Ambon,MalukuBersatu.Com,-Pemerintah Propinsi Maluku, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, yang kini dipimpin Dr Sarlota Singerin, pada Senin (13/007/36). Mengelar seminar dan launching budaya sekolah aman dan nyaman berlangsung di aula Dikbud Maluku. Dikesempatan itu Kadis berkenan melaporkan, kegiatan luar biasa yang boleh terlaksana melalui pendekatan literasi keagamaan lintas budaya (LKLB).

Untuk diketahui Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang diwakili Sekda Maluku Sadali Ie. Apa yang kini siap di launching berkat kolaborasi dengan berbagai lembaga. Saya berterimakasih hadir Perwakilan PUSPEKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia; Staf Direktur Perwakilan Ahli. Eksekutif Asisiten/ INOVASI; kepala Institut OPD Leimena Pa Matius Ho.
Hadir juga beserta Staf Perwakilan Sasakawa Peace Foundation; Kepolisian, Para Kepala sekolah, Para guru, narasumber. Selain itu utusan dari seluruh sekolah SMA/SMK/SLB, pengawas kalangan pendidik se-Provinsi serta mitra akademisi. Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kita boleh berkumpul untuk melaksanakan suatu kegiatan yabg sangat bc aik.

"Lanjutnya, kegiatan sekolah budaya aman dan nyaman melalui Pendekatan Literasi Seminar Keagamaan dan Launching Lintas Budaya Sekolah. Semua yang kita selenggarakan menuju Pendidikan yang bermutu tidak hanya diukur dari prestasi akademik peserta didik. Tetapi juga dari kemampuan sekolah menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan membahagiakan.
Sekolah harus menjadi ruang yang menumbuhkan karakter, memperkuat toleransi, menghargai keberagaman. Serta melahirkan generasi yang mampu hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan. Komitmen tersebut sesungguhnya telah dibangun di provinsi Maluku melalui kemitraan yang erat antara.

Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen Dr.Jacob Bernadus Sitanala, Yayasan AlHilal; Yayasan Afatah, Yayasan Sombar dan beberapa Perguruan Tinggi Agama, dengan Institut Leimena. Lanjutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku telah bersama Institut Leimena, Sasakawa Peace Foundation menyelenggarakan seminar dan peluncuran Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keahian, yaitu akademisi, PUSPEKA, Institut Leimena, BKKBN, Dinas Kesehatan, Kepolisian, psikolog, dan praktisi pendidikan. Sehingga peserta memperoleh perspektif yang komprehensif mengenai perlindungan anak, kesehatan mental. Pencegahan kekerasan, penguatan karakter, serta pembangunan budaya damai di sekolah.

Adapun peserta kegiatan ini berjumlah 120 orang, terdiri atas kepala sekolah dan guru dari delapan Sekolah Model LKLB. Pengawas sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, serta kepala sekolah dan guru yang akan menjadi penggerak implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Provinsi Maluku. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir para agen perubahan yang mampu menggerakkan transformasi budaya sekolah Aman Nyaman.
Dengan pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya di satuan pendidikan masing-masing, sehingga setiap sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, inklusif, sehat, dan membahagiakan bagi seluruh peserta didik. Kami juga perlu melaporkan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan wujud nyata tata kelola kolaboratif yang terus dibangun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.

Dukungan penuh pembiayaan kegiatan ini berasal dari Program INOVASI dan Institut Leimena sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku dalam pengembangan mutu pendidikan. Sinergi ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan dapat terus berjalan melalui kemitraan yang saling menguatkan antara pemerintah, lembaga pembangunan, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Di tengah kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Maluku yang masih menghadapi berbagai tantangan, kami memilih untuk memperluas kolaborasi daripada membatasi ikhtiar. Kami meyakini bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh membatasi hadirnya inovasi dan pelayanan pendidikan yang bermutu. Justru melalui kepercayaan para mitra, kita mampu menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas guru.

Penguatan karakter peserta didik, dan transformasi budaya sekolah. Kepercayaan yang diberikan oleh PUSPEKA, Institut Leimena, Program INOVASI, dan Sasakawa Peace Foundation merupakan pengakuan. Bahwa Maluku memiliki komitmen yang kuat untuk terus berbenah dan menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak anak Maluku.
Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat jejaring kemitraan dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi, lembaga pembangunan, dunia usaha, organisasi masyarakat. Serta seluruh pemangku kepentingan, karena kami percaya bahwa kolaborasi adalah energi baru bagi transformasi pendidikan di bumi Maluku, par Maluku pung Bae.(BM-01)
Sumber : https://malukubersatu.com/singerin-lounching-budaya-sekolah-aman-nyaman-melalui-pendekatan-lklb-detail-463775