Sekda Didampingi Maya Lewerissa  Hadiri  Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok, Perkuat Semangat Hidup Orang Basudara

Sekda Didampingi Maya Lewerissa Hadiri Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok, Perkuat Semangat Hidup Orang Basudara

Maluku Tengah,MalukuBersatu.Com,-Sekretariat  Daerah Maluku Sadali Ie dida Didampingi ibu Maya Lewerissa  menghadiri  "Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok". Dan mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, membuka secara  Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026 yang berlangsung di Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan pasca-perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Sabtu (30/5/2026)

img-1780202763.jpg

Dalam kesempatan tersebut, Sadali  membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku. Dimana beliau menyampaikan permohonan maaf karena  tidak dapat hadir secara langsung ke kegiatan Festival ketupat.  Bertepatan dengan agenda kedinasan yang telah terjadwal sebelumnya dan tidak bisa ditinggalkan. Meski demikian, Gubernur menitipkan salam hormat kepada seluruh masyarakat Dusun Telaga Kodok.

img-1780202805.jpg

Dan mengapresiasi pelaksanaan festival yang terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Maluku. Bahkan  Gubernur menegaskan bahwa Festival Ketupat bukan sekadar agenda budaya dan wisata. Melainkan simbol kuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat hidup orang basudara. Yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur Maluku. Sehingga dirinya berikan apresiasi bagi masyarakat di Telaga Kodok karena terus melestarikannya.

img-1780203161.jpg
“Festival Ketupat merupakan bagian dari sukacita masyarakat pasca-perayaan Idul Adha yang bukan sekadar agenda budaya dan wisata. Lebih dari itu, festival ini menjadi simbol kuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat hidup orang basudara yang telah diwariskan oleh para leluhur di Maluku,” demikian kutipan sambutan Gubernur yang dibacakan Sekretaris Daerah  Sadali Ie.

img-1780202906.jpgimg-1780202922.jpg

Lanjutnya dengan mengusung tema “Datang sebagai Tamu, Pulang sebagai Keluarga dalam Bingkai Hidup Orang Basudara: Satu Ketupat, Seribu Cerita”. Ini dinilai mencerminkan karakter masyarakat Maluku yang terbuka, ramah, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan tanpa memandang perbedaan. Dan di balik tradisi ketupat yang diwariskan dari generasi ke generasi, terkandung nilai-nilai luhur seperti toleransi, gotong royong.

img-1780202944.jpg

Selain itu miliki solidaritas sosial yang tinggi dan persatuan dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Maluku. Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026 juga menjadi momentum istimewa karena menandai pelaksanaan festival untuk yang kelima kalinya sejak pertama kali digelar pada tahun 2022.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, festival ini terus berkembang dan mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Berawal dari inisiatif masyarakat untuk melestarikan tradisi pasca-Idul Adha serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan, Festival Ketupat kini telah menjadi agenda budaya yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar warga.

img-1780202977.jpg

Tetapi juga menjadi ruang promosi budaya lokal dan potensi pariwisata di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Konsistensi pelaksanaan festival dari tahun ke tahun menunjukkan komitmen masyarakat Dusun Telaga Kodok. Dalam menjaga warisan budaya leluhur sekaligus memperkenalkan semangat hidup orang basudara kepada generasi muda dan para pengunjung yang datang ke Maluku. Pemerintah Provinsi Maluku juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Telaga Kodok, pemerintah negeri.

Selain itu para raja, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, panitia penyelenggara, serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Yang telah berkolaborasi menyukseskan Festival Ketupat Tahun 2026. Selain sebagai upaya pelestarian budaya, festival ini juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan masyarakat.

img-1780203024.jpg

Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku berharap Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok dapat terus berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan. Yang mampu menarik wisatawan lokal, nasional, maupun manca negara. “Perbedaan yang kita miliki bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan mempersatukan kita dalam membangun Maluku maju, inklusif, berdaya saing, sejahtera,” ujarnya..

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat supaya  terus mempererat persatuan, menjaga nilai-nilai budaya, serta menanamkan semangat hidup orang basudara. Kepada para generasi muda agar warisan luhur dari para leluhur tetap hidup dan terjaga sepanjang masa. Usai menyampaikan  sambutan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa pada Festival Ketupat negeri Telaga Kodok.

img-1780203074.jpg

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku Nita Bin Umar yang juga anggota DPRD Propinsi Maluku. Raja Negeri Hitu Lama, Raja Negeri Hitumesing, serta Ketua Panitia Festival Ketupat. Melakukan pemukulan tifa secara bersama-sama sebagai tanda resmi dibukanya Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026.

Setelah prosesi pembukaan, Sekretaris Daerah bersama Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku, serta Raja Negeri Hitu Lama dan Raja Negeri Hitumesing. Lakukan peninjauan  stand-stand festival sebanyak 48 dan menikmati hidangan ketupat serta aneka sajian ikan yang telah disiapkan oleh panitia dan masyarakat setempat. Penyelenggaraan festival tahun ini mencatat peningkatan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya.

img-1780203182.jpg

Dimana ketupat yang dibuat pada festival tersebut berjumlah  total 40.552 ketupat yang disajikan kepada pengunjung. Hingga terjadi peningkatan  dikarenakan tahun kemarin itu berjumlah  39 ribu ketupat. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku, Nita bin Umar, Staf Ahli Bupati Maluku Tengah Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Zahlul Ikhsan.

Adalagi anggota DPRD Maluku Tengah, Dian Ruhunussa, serta Raja Negeri Hitu Lama dan Raja Negeri Hitu Meseng. Dan jumlah warga yang hadir ribuan orang sehingga negeri Telaga Kodok penuh sesak oleh masyarakat. Baik itu anak negeri maupun warga tetangga yang hadir menyaksikan sesuatu yang miliki arti persaudaraan itu. Setiap pengunjung diberikan kan makan sesuka hati namun tidak boleh dibawah pulang.(MB-01)

Sumber : https://malukubersatu.com/sekda-didampingi-maya-lewerissa-hadiri-festival-ketupat-dusun-telaga-kodok-perkuat-semangat-hidup-orang-basudara-detail-463145