Ambon,MalukuBersatu.Com,-Hut Kebudayaan Indonesia jatuh pada (17/10) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku. Pada Selasa (20/10/26) merayakan melalui bidang kebudayaan yang dipimpin Rina Lappy. Ibu Kadis Dr Loce Singerin berkenan memberikan sambutan kepada seluruh ASN yang kehadirannya sangat luar biasa itu. Sebelum sambutan ada beberapa catatan yang ingin saya tegaskan untuk kita bersama.
Seandai saya katakan salam budaya sampaikan lestarikan budayaku dan saya sebut Maluku Baik dijawab pasti baik-baik-baik. Ini mesti saya tebarkan bagi kita semua agar hidup selalu ada dalam budaya yang kebaikan. Disaat ini saya tidak perlu beretorika namun ada catatan-catatan penting dalam peringati hari Kebudayaan ditahun 2026 ini. Sesuai tema "Budaya Maju Indonesia berdaya", ini merupakan sesuatu dan mengandung makna.
Dimana kehidupan budaya sudah ada zaman para leluhur dan mereka teruskan kepada kami anak cucu dibumi Maluku. Sehingga budaya itu harus dihargai dilestarikan, tanpa ada kecuali untuk itu saya sampaikan catatan penting bagi seluruh insan pendidikan dalam lingkup Dikbud Maluku. Pertama, digelarnya HUT Kebudayaan tahun 2026 oleh Bidang Kebudayaan itu sangat perlu.

Dan didalamnya berkolaborasi bersama UPTD Taman Budaya yang dipimpin Plt Fence Mandaku, UPTD Museum Siwalima dipimpin Plt Helga Sahetapy. "Terlihat berjalan sangat baik ini suatu sukacita bagi kita semua, sebab diketahui Budaya adalah jati kita. Hingga jangan kehilangan akal sehat dalam hal berpakaian, haruslah berpenampilan dengan baik dan benar. Budaya dan identitas orang Maluku mesti jadi kekuatan besar kita", tuturnya.
Walaupun kini zaman digitalisasi jangan lupa budaya tetap harus lestari dalam hidup insan ASN Dikbud Maluku, seandainya ada yang beri salam balas dengan santun. Dan sedang bicara dengan seseorang haruslah berinteraksi dengan baik jangan perhatian lebih ke handphone. Kenapa saya tidak ijinkan ASN masuk ruangan saya tidak boleh bawa HP, tujuannya ajar berbudaya.

"Agar saat bicara serius jangan perhatian ke hp, Itu sangat tidak boleh karena budaya Maluku kita mesti saling menghargai. Dan budaya leluhur makan di meja makan juga sudah luntur. Mari kita lihat bersama, kalau dirumah saya jam 21.00 WIT, WiFi sudah dimatikan dan saling berinteraksi sebab itu bagian dari budaya. Kedua, budaya itu bagian dari persaudaraan orang Maluku", tandasnya.
Maka nilai-nilai budaya harus dipupuk bersama dalam persaudaraan dilingkup Dikbud dimana pada saat jam kerja tidak boleh ada yang mundar mandir. Kita harus tanamkan budaya kerja yang benar, dalam aturan kerja di Dikbud ada nomor telepon 267 yaitu relasi dan komunikasi perlu terbangun baik. Ketiga, budaya itu harus diwariskan kepada siapapun dan karena kita ada dalami lingkup dunia pendidikan.

Sebagai pimpinan saya harus sampaikan teladan, disiplin dan tangguh dalam bekerja itu harus dibudayakan. Pekerjaan tidak boleh ditunda harus selesaikan sebab itu dan ingat budaya dihadirkan untuk membentuk karakter kita masing-masing. "Jadi semua yang benar, yang baik itu harus dibudayakan secara bersama baik itu budaya pada seni tarian, musik mesti di kembangkan", harapnya.
Dan terakhir budaya harus hidup dalam kerja kita baik itu budaya identitas, keteladanan, kebersihan dan semuanya mesti saling kolaborasi. Sehingga kita kompak dalam pelayanan yang berkualitas pada budaya saling mendukung, menggendong, mendorong bukan saling baku kuku. Kita tidak boleh jadi seperti budaya Kepiting orang sudah naik ditarik jatuh.

"Semua kita adalah orang beragama patut terapkan budaya dalam keluarga, sebab dari sesuatu yang baik kita akan peroleh yang terbaik. Generasi kedepan adalah calon pimpinan kita mesti bentuk hati diri mereka. Saya berterimakasih untuk kegiatan yang luar biasa ini, sudah untuk kedua kali dibuat ke depan akan dibuat semakin baik dari yang sekarang", pinta Kadis.

Saya ingin bapak ibu lakukan semua yang baik dalam kebersamaan, kegiatan ini buat kita bahagia teruslah berbudaya. Sebab kebaikan akan menjadi modal bagi kita di pintu surga di dunia ini tidak ada yang abadi. Untuk itu mari kita wariskan yang baik-baik demi anak cucu , mari melangkah dalam budaya hidup bersama yang merupakan bingkai kebersamaan".(MB-01)
Sumber : https://malukubersatu.com/singerin-budaya-berkarakter-harus-tertanam-dalam-hati-dilestarikan-bagi-generasi-penerus-bangsa-detail-465069