Singerin : Gelar Festival Pendidikan, Menyatukan Kabupaten/Kota Tidak Boleh Ada Perbedaan

Singerin : Gelar Festival Pendidikan, Menyatukan Kabupaten/Kota Tidak Boleh Ada Perbedaan

Ambon,MalukuBersatu.Com,-Dinas Pendidikan dan kebudayaan Propinsi Maluku dibawah kepemimpinan Sarlota Singerin, kini memberikan sesuatu yang berarti pagi dunia pendidikan. Dimana tidak hanya fokus kepada guru tetapi murid juga mesti punya peranan. Hingga menjelang hari pendidikan tahun 2026, Dikbud melalui UPTD Taman Budaya mengelar festival pendidikan dengan sebut gelar seni budaya pelajar. Menyambut suasana yang penuh keharmonisan ibu kadis Sarlota Singerin dalam sambutannya menyatakan.

img-1777362047.jpg

Kegiatan luar biasa ini dibuat karena merasa terpanggil untuk  berjuang bersama berikan perubahan dalam dunia pendidikan. Yang mana  harus di resapi oleh seluruh elemen dari kota sampai desa-desa, tingkatkan 
Kualitas dan mutu pendidikan. Dan melalui pelaksanaan program kegiatan seni budaya dan sains yang inklusif bagi pelajar tingkat SMA/SMK dan SLB Provinsi Maluku kita gebiarkan untuk bangun Maluku melalui generasi  muda Maluku.

"Dihadapan Wakil Gubernur Abdullah Vanath, seluruh OPD,  para k pake dan dewan guru serta peserta didik, saya ingin sampaikan. Baru tahun lebih lagi  pertama kali  festival pendidikan diadakan.  Akan berlangsung dari (28-04/2/05/26) sebagai bentuk apresiasi kita menjemput perayaan hari pendidikan nasional (02/05/26) dengan tema " harmoni talenta beta". Yang menggambarkan Beta itu menjiwai Katong samua", ungkapnya.

img-1777362060.jpg

Serta dimaknai  sebagai sistem budaya yang dimiliki individu dan komunitas seni seperti. Seniman, tradisi kreator muda dan sangkar budaya yang perlu diidentifikasi dan dikembangkan secara berkelanjutan. Melalui sistem manajemen tradisional cerminkan keselarasan antara individu dan komunitas tradisi dan inovasi lokal. Kadis sebut, sedangkan  harmoni adalah nilai budaya yang hidup dalam musik dan kehidupan sosial masyarakat.

"Sekaligus menjadi prinsip utama dalam pengelolaan talenta seni budaya  bagai jati diri orang Maluku. Kata beta bukan sekedar kata ganti orang pertama tetapi mencerminkan kedekatan kerendahan hati dan kasih dalam budaya Maluku. Mencerminkan rasa kekeluargaan dan semangat hidup saudara yang menjadi nilai inti masyarakat Maluku. Beta bagian dari bahasa daerah yang kaya akan filosofi hidup menjadi simbol kuat pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi", tuturnya.

img-1777362070.jpg

Semua tang ditampilkan diharapkan mampu memperkuat peran dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Maluku melalui UPTD sebagai pusat pengelolaan talenta yang selaras dengan manajemen nasional.  Nilai harmoni budaya Maluku sesuatu yang penuh arti  berisi makna yang keberlanjutan. Dan di festival pendidikan ini ditampilkan  beberapa kegiatan antara lain gelar seni budaya pelajar,  ekspo karya unggulan dan pojok literasi.

Gelar seni budaya pelajar diikuti 25 SMA/SMK dan SLB se-Provinsi Maluku dengan menampilkan  teknologi inovasi dan kewirausahaan. Diikuti oleh 23 peserta 17 SMA dan 6 SMK, pojok literasi diikuti oleh 50 orang terdiri dari empat 40 orang siswa dan 10 orang pendamping dari 10 SMA/SMK di kota Ambon. Kami sangat mengapresiasi antusias sekolah-sekolah yang berpartisipasi pada festival pendidikan tahun 2026 provinsi Maluku.

img-1777362086.jpg

"Lanjutnya penyelenggaraan efend ini  tertampung pada  anggaran DPA SKPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku. Sebelum mengakhiri  laporan ibu kadis sampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya.  Kepada. Gubernur Maluku Hendrik  Lewerissa yang telah  mendukung kami hingga terselenggara kegiatan ini,  terima kasih Wakil Gubernur Abdullah Vanath bersama seluruh OPD. Kehadiran semua secara bersama di tempat ini adalah sesuatu yang sangat begitu positif yang kami dari adikbud Maluku rasakan.

Terima kasih kepada para  kepala sekolah SMA/SMK dan SLB se-Maluku yang telah mendukung penyelenggaraan festival pendidikan.  Demikian yang dapat kami sampaikan selanjutnya kami mohon kesediaan bawah wakil gubernur memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan festival pendidikan tahun 2026.

img-1777362102.jpg

(MB-01)

Sumber : https://malukubersatu.com/singerin-gelar-festival-pendidikan-menyatukan-kabupaten-kota-tidak-boleh-ada-perbedaan-detail-462664