Ambon,MalukuBersatu.Com,-Proses penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026-2027 kini sementara berlangsung di semua jenjang dan salah satunya SMA Negeri 10 Ambon yang berlokasi di Latuhalat. Saat media ini mintai keterangan dari panitia seleksi ibu Matatula, dijelaskan. Untuk tahun ini proses penerimaan siswa baru di SMA 10 kami lakukan berdasarkan juknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku.

"Lanjutnya, dari juknis yang diperoleh itu sampai disekolah juknis itu panitia dengan kepsek, rangkumkan lagi menjadi juknis SMA Negeri 10. Dalam proses penerimaan murid dan sesuai kebijakan Dikbud ditahun ini penerimaan murid sudah berbeda dengan tahun kemarin. Prosesnya sudah melalui online dan linknya dari Dikbud. Selain itu proses penerimaan ada tahap pertama yang berlangsung pada (13-23/0/26/) dan pengumuman nanti (23/06/26)", jelasnya.
Diman SMA N 10 Ambon perolehan jatah atau kuota sebanyak 6 rombel dengan jumlah 216 murid yang harus diterima di lembaga ini. Dengan mengedepankan empat jalur yaitu, zonasi, afirmasi, prestasi dan mutasi. Dan ketentuan itu sangat dipatuhi, kini yang mendaftar sampai pada Jumat (19/07/26) baru sebanyak 175 masih belum memenuhi kuota yang ditetapkan oleh Dikbud Maluku.

"Dan kami menunggu gelombang kedua yang akan dibuka dari (24-30/06/26), sekali lagi sekarang kami merasa proses penerimaan murid lebih baik dari tahun kemarin. Dengan demikian kami yang sekolahnya berada di pinggiran ini berharap ada perhatian, karena jujur dari tahun ke tahun anak-anak yang ada di Latuhalat banyak memilih sekolah di kota", tuturnya
Padahal pemerintah sudah berupaya buat sekolah di sini untuk anak-anak kita tidak terlambat ke sekolah, tetapi itulah kenyataan yang kami dapatkan. Harapan juga dengan perubahan yang kini dibuat Dikbud biarlah terus terjadi dan kalaupun gelombang kedua ini berlangsung. "Mudah-mudahan kita bisa dapatkan kuota sesuai ketentuan Dikbud yaitu 6 rombel dengan jumlah siswa 316 murid", harap panitia pelaksana penerimaan murid.

Sementara itu, kepala sekolah saat dimintai komentar menyatakan, seperti yang dijelaskan panitia tahun ini sudah terjadi perubahan penerimaan. Dimana semuanya secara online dan diproses pada Dikbud Maluku, ini sesuatu hal sangat baik dan berdasarkan ketentuan itu. Maka kemungkinan besar kuota yang ditentukan kepada kami boleh terpenuhi untuk dapat mendidik anak bangsa yang ada di bumi Maluku.

"Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah melalui Dinas Pendidikan yang dipimpin DR Sarlota Singerin yang biasa disapa ibu Lou. Kami selalu berkolaborasi untuk bangun dunia pendidikan semakin baik dan bermutu di bumi Maluku. Untuk itu doa kami selalu menyertai pemerintah Propinsi Maluku dan Dikbud yang dikomandai Kadis ibu Singerin hingga selalu sukses dan bawa perubahan bagi Maluku pung Bae.

(MB-01)
Sumber : https://malukubersatu.com/panitia-sma-n-10-diberi-kuota-216-oleh-dikbud-belum-penuhi-amp-harap-tahap-dua-bisa-terjawab-detail-463412