AMBONMALUKUBERSATU.COM,- Satu-satunya bank milik daerah Maluku yaitu PT Bank Maluku/Malut, sehingga dengan demikian pemerintah daerah yang ada di 11 Kabupaten/kota berkewajiban miliki tanggungjawab penuh untuk membesarkannya. Dan hal itu terlihat jelas ditahun 2025 saat akan mengakhiri tahun yang disebut penuh efisiensi. Namun Bank Maluku/Malut berhasil sukses menutup buku tahun 2025 dengan kinerja keuangan yang solid, berkelanjutan dengan sangat baik.

Bank Maluku/Malut bersyukur di tengah dinamika industri perbankan nasional yang masih menghadapi tekanan profitabilitas, kenaikan biaya, serta perlambatan laba pada sejumlah ban. Tetapi ditengah tantangan tersebut, Bank Maluku/Malut mampu menunjukkan ketahanan fundamental yang kuat. Serta konsistensi pertumbuhan kinerja dan capaian itu mencerminkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan manajemen, disertai penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan.
Dengan terjadinya perubahan yang dilakukan oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dengan menetapkan para pimpinan maja aset tembus 10,5 Triliun Laba Melonjak Dua Digit. Hingga pada akhir Desember 2025, Bank Maluku Malut membukukan sejumlah capaian positif. Total aset tercatat sebesar Rp10,586 triliun, tumbuh 19,63 persen year on year (YoY) dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp8,848 triliun. Selain itu Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp6,067 triliun, meningkat 18,58 persen dari capaian 2024 sebesar Rp5,776 triliun.
Pertumbuhan ini mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terus menguat terhadap Bank Maluku/Malut. Dari informasi yang didapatkan media ini pada Senin (05/01/26), Penyaluran kredit juga menunjukkan kinerja positif dengan nilai mencapai Rp6,067 triliun. Itu berarti tumbuh 10,10 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5,511 triliun. Dilain sisi pendapatan operasional tercatat sebesar Rp1,190 triliun, meningkat 20,16 persen dari Rp990 miliar pada 2024.

Dari sisi profitabilitas, Bank Maluku/ Malut berhasil membukukan laba sebesar Rp247 miliar, tumbuh 14,12 persen dibandingkan laba tahun 2024 sebesar Rp216 miliar. Capaian tersebut menegaskan kemampuan bank untuk tumbuh melampaui tren industri, dengan tetap menjaga kualitas pertumbuhan. Dengan sangat terlihat baik maka membuat Rasio Keuangan Sehat dan Kuat. Dimana kinerja positif tersebut ditopang oleh rasio keuangan yang sehat dan solid.
Hingga Desember 2025, Bank Maluku Malut mencatatkan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 31,71 persen, jauh di atas ketentuan regulator. Return on Assets (ROA) berada di level 2,65 persen, Net Interest Margin (NIM) 7,80 persen, serta BOPO terjaga pada 75,09 persen.Kualitas aset juga tetap terjaga dengan NPL nett sebesar 1,20 persen, Loan to Deposit Ratio (LDR) 88,59 persen, serta komposisi dana murah (CASA) mencapai 51,34 persen. Rasio-rasio ini menunjukkan permodalan yang sangat kuat, profitabilitas yang stabil, serta efisiensi pengelolaan aset yang baik.
Disebutkan untuk terus menjaga keuangan Bank Maluku/Malut, maka diperkuat Permodalan Lewat KUB. Sebagai bagian dari penguatan struktur permodalan, Bank Maluku Malut telah memenuhi ketentuan POJK Nomor 12/POJK.03/2020 terkait pemenuhan modal inti minimum. Disebut, Pada Desember 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menyetujui pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank Maluku Malut dan Bank Jakarta.

Persetujuan ini menjadi tonggak strategis dalam memperkuat permodalan, tata kelola, serta sinergi bisnis, sekaligus meningkatkan daya saing Bank Maluku Malut di tingkat regional maupun nasional. Untuk itu Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, menegaskan. Bahwa capaian 2025 adalah hasil dari kehati-hatian, konsistensi, dan kepercayaan publik. “Di saat tekanan bisnis sedang dihadapi perbankan nasional, Bank Maluku/Malut justru mampu menutup 2025 dengan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
"Ini adalah bukti ketahanan fundamental serta kepercayaan masyarakat yang terus terjaga,” tegasnya. Dirinya berikan apresiasi untuk Pemangku Kepentingan Manajemen Bank Maluku/Malut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Maluku selaku Pemegang Saham Pengendali, Gubernur Maluku Utara. Para Bupati dan Wali Kota di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, DPRD. OJK, Bank Indonesia, regulator dan auditor, seluruh nasabah, pegawai, media massa, serta mitra kerja dan seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi dan dukungan seluruh pihak tersebut menjadi fondasi penting bagi Bank Maluku Malut dalam menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah yang berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku dan Maluku Utara. Terkait dengan semakin membaiknya keuangan tersebut, maka dirinya sangat optimisme Menyongsong 2026. Bank Maluku/Malut optimistis dapat melanjutkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Fokus diarahkan pada penguatan permodalan dan tata kelola, peningkatan kualitas kredit, efisiensi operasional. Optimalisasi sinergi KUB dengan Bank Jakarta, serta penguatan peran bank dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.Dengan fondasi keuangan yang kuat dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Bank Maluku Malut optimis dapat terus tumbuh sehat dan memberikan nilai tambah bagi daerah pada 2026 dan seterusnya. Sangat diyakini dengan perombakan yang dibuat Gubernur maka para pimpinan baru terbuka untuk publik.(MB-01)
Sumber : https://malukubersatu.com/pt-bank-maluku-malut-cetak-rekor-bersinar-gemilang-di-tahun-2025-siap-berikan-terbaik-di-tahun-2026-detail-461162