Ambon,MalukuBersatu.Com,-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku DR Sarlota Singerin, hari ini Senin (29/06/26). Berkenan hadir untuk membuka kegiatan Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) pada SMA Negeri 1 Ambon. Sebelum sampaikan sambutan, orang nomor satu di Dikbud Maluku menyatakan, kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat KemurahanNya, Maluku memperoleh bantuan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dari Kemendikdasmen.

Dan SMA Negeri Ambon ditunjuk sebagai sekolah induk, ingga dihari ini telah hadir para nara sumber yang luar biasa untuk berikan pelatihan kepada para guru SMA N 1 Ambon. Persiapkan diri sebagai pengajar pada SMA N 1 SBB, SMA N 1 SBT dan SMA N 3 Kepulauan Aru. "Saya perlu sampaikan rasa hormat kepada tim pemantau, SMA Negeri 1 Ambon bersama dengan para guru yang dipercayakan sebagai sekolah pelaksanaan pendidikan jarak jauh", tuturnya.
Selain itu saya sangat bangga bagi tiga kepala sekolah yang telah siapkan siswa untuk ikuti proses pada pembelajaran jarak jauh. Lanjutnya, marilah kita semua sambut kegiatan ini dengan penuh sukacita. PJJ ini saya sebut berkat, kenapa sebab kita peroleh bantu untuk menyetarakan pendidikan didaerah dalam hal ini terpencil terluar terdepan dan ditambah satu lagi terlupakan.

"Saya berikan apresiasi pada Kementerian Pendidikan dasar dan menengah. Dalam kerjasama dengan pemerintah provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku. Salah satu sekolah yaitu SMA Negeri 1 Ambon, dipercayakan menjadi sekolah induk penyelenggara program pendidikan jarak jauh", tandasnya
Kami berterima kasih dan mengapresiasi sebab saat ini Maluku, diperhadapkan tantangan yang tidak bisa kita pungkiri adalah tantangan geografi. Namun semua yang dihadapi diyakini sebagai tantangan yang kemudian memecahkan cara melayani kita terhadap anak-anak terutama di tiga T. Lanjutnya, kita propinsi kepulauan yang punya keterbatasan terhadap transportasi.

Dimana berbagai hal miliki masalah pada kondisi luat yang tak menentu sehingga menghambat mobilitas guru peserta didik bahkan distribusi sarana. Dan kepedulian dari kementrian dengan melibatkan SMA N 1 sebagai induk PJJ dipropinsi Maluku kami menyambut nya dengan ungkapan syukur. Bahwa dapat membantu Maluku sebagai daerah kepulauan bertemu dengan kesenjangan. Seperti belum ada listrik, internet, jaringan telekomunikasi yang belum merata pada seluruh wilayah.

"Selain itu distribusi guru yang belum seimbang dimana mengalami kekurangan guru terutama di pulau-pulau kecil yang terdepan, terluar dan tertinggal. Disisi lain biaya operasionalkan yang lebih tinggi dan juga distribusi sarana prasarana menjadi tantangan yang luar biasa. Untuk itu sekali lagi terima kasih pada kementerian pendidikan dalam kerjasama yang baik bagi pendidikan jarak jauh", ungkapnya.
sembari tambahkan masih ada lagi satu kabupaten yang belum ditambahkan Kabupaten Maluku Barat Daya. Kami yakin sekolah jarak jauh ini adalah jembatan yang menggerakkan pemerataan pendidikan di Maluku. Sebab program ini menghadirkan layanan pendidikan lebih dekat kepada peserta didik tanpa mengabaikan standar yang lainnya dengan lingkungan sekolah induk dan guru yang kompoten.

Ada lagi teknologi pembelajaran yang memadai serta sistem pendampingan yang baik kita dapat menghadirkan di pulau-pulau terluar terjauh dan Tertinggal. Karena itu para ibu dan kepsek, diharapkan bantuan penuh dari Negeri 1 Ambon teristimewa dewan guru sebagai pengajar yang akan dilatih. Berikanlah hati ketika mengajar jangan seperti yang disampaikan pemantau dari pusat pendidikan jarang-jarang.
"Saya akan kolaborasi dengan UT yang telah menawarkan kerja sama dan mungkin mekanisme mengajar yang akan kita blending. Untuk memudahkan bagaimana melayani pendidikan jarak jauh. Sebab tantangan kita hari ini adalah bagaimana merencanakan pembelajaran bagaimana melaksanakan apalagi mengevaluasi ini tantangan yang perlu sekali diperhatikan.

Sebab kita mengharapkan input yang seimbang, dan berharap SMA Negeri 1 akan menjadi pilar untuk mendeklarasikan bahwa satu sekolah induk berdampak kalau ada fasilitas yang keberpihakan dinas pendidikan. Maka untuk itu kepada bapak ibu guru akan kami siapkan untuk membantu melayani pendidikan sehingga semangat untuk melayani dapat berjalan dengan baik.
Dalam artian untuk dapat mengakses kekurangan kuota untuk mengakses dan mengawal pendidiksn. Nanti kita akan berkolaborasi sebab Dikbud harus berpihak dikarenakan pekerjaan ini merupakan yang paling mulia. Inilah kerinduan propinsi Maluku agar pemerataan mutu pendidikan terwujud. Tambahnya, kita kini sementara berada pada SPMB dimana tidak dapat bendung dan pungkiri.

murid yang lulus SMP banyak memilih sekolah SMA N 1, SMA N 2 dan SMA N 11, yang menurut kami terkait itu belum banyak yang dapat kita perbuat. Dikarenakan akar masalah soal pemerataan guru belum merata pada semua sekolah.(MB-01)