Ambon,MalukuBersatu.Com,-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku dan Pemerintah Kota Ambon semakin menunjukan komitmen yang kuat berkolaborasi dalam meningkatkan literasi keuangan. Khususnya di kalangan pelajar, kegiatan yanguar biasa itu ditunjukkan dengan. Peluncuran Modul Ajar Literasi Keuangan Mata Pelajaran IPS Tingkat SMP/MTs di Kota Ambon.

Peluncuran Modul Ajar ditandai dengan penyerahan secara simbolis Buku Modul Ajar Literasi Keuangan Mata Pelajaran IPS Tingkat SMP/MTs. Oleh Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady kepada Walikota Ambon, Bodewin Wattimena. Acara peluncuran ini bertepatan dengan momen Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Pemerintah Kota Ambon.

Tema peluncuran Modul Ajar Literasi Keuangan Mata Pelajaran IPS Tingkat SMP/MTs adalah “Tunas Bangsa Bijak Mengelola Keuangan, Finansial Kuat, Negara Berdaulat”. Tujuannya untuk mendorong penerapan Modul Ajar ini di seluruh SMP/MTs di Kota Ambon. Terkait itu , Walikota Ambon telah menerbitkan Surat Edaran Walikota Ambon Nomor: 400.3.1/10/SE/2026 tanggal 18 April 2026.
Tentang Implementasi Pelaksanaan Program Bersama Tingkatkan Literasi Keuangan Satu Rekening Satu Pelajar (BETA KEJAR) SMP/MTs di Kota Ambon. Bodewin Wattimena dalam amanah pada upacara tersebut mengatakan bahwa. Modul Ajar ini adalah bentuk keseriusan Pemerintah Kota Ambon dalam memberikan pelayanan pendidikan berkualitas. Bagi masyarakat di Kota Ambon dan mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan murid SMP/MTs di Kota Ambon.

“Kita juga perlu berbangga, karena Modul Ajar ini merupakan Modul Ajar Literasi Keuangan Pertama di Indonesia untuk Tingkat SMP/MTs” kata Bodewin. Sementara itu kepala OJK Propinsi Maluku Haramain Billady menjelaskan, bahwa penyusunan dan penerapan Modul Ajar Literasi Keuangan ini. Akan dilakukan secara terintegrasi dalam mata pelajaran IPS di seluruh SMP/MTs di Kota Ambon.
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam implementasi Modul Ajar antara lain penerapan budaya belajar yang disiplin dan kreatif. Penguatan karakter kepada murid untuk bijak mengelola keuangan, jujur, bertanggung jawab. Serta membentuk budaya dan perilaku menabung di kalangan pelajar harus terus dikembangkan. Selain itu, Haramain Billady menambahkan bahwa penerapan Modul Ajar diharapkan dapat melahirkan desain pembelajaran.
Yang mengacu pada capaian pembelajaran yang telah ditentukan, pemilihan pendekatan praktek pedagogis yang tepa. Melibatkan para pihak dalam kemitraan pembelajaran, dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang memadai, sehingga tercapai profil lulusan murid SMP/MTs yang diinginkan. Lanjutnya, Modul Ajar ini telah disusun dengan penyesuaian dan penyelarasan.

Terhadap standar Capaian Pembelajaran yang telah ditentukan dengan memuat materi pembelajaran pada mata pelajaran IPS tingkat SMP/MTs antara lain: Pertama, Pemenuhan Kebutuhan melalui Kegiatan Ekonomi, kedua, Pasar, ketiga, Lembaga Keuangan, keempat, Peran Masyarakat dan Negara dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Era Digital
“Penyesuaian informasi, penguatan materi literasi keuangan, dan ketentuan terbaru di sektor jasa keuangan telah dilakukan penyelarasan dalam Modul Ajar dimaksud. Sehingga murid SMP/MTs di Kota Ambon akan semakin meningkat literasi keuangan mereka. Dan mendorong minat murid untuk mengakses produk keuangan formal, seperti Simpan Pelajar (SimPel)” ungkap Haramain.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh Pimpinan Perbankan di Kota Ambon, Perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (MGMP IPS) Kota Ambon. Dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kota Ambon. Melalui sinergi dan kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Ambon, OJK Maluku dan Lembaga Jasa Keuangan, maka peningkatan literasi dan inklusi keuangan akan dapat terwujud.(MB-01)