Letlora : Dikbud  Lewat  Taman Budaya Hadirkan Ruang Publik Bagu Generasi Muda Berkarya Lewat Seni &. Budaya

Letlora : Dikbud Lewat Taman Budaya Hadirkan Ruang Publik Bagu Generasi Muda Berkarya Lewat Seni &. Budaya

Ambon,MalukuBersatu.Com,-UPTD Taman Budaya sebagai perpanjangan tangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku dibawah kepemimpinan Prof S Singerin. Sangat berikan perhatian kepada generasi Maluku melakui seni dan budaya dan melalui bantuan dana dari pusat kami dapat  melakukan berbagai kegiatan yang telah diprogramkan, untuk pengembangan generasi muda Maluku.

img-1786453897.jpg

Terkait itu panitia pelaksana P Letlora dalam laporannya pada hari ini Selasa (11/08/26)  menuturkan, saat ini kita  di balik setiap karya yang terpajang di ruang pameran. Tetapi ada para generasi  muda yang sedang belajar mengenal dirinya, menemukan potensinya, mengasah keterampilannya. Serta  perlahan-lahan  menemukan keberanian untuk mengatakan kepada dunia: “Saya bisa berkarya”.

"Lanjutnya,  Pameran Seni Rupa dan Kriya Pelajar Tingkat SMA/SMK/SLB Tahun 2026. Merupakan Presentasi Karya Unggulan, sebagai kelanjutan dari Workshop Seni Rupa dan Kriya yang telah dilaksanakan pada (08-13 /06/2026). Ini  bagian dari upaya pengembangan Manajemen Talenta Nasional di bidang seni dan budaya, yang dilaksanakan melalui dukungan Dana Alokasi Khusus Nonfisik/BOP  Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia", tutur Letlora.

img-1786454003.jpg

Sebutnya, Pemerintah berikan kesempatan anak-anak muda untuk belajar, keluarkan talenta hingga butuh ruang, butuhkan proses. Membutuhkan pendampingan dan panggung untuk  talenta yang mereka miliki dikembangkan. Kita ini sedang hidup dalam zaman yang luar biasa cepat. Berubah  karena digitalisasi, teknologi berkembang pesat. Kecerdasan buatan mulai hadir dalam berbagai aspek kehidupan.

"Hingga anak-anak muda  tumbuh dengan dunia yang penuh kompetisi, penuh informasi dan penuh pilihan. Dalam situasi seperti itu maka seni menjadi penting bagi mereka berkarya. Seni mengajarkan mereka melihat sesuatu yang tidak selalu terlihat, seni mengajarkan sesuatu yang tidak selalu dapat dijelaskan. Dan seni mengajarkan anak-anak bukan  hanya pengguna dunia, tetapi menjadi pencipta dunia. 

img-1786454101.jpg
Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku melalui Taman Budaya berupaya menghadirkan ruang-ruang publik bagi generasi muda. Untuk berekspresi, belajar, bereksperimen dan mengembangkan talentanya. Dan Manajemen Talenta Nasional bukan hanya tentang mencari siapa yang paling unggul. Lebih dari itu, Manajemen Talenta adalah tentang menemukan potensi, mengembangkan kemampuan.

Untuk itu hari ini, ruang itu kita hadirkan, ada anak-anak yang mungkin sangat percaya diri ketika berbicara. Tetapi ada pula anak-anak yang lebih banyak diam, namun ketika diberikan pensil, kuas, warna, bahan dan ruang untuk berkarya. Mereka menemukan bahasa  sendiri dan berbicara melalui karya, maka jangan pernah menganggap diam sebagai ketiadaan suara.  Terkadang suara yang paling kuat tidak keluar dari mulut.

img-1786454391.jpg
Ia keluar dari tangan, lahir dari imajinasi, hadir melalui warna, bentuk dan karya, embari sebutkan, diantara peserta kita juga terdapat anak-anak  keterbatasan khusus/fisik. Itu terlihat pada tubuh, tetapi talenta tidak mengenal batas tubuh. Selain itu mungkin membatasi gerak, namun tidak harus membatasi imajinasi anak. Karena mereka mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Hari ini, karya  seorang anak dapat membuka pintu yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan. Karena itu, apa yang kita lihat di ruang pameran sesungguhnya bukan sekadar lukisan, kerajinan atau karya seni rupa. Kita melihat keberanian, ketekunan, proses,  potensiDan paling penting sedang melihat talenta dari para generasi muda maluku.

img-1786454412.jpg

Melalui workshop para peserta menerima pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan pendampingan. Kini  melalui pameran, mereka diberikan ruang untuk mempresentasikan karya terbaiknya. Atas nama penyelenggara, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Dukungan Dana Alokasi Khusus Nonfisik/BOP kepada Taman Budaya. 

Sehingga kegiatan pengembangan talenta ini dapat dilaksanakan, selain itu  kepada Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.Terhadap  dukungan dan perhatian pengembangan seni budaya serta talenta generasi muda Maluku. Para kepala sekolah, guru pendamping, instruktur, narasumber, seniman, budayawan.

img-1786454427.jpg

Panitia pelaksana serta semua pihak yang telah dukung rangkaian kegiatan sejak workshop hingga terselenggaranya pameran ini. Secara khusus, bagi peserta, kalian mungkin belum sempurna. Tetapi jangan berhenti, seorang seniman tidak lahir dari satu karya.  Ia bertumbuh melalui proses panjang: belajar, mencoba, gagal, bangkit, berkarya dan terus berkarya.

Kami berharap suatu hari nanti, karya kalian akan memenuhi ruang-ruang yang lebih besar. Panggung nasional bahkan ruang-ruang seni di dunia. Seandainya telah ditahap itu, Ingatlah pernah dimulai dari sebuah workshop sederhana dan ruang pamer di Taman Budaya. Karena itu, mari kita lihat pameran ini bukan hanya dengan mata. Tapi dengan hati, sebab setiap karya memiliki cerita. 

img-1786454452.jpg
Pada akhirnya, pameran ini bukan hanya tentang karya yang dipajang. Ini tentang anak-anak muda yang sedang menemukan jati diri. Berani keluar dari ruang diamnya, buktikan keterbatasan bukan akhir dari kreativitas. Tentang mereka dihari ini sedang belajar untuk percaya pada kemampuannya sendiri. Dan  tanggung jawab kita semua untuk memastikan bahwa talenta-talenta muda Maluku tidak tumbuh sendirian.

Tidak berjalan tanpa arah dan tidak kehilangan ruang untuk berkembang. "Mari kita bangun ekosistem yang membuat mereka berani bermimpi. Hadirkan ruang yang membuat mereka berani berkarya, ciptakan panggung yang buat mereka berani tampil. Hari ini kita sebut sebagai peserta pameran, esok akan berlanjut dengan sebut sebagai seniman", terangnya.

img-1786454507.jpg

"Semoga melalui dukungan Kementerian Kebudayaan,  serta komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, semakin banyak ruang yang dapat kita hadirkan bagi anak-anak muda Maluku, par Maluku pung Bae", tutupnya.(MB-01)


Sumber : https://malukubersatu.com/letlora-dikbud-lewat-taman-budaya-hadirkan-ruang-publik-bagu-generasi-muda-berkarya-lewat-seni-budaya-detail-464099