Ambon-MalukuBetsatu.Com,-Betty Sahertian selaku Direktur Politeknik Kesehatan Maluku Kementerian Kesehatan. Pada Jumaat (24/04/26) bertempat di Hotel Santika Premiere menyampaikan komitmen penuh lembaganya untuk terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi di wilayah Kota Ambon dan sekitarnya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan pers. 'Dikatakan berbagai langkah strategis telah disusun dan akan dijalankan", tuturnya.

Salah satunya adalah menjalin kerja sama penelitian dengan Universitas Indonesia. Kegiatan ini menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan dan program yang tepat sasaran. Serta disesuaikan dengan kondisi nyata yang ada di lapangan sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. Lebih lanjut dijelaskan pihaknya senantiasa memberikan dukungan sepenuhnya.
Terhadap setiap kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan. Khususnya dalam pelaksanaan program imunisasi bahkan, sejumlah tenaga pendidik di lingkungan lembaga dilibatkan secara langsung. Dan aktif dalam berbagai kegiatan pendukung, termasuk dalam pengembangan sistem kerja yang tergabung dalam jaringan undervach.id. Jaringan kerja tersebut dirancang khusus untuk memperlancar dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program imunisasi di daerah.
Keterlibatan tenaga pendidik diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dan keahlian yang dibutuhkan. Agar setiap kegiatan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama.disebutkan, program imunisasi tidak dapat dicapai hanya dengan upaya yang dilakukan secara terpisah atau sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama yang erat, terkoordinasi, dan bersinergi dari seluruh pihak yang memiliki peran dan tanggung jawab dalam bidang kesehatan.

Semua elemen harus bersatu padu dan bekerja sebagai satu tim yang solid, hal ini menjadi syarat utama agar berbagai program yang telah digagas dan ditetapkan oleh pemerintah dapat dilaksanakan. Terutama yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh, dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang diharapkan. Dalam pelaksanaan program penelitian yang telah disusun.
Dijelaskan pada tahun pertama pelaksanaan, yaitu tahun 2025, lembaganya telah menyelesaikan serangkaian kegiatan kajian. Penelitian tersebut menggunakan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan kuantitatif yang berfokus pada pengolahan data berupa angka, serta pendekatan kualitatif yang bertujuan menggali informasi mendalam. Seluruh informasi yang dikumpulkan meliputi berbagai kondisi yang ada di lapangan, pandangan masyarakat, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program kesehatan.
Hasil dari kedua jenis penelitian tersebut telah disusun dengan baik dan siap untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan langkah-langkah ke depan. Seluruh temuan dan hasil penelitian yang telah diperoleh kemudian dipaparkan secara rinci. Dan menyeluruh dalam kegiatan lokakarya kegiatan ini dirancang dengan harapan seluruh hasil kajian dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Kota Ambon serta seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Pemanfaatan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjangkau seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari Dinas Kesehatan Kota Ambon beserta seluruh jajaran kerjanya. Hingga aparat dan petugas yang bertugas di tingkat kelurahan dan desa. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang disusun nantinya dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh wilayah. Melalui kajian tersebut, diharapkan dapat dirumuskan berbagai kebijakan, langkah kerja, dan strategi yang tepat guna.
Untuk meningkatkan cakupan pelaksanaan imunisasi di Kota Ambon, setiap kebijakan yang dihasilkan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan agar hasilnya lebih efektif dan bermanfaat. Penyusunan kebijakan tersebut tidak hanya berlandaskan pada data dan hasil penelitian semata, tetapi juga mempertimbangkan berbagai masukan dan pandangan yang disampaikan oleh masyarakat setempat.
Olehnya, lokakarya yang melibatkan partisipasi berbagai pihak diselenggarakan sebagai wadah untuk menggali aspirasi dan informasi secara langsung. Dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, kebijakan yang dihasilkan nantinya diharapkan benar-benar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah. Hal ini menjadi kunci utama agar peningkatan cakupan imunisasi dapat tercapai secara signifikan dan berkelanjutan di wilayah Kota Ambon.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi di bidang kesehatan, Poltekkes Kemenkes Maluku juga berperan aktif dalam menyiapkan dan mencetak tenaga-tenaga kesehatan yang kompeten dan siap bertugas. Lembaga ini menghasilkan sumber daya manusia yang terampil di berbagai bidang, seperti kebidanan, keperawatan, gizi, sanitasi, hingga tenaga yang menguasai teknologi kesehatan. Seluruh tenaga kesehatan tersebut diharapkan dapat bekerja sama dan bersinergi.
Dalam melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan, termasuk program imunisasi. Lulusan yang dihasilkan telah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan profesional. Dengan mengusung moto “Rumah Bersaudara”, Poltekkes Kemenkes Maluku menyatakan kesiapannya untuk terus bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Khususnya Pemerintah Kota Ambon, dalam menangani berbagai permasalahan kesehatan. Kerja sama ini juga akan diperluas hingga ke wilayah lain seperti Masohi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas. Selain dukungan dalam bentuk tenaga ahli dan penyusunan kebijakan, lembaga ini juga menekankan pentingnya peran edukasi kepada masyarakat.

Berbagai kegiatan penyuluhan akan terus digalakkan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga akan pentingnya imunisasi bagi kesehatan anak-anak, guna menciptakan generasi yang sehat dan kuat di masa mendatang.(MB-01)
Sumber : https://malukubersatu.com/sahertian-kegiatan-penyuluhan-terus-digalakkan-tingkatkan-kesadaran-masyarakat-pentingnya-imunisasi-detail-462598