Ambon,MalukuBersatu.Com,-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku, Sarlota Singerin, saat dimintai komentar terkait dengan harapan dari Gubernur Maluku. Kepada para eselon II yang telah dilantik untuk segera lakukan langkah-langkah pembenahan membantu kerja Gubernur dan Wakil Gubernur. Saat media ini memintakan komentar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd.,M.Pd. dengan penuh tanggungjawab menyatakan. 
"Saya fokus pada pembenahan bidang pendidikan mulai dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Selanjutnya masuk kota Ambon propinsi Maluku. Apa yang saya jalankan tersebut sejalan dengan visi dan arah kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku. Lakukan pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan sebagai prioritas utama. Lanjutnya, sebagai seorang mantan guru SMP dan SMA, Kadis miliki pengalaman yang cukup banyak.
Dengan mengatakan tantangan pendidikan di Maluku memiliki karakteristik geografis yang unik. Sebab kita ini daerah kepulauan, keterbatasan infrastruktur, distribusi tenaga pendidik yang belum merata. Ini semua akan dibenahi agar pendidikan dari daerah 3T dapat terselesaikan. Dengan sebut pendidikan di Maluku tidak bisa dikelola dengan pendekatan biasa. Kita harus pahami karakter wilayah kepulauan dan pastikan kebijakan benar-benar sentuh sekolah-sekolah di daerah 3T.

Lanjutnya ada beberapa hal penting yang akan dikedepankan terhadap pendidikan di Maluku tercinta. Pertama melihat kembali kondisi riil sekolah di wilayah 3T. Baik dari sisi sarana-prasarana, kebutuhan guru, maupun capaian mutu pembelajaran. Dan Pemetaan akan menjadi dasar perencanaan program yang lebih tepat sasaran. Kedua, penguatan dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Dimana harus berkualitas pendidikan sangat ditentukan oleh pelatihan berkelanjutan, supervisi akademik yang lebih intensif.
Penataan distribusi guru agar tidak terjadi ketimpangan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil. Ketiga, optimalisasi pemanfaatan teknologi pembelajaran di era digital. Untuk itu Dinas Pendidikan akan menjajaki penguatan sistem pembelajaran berbasis teknologi. Hingga dukungan perangkat dan jaringan secara bertahap akan masuk di sekolah-sekolah.
"Itulah yang menjadi perhatian saya bangkitkan pendidikan dibumi Maluku dan langkah ini selaras dengan Sapta cita Gubernur. Mewujudkan layanan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan. Pemerataan akses bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diterjemahkan dalam kebijakan nyata. Orang nomor satu di Dikbud Maluku sebut pentingnya sinergi lintas sektor", tandasnya.
.
Sebab persoalan pendidikan di wilayah 3T tidak dapat diselesaikan oleh Dinas Pendidikan semata, harus dukungan pemerintah daerah, legislatif, pemangku kepentingan dan lainnya. “Kolaborasi adalah kunci kita memastikan anak-anak Maluku, di mana pun mereka berada, mendapatkan hak pendidikan yang layak dan bermutu,” ujarnya
Sebagai pimpinan dirinya, berkomitmen kedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program dan anggaran pendidikan. Ditekankan kepercayaan publik terhadap sektor pendidikan harus dijaga marwanya melalui tata kelola yang bersih dan profesional. Langkah cepat pasca pelantikan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku buat karena tidak ingin berjalan di tempat.

Ke depan, publik menaruh harapan besar agar komitmen tersebut tidak berhenti pada tataran wacana. Tetapi diwujudkan dalam program nyata yang terukur dan berkelanjutan.(MB-01)