Ambon,MalukuBersatu.Com,-Hari ini Selasa (05/05/26) Ratusan anak taman kanak-kanak (TK) di Kota Ambon hadir memadati Taman Budaya. Untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) IGTKI-PGRI. Anak-anak usia dini itu tampil sangat percaya diri membawakan tari katreji khas Maluku tanpa malu-malu. Bahkan juga dengan tarian badinding yang berasal dari Sumatera Barat, ini acara luar biasa yang menghadirkan suasana kemeriahan.

Sekaligus kegiatan ini sarat nilai edukasi bagi ank.sejak usia dini, Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena (LW) hadir penuh suka cita dan berikan sambutannya. Dikatakan, Porseni bukan sekadar ajang perlombaan semata melainkan ruang mempererat kebersamaan antar sekolah serta sarana edukasi budaya bagi anak-anak. Kita hadir bersama, bersilaturahmi dengan seluruh TK di Kota Ambon.

"Tari katreji berasal dari Maluku mengawali acara penuh hikmah ini membuat Beta sangat bangga dan bersyukur. Anak sejak dini telah melestarikan budaya mereka dan juga mereka tampil dengan tarian badinding dari Sumatera Barat. Ini menunjukkan pentingnya anak mengenal budaya daerah sendiri dan budaya lain, karena kita satu dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.
Menurut Lisa, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, terutama dalam menumbuhkan rasa percaya diri. Dan keberanian tampil di depan umum, ini bukan hanya seremoni. Anak-anak belajar berani tampil, mengekspresikan diri, dan menunjukkan kemampuan mereka. Sesuatu yang sangat berarti dan merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang mereka.

"Ia juga menekankan bahwa usia dini merupakan masa emas yang harus diisi dengan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif. Belajar sambil bermain membuat anak lebih mudah memahami lingkungan dan nilai sosial dan berkarakter. Mereka belajar bukan hanya dari buku, tetapi juga dari bernyanyi, menari, dan berinteraksi,” jelasnya.
Lisa berikan apresiasi peran orang tua dan guru dalam mendukung perkembangan anak hingga berani tampil di panggung. “Saya bangga kepada orang tua yang hadir, peran bapak dan ibu sangat besar dalam membimbing anak menjadi percaya diri. Begitu juga guru yang luar biasa dalam membentuk karakter anak. Lebih lanjut, ia menyebut seni tari sebagai media pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini", terangnya.

Karena mengajarkan kerja sama, kedisiplinan, serta pengenalan budaya dan cara mereka berekspresi", tutur ibu Polwan tersebut. Melalui tarian, anak belajar bergerak sesuai irama, bekerja sama, dan mengekspresikan diri secara positif. Ini proses belajar yang sangat berharga dan di akhir sambutan. Lisa yang sangat akrab dengan pers itu mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi.
Menciptakan lingkungan pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Kolaborasi antara pemerintah, guru, dan orang tua sangat penting. Untuk membangun PAUD yang sehat, menyenangkan, dan bermutu, lomba ini bukan tentang juara, tetapi keberanian anak untuk tampil dan belajar. Ajang Porseni IGTKI-PGRI Kota Ambon ini berlangsung meriah dengan beragam penampilan kreatif.

"Dari acara luar biasa ini kita berkomitmen untuk mengembangkan potensi dan bakat anak sejak dini melalui seni dan budaya. Sebab kita tahu bersama para leluhur orang Maluku dan kota Ambon sangat menjunjung kebudayaan. Hingga sekali lagi sejak diri anak-anakku dari kota Ambon sudah harus digembleng untuk lestarikan budaya", tutupnya(BM-01)
Sumber : https://malukubersatu.com/lw-porseni-tidak-ajang-lomba-ruang-bagi-anak-pererat-sarana-edukasi-budaya-dari-kecil-detail-462805