Ambon,MalukuBersatu.Com,-Terkait dengan sistim penerimaan murid baru (SPMB) dipropinsi Maluku, saat media ini, meminta keterangan dari ketua panitia penerimaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Fence Mandaku. Diperoleh keterangan Dikbud membuka SPMB dalam dua gelombang untuk yang pertama sudah selesai pada mulai dibuka lagi pada (23-30/06/26) untuk tahap kedua.

"Lebih lanjut dikatakan, Dikbud buka gelombang kedua khusus sekolah SMA SMK yang kuotanya masih belum terpenuhi sesuai yang telah ditetapkan Dikbud. Sementara bagi sekolah sekolah yang sudah terpenuhi kami tidak buja lagi telah menutup sistemnya. Dan kemungkinan besar pengumuman SPMB gelombang kedua yang sesuai ketentuan pada (01/07/16) diundurkan sampai pada (04/07/26) baru diumumkan",tutur Mandaku.
Kenapa terjadi penundaan dikarenakan ada beberapa sekolah terjadi penumpukan siswa, hingga kami dipanggil DPRD Propinsi untuk diadakan pertemuan mencari jalan keluar. Usulan dari DPRD Propinsi untuk penambahan romber bagi sekolah sekolah yaitu SMA N 1, SMA N 2, SMA N 11 dan SMA N 13. Dan setelah kami minta persetujuan dari gubernur Maluku Hendrik Lewerissa disetujui.

Maka kembali buka tahap kedua untuk sekolah yang tadinya miliki siswa banyak dan rencananya akan dilakukan serempak pada (30/06/26). Dengan mengunakan sistim on line dan hasilnya bisa dilihat oleh siswa scornya baik atau tidak baik dan itu sekolah punya tanggungjawab. Untuk buat peringkatnya. Mulai dari peringkat paling tinggi sampai terendah.,
Kemudian diambil berdasarkan rengking dan untuk itu kami tetapkan dua romber dari 300 lebih yang tidak lolos hanya ditampung sebanyak 72 murid. Dikarenakan setiap kelas itu jumlah murid hanya 36. Dan karena itu supaya adil kita berikan kesempatan bagi yang belum lolos untuk masuk ditahap kedua tapi lewat persaingan yang ketat. Kemungkinan setelah tes pada (30/06/26) langsung malamnya dengar pengumuman hasilnya.

Sembari sebutkan, kondisi penumpukan murid baru setiap tahun terjadi dikarenakan orang tua cenderung ingin memasukan anak menurut mereka pada sekolah unggulan. Padahal semua sekolah itu sama tidak ada unggul dan tidak unggul. Menyangkut semua itu setelah dikaji maka perlu penambahan romber sebab yang ditetapkan hanya delapan ma romber.
Tambah ya u tuk delapan romber itu kami lakukan mengikuti peraturan Permen dengan penyelenggara pendidikan satu sief. Untuk itu tiga tahun kedepan sudah tidak boleh, makanya kita sudah mulai menata dari sekarang. Walaupun ternyata untuk delapan bomber sekarang masih belum bisa, tetapi mesti dilakukan agar sekolah lain yang minim murid bisa digeser ke sekolah sekolah yang kekurangan murid.

"Akhiri penjelasannya, dimintakan semua pihak supaya berdoa mudah mudah proses tahap yang kedua dapat berjalan dengan baik. Dan dihari Selasa malam mudah mudahan bisa ada hasilnya dan kalau memang misalnya ada anak yang belum berhasil pada empat sekolah tersebut. Mudah-mudahan ada pengertian dari para orang tua", tutupnya.(MB-01)
Sumber : https://malukubersatu.com/mandaku-penerimaan-murid-baru-tiap-tahun-masih-tertumpuk-pada-sekolah-dikatagorikan-unggul-detail-463565