Pemkot Ambon Kembangkan Layanan Kesehatan Digital Berbasis AI, 22 Puskesmas Disosialisasi

Pemkot Ambon Kembangkan Layanan Kesehatan Digital Berbasis AI, 22 Puskesmas Disosialisasi

Ambon,MalukuBersatu.Com,– Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dibawah kepemimpinan Wattimena-Toisuta,  terus mendorong transformasi pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital pada sektor kesehatan. Salah satu upaya yang dikembangkan adalah Aiko Health, layanan kesehatan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Melalui kolaborasi dengan GMANGO-Aiko Health,  terkait itu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, mengatakan.

img-1792722734.jpg

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses informasi kesehatan. Hingga memperoleh panduan awal, serta menemukan fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. “Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan",  tuturnya.

Selanjutnya, mempermudah konsultasi awal, serta membantu warga mendapatkan arahan mengenai fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Lekransy Kamis (22/10/2026) kepada pers. Aiko Health dirancang untuk menghubungkan masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas dan rumah sakit.

Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan dan melakukan triase awal sebagai panduan sebelum menentukan langkah pelayanan selanjutnya. Meski demikian, Lekransy menegaskan bahwa teknologi AI hanya berfungsi sebagai instrumen pendukung. Tidak menggantikan peran dokter maupun tenaga kesehatan profesional dalam menentukan diagnosis dan penanganan pasien.


Dukungan Pemkot Ambon terhadap pengembangan Aiko Health telah dimulai melalui pertemuan bersama Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, pada 20 Juni 2026 di Kantor Wali Kota Ambon. Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Kota Ambon, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Dalam kesempatan itu, tim GMANGO-Aiko Health memaparkan konsep transformasi kesehatan digital dan potensi pemanfaatan AI untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Langkah tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara GMANGO-Aiko Health dan Dinas Kesehatan Kota Ambon pada 4 Juli 2026.


Sebagai tindak lanjut kerja sama, tim Aiko Health melaksanakan sosialisasi dan pendampingan di 22 Puskesmas di wilayah Kota Ambon. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan penggunaan aplikasi sekaligus memberikan pemahaman kepada jajaran fasilitas kesehatan mengenai fungsi dan batasan teknologi AI dalam pelayanan kesehatan. 


Menurut Lekransy, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi, tetapi juga kesiapan tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan, serta koordinasi antar lembaga. Karena itu, penerapan teknologi perlu berjalan seiring dengan penguatan kapasitas tenaga pelaksana. Dan tetap mengutamakan pemeriksaan serta keputusan medis oleh tenaga profesional. Pengembangan kolaborasi tersebut kembali dibahas dalam pertemuan Pemkot Ambon dan GMANGO pada 15 September 2026 di Hutumuri.

Pertemuan yang dipimpin Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, ST., MT., itu melibatkan Dinas Kesehatan, Diskominfo, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta RSUD Kota Ambon.Pihak GMANGO dalam pertemuan tersebut diwakili antara lain oleh Jordi Ramos, Celine Wren, dan Natalie Neeley.


Lekransy menjelaskan, pembahasan diarahkan pada pengembangan konsep Healthy City dan Smart City, terutama melalui pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses layanan kesehatan dan memperkuat keterhubungan antara Puskesmas dan rumah sakit. Dengan sistem pelayanan yang lebih terkoordinasi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi dan arahan mengenai fasilitas kesehatan yang dapat diakses sesuai kebutuhan.


Selain mendukung akses pelayanan, pemanfaatan teknologi digital juga berpotensi membantu pemerintah dalam merencanakan kebijakan kesehatan berdasarkan kecenderungan kebutuhan masyarakat.Pengolahan data agregat dan anonim dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk membaca pola kebutuhan pelayanan, menetapkan prioritas, serta menyusun program kesehatan yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.


Namun, Lekransy mengingatkan bahwa pemanfaatan data kesehatan harus tetap memperhatikan perlindungan data pribadi. Pengelolaan informasi perlu dilakukan secara bertanggung jawab agar analisis kebutuhan pelayanan tidak membuka identitas maupun informasi pribadi pasien. “Pemanfaatan teknologi juga diharapkan mendukung pemerintah dalam memahami kecenderungan kebutuhan kesehatan masyarakat melalui pengolahan data agregat dan anonim,” jelasnya.


Ia menambahkan, kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kesehatan digital yang berkelanjutan. Keterlibatan Dinas Kesehatan, Diskominfo, Bappeda, DPMPTSP, RSUD Kota Ambon, jaringan Puskesmas, dan GMANGO-Aiko Health diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program tersebut.


Pemkot Ambon berharap pengembangan Aiko Health dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah akses informasi kesehatan. Membantu pencarian fasilitas pelayanan, dan mendukung koordinasi antar fasilitas kesehatan. Melalui pemanfaatan AI yang disertai penguatan peran tenaga kesehatan.

"Maka koordinasi lintas instansi, dan perlindungan data pribadi, transformasi kesehatan digital diharapkan dapat mendukung pelayanan yang lebih mudah dijangkau, responsif, dan berbasis data,” tandas Lekransy.(MB-01)

Sumber : https://malukubersatu.com/pemkot-ambon-kembangkan-layanan-kesehatan-digital-berbasis-ai-22-puskesmas-disosialisasi-detail-465117