Singerin : Pembenahan Pendidikan Mulai  wilayah 3T Dan  Masuk kota Ambon

Singerin : Pembenahan Pendidikan Mulai wilayah 3T Dan Masuk kota Ambon

Ambon,MalukuBersatu.Com,-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku, Sarlota Singerin, saat dimintai komentar terkait dengan harapan dari Gubernur Maluku. Kepada para eselon II yang telah dilantik untuk segera lakukan langkah-langkah pembenahan membantu kerja  Gubernur dan Wakil Gubernur. Saat media ini memintakan komentar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd.,M.Pd. dengan penuh tanggungjawab menyatakan. img-1771935734.jpg

"Saya  fokus pada pembenahan bidang  pendidikan mulai dari  wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Selanjutnya masuk kota Ambon propinsi Maluku. Apa yang saya jalankan tersebut  sejalan dengan visi dan arah kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.  Lakukan pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan sebagai prioritas utama.  Lanjutnya, sebagai seorang mantan guru SMP dan SMA, Kadis miliki pengalaman  yang cukup banyak.  

Dengan mengatakan  tantangan pendidikan di Maluku memiliki karakteristik geografis yang unik. Sebab kita ini daerah kepulauan, keterbatasan infrastruktur, distribusi tenaga pendidik yang belum merata. Ini semua akan dibenahi agar  pendidikan dari daerah 3T dapat terselesaikan. Dengan sebut  pendidikan di Maluku tidak bisa dikelola dengan pendekatan biasa. Kita harus pahami karakter wilayah kepulauan dan pastikan kebijakan benar-benar sentuh sekolah-sekolah di daerah 3T.

img-1771936177.jpg

Lanjutnya ada beberapa hal penting yang akan dikedepankan terhadap pendidikan di Maluku tercinta. Pertama melihat kembali  kondisi riil sekolah di wilayah 3T. Baik dari sisi sarana-prasarana, kebutuhan guru, maupun capaian mutu pembelajaran. Dan  Pemetaan akan menjadi dasar perencanaan program yang lebih tepat sasaran. Kedua, penguatan dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Dimana harus  berkualitas pendidikan sangat ditentukan oleh  pelatihan berkelanjutan, supervisi akademik yang lebih intensif.

Penataan distribusi guru agar tidak terjadi ketimpangan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil. Ketiga, optimalisasi pemanfaatan teknologi pembelajaran di era digital. Untuk itu  Dinas Pendidikan akan menjajaki penguatan sistem pembelajaran berbasis teknologi. Hingga  dukungan perangkat dan jaringan secara bertahap akan masuk di sekolah-sekolah.

"Itulah yang menjadi perhatian saya bangkitkan pendidikan dibumi Maluku dan langkah ini selaras dengan Sapta cita Gubernur. Mewujudkan layanan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan. Pemerataan akses bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diterjemahkan dalam kebijakan nyata. Orang nomor satu di Dikbud Maluku sebut pentingnya sinergi lintas sektor",  tandasnya.

.img-1771936528.jpg

Sebab persoalan pendidikan di wilayah 3T tidak dapat diselesaikan oleh Dinas Pendidikan semata, harus dukungan pemerintah daerah, legislatif,  pemangku kepentingan dan lainnya. “Kolaborasi adalah kunci kita memastikan anak-anak Maluku, di mana pun mereka berada, mendapatkan hak pendidikan yang layak dan bermutu,” ujarnya

Sebagai pimpinan dirinya, berkomitmen kedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program dan anggaran pendidikan.  Ditekankan kepercayaan publik terhadap sektor pendidikan harus dijaga marwanya melalui tata kelola yang bersih dan profesional. Langkah cepat pasca pelantikan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku buat karena  tidak ingin berjalan di tempat.

img-1771936636.jpg

Ke depan, publik menaruh harapan besar agar komitmen tersebut tidak berhenti pada tataran wacana. Tetapi   diwujudkan dalam program nyata yang terukur dan berkelanjutan.(MB-01)


Sumber : https://malukubersatu.com/singerin-pembenahan-pendidikan-mulai-wilayah-3t-dan-masuk-kota-ambon-detail-461861