggung ini, dari suara-suara generasi muda Maluku, kita ingin sampaikan bahwa musik Ambon tidak hanya hidup dalam sejarah, tetapi terus bertumbuh dalam diri generasi penerus. Beberapa siswa peserta lomba yang diwawancarai dalam lomba tersebut mengatakan. Dikbud melalui Taman Budaya luar biasa.

Katong bisa saluran bakat seni dengan penuh suka cita dan kebersamaan terjalin diantara sesama pelajar lanjutan atas dari berbagai Kabupaten Kota se-Maluku. Ini sesuatu yang sangat berarti bagi kami, juara bagi kami penting tetapi lebih penting lagi Katong dapat saling kenal satu dan lain dalam suasana orang Basudara. Danke banyak Taman Budaya. Dari final lomba paduan suara SMA Negeri 1 Ambon meraih juara pertama.(MB-01)