Ambon,MalukuBersatu.Com,-Pekan bulan bahasa yang diturunkan pusat ke seluruh propinsi bertujuan untuk masyarakat terutama peserta didik dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Dan setiap sekolah cara pelaksanaannya beda-beda, seperti pada SMA Negeri 3 Ambon yang dipimpin Plt Yasina Hetarion. Mengelar pekan bulan bahasa dikota Tual, kepada media ini Kamis (22/10/26) guru pendamping ibu Souhoka menceritakan.

Pekan bulan bahasa oleh SMA Negeri 3 Ambon setiap tahun lakukan diluar daerah. Dengan tujuan untuk kita saling berbagi dengan sekolah lain, untuk sama-sama dapat gunakan bahasa yang baik dan benar. Dan kegiatan ini untuk SMA N 3 Ambon sudah berlangsung selama ke-18 mulai dari tahun 2008. sebab merupakan program kerja OSIS dan juga program kerja sekolah.
"Rencana tahun ini ke Tual diawali komunikasi dan berkoordinasi ibu kepsek dengan sekolah tujuan. Setelah disetujui maka dalam sebulan penuh panitia bekerja ekstra persiapkan berbagai kegiatan yang harus digelar. Dan mengunakan kapal laut rombongan berjumlah 135 terdiri dari guru 22 dan pengurus OSIS serta para siswa kami menuju kota Tual. Sangat bersyukur karena diterima dengan penuh eforia oleh SMA N 1 Kota aTual", tutur Souhoka.

Selama tiga hari berbagai kegiatan, anak-anak belajar bagaimana berdialog sesuai bahasa yang benar. Semua acara yang mengambil peran adalah pengurus OSIS, baik itu berupa akademik maupun non akademik. Untuk non akademik berupa seni didalamnya ada tarian, puisi dan lainnya. Untuk olahraga, kami bawa tim voli, futsal, karate dan lainnya.
Seakan akademik dibuat seminar, dialog interaktif, rangking satu, berdiskusi yang dibagi dalam kelompok. Dari semua kegiatan yang paling ditonjolkan bahasa Indonesia harus dikedepankan. "Itu yang dibuat OSIS sedangkan guru melakukan sharing mata pelajaran, sering komite karena hadir juga komite dari SMA N 3 Ambon", sebutnya.
Berbagai kegiatan kami saling berbagi, satu hal menarik yang kami dapatkan SMA Negeri 1 Tual program yang tidak dimiliki yaitu tim jurnalis yang sangat lengkap. Dan itu hal baik untuk diambil terhadap pengembangan sekolah, selanjutnya pada hari terakhir di Kota Tual kami gelar pentas seni. Yang sangat mendapat apresiasi positif dari kepsek, dewan guru dan para siswa SMA N 1 Tual.
Dimana para siswa SMA N3 Ambon tampilkan empat bahasa yaitu Indonesia, Inggris, Jerman dan Kei sebagai bahasa daerah. Cara itu dibuat mengajak generasi pemuda melestarikan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Sebelum kembali ke kota Ambon lakukan anjang sana ke tempat-tempat wisata. Disitu kami mesti memahami tidak sebarang memasuki lokasi wisata semua mesti melalui prosesi adat.

Sesuatu yang sakral dan penuh hikmah dimana kebudayaan dan sejarah Maluku itu sangat luar biasa disetiap daerah. Memiliki keunikan tersendiri. Itulah kemahakuasaan Tuhan yang patut disyukuri dan anak-anak diajak untuk lebih menghargai budaya menjaga sikap. Satu hal lagi yang membuat kami merasa kegiatan di Tual sangat berarti dimana Walikota meluangkan waktu untuk bertemu dengan kami di pendopo.
"Walikota Yang Renuar menerima kami dengan penuh sangat bahagia, menyampaikan kegiatan ini sebagai pengikat orang Basudara. Kolaborasi yang terbangun antara SMA Negeri 3 Ambon dan SMA Negeri 1 Tual buka lembaran sejarah yang luar biasa bagi dunia pendidikan. Membangun mutu pendidikan itu sangat perlu hingga generasi muda Maluku kedepan semakin baik dan berkualitas", tandasnya.

"Disaat selesai pertemuan dan makan bersama berlanjut saling bertukar cendramata. Dari peserta didik SMA N 1 Ambon menyerahkan anakan pala yang merupakan hasil dari pembibitan para siswa. Pa Walikota menerima dengan rasa bangga. Itulah proses kunjungan kami pada pekan bulan bahasa yang berlangsung di kota Tual tepatnya SMA Negeri 1", tuturnya guru bahasa Inggris yang membidangi kesiswaan (MB-01)