Ambon,MalukuBersatu.Com,-Sekolah-sekolah di Indonesia termasuk Propinsi Maluku, sesuai kebijakan Pemerintah Pusat Dan Daerah. Pada saat pelaksanaan pembelajaran tahun ajaran baru (2026/2027) diwajibkan lakukan program "Gemas" gerakan ayah mengantar anak ke sekolah . Dan itu sangat jadi perhatian para kepala seluruhnya dikarena mendapat arahan dari ibu kadis Pendidikan

Saat media ini berkesempatan wawancarai kepala sekolah SMA N 4 Ambon, Mezack Tentua dikatakan, Gerakan ayah antar anak ke sekolah (Gemas) telah berlangsung pada SMA N 4 Ambon dan berjalan sangat baik. Dimana cmkegiatan "Gemas" awal masuk ayah mengantar anak dan kemudian dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran (2026/2027).

"Dikatakan, pada lembaga kami hari pertama yang hadir wakili antar ayah itu pemerintah dari Damkar Kota Ambon. Kepala Dinas bersama staf, sebagai pimpinan sekolah beta melihat ini sebagai suatu hal yang positif. Musti dikatakan selama ini bukan ayah, tidak memberikan perhatian, tetapi kadang kala peran ini lebih banyak ditangani ibu-ibu. Jadi program itu telah membuat semua proses pendidikan anak berjalan dengan baik.
Untuk SMA N 4 Ambon banyak sekali orang tua yang mengantar anak dalam hal ini kepala keluarga, dan semuanya boleh berjalan baik. Mudah-mudahan di tahun depan ini lebih ditingkatkan lagi bukan saja soal mengantar yang berkaitan dengan ceremony. Tapinya soal bagaimana perhatian orang tua kepada anak-anak di sekolah dan anak-anak punya jam pelajar selama berada dirumah.

Selain itu perhatian orang tua terhadap anak-anak punya kebutuhan pendidikan, serta perlu sinergi antara sekolah dan orang tua itu sangat penting. Dan Gemas ini harus betul-betul tersosialisasi dengan baik untuk tumbuhkan karakter anak. Karena orang tua antar anak-anak ke sekolah itu psikologisnya beda oleh itu penting dan miliki makna berarti.
Saat ditanyakan soal penerimaan siswa baru, kita berdasarkan romber yang ditentukan oleh Dikbud Maluku disahkan oleh Gubernur Maluku. SMA N 4 Ambon sebanyak 11 romber dengan jumlah siswa baru sebanyak 396 siswa. Kami tidak lagi menerima siswa baru sebab takut bermasalah karena berkaitan dengan dapodik kami tidak mau bermasalah.

"Mengakhiri komentarnya kepada media, Kepala Sekolah yang sangat akrab dengan wartawan itu mengatakan. Sebagai pimpinan sekolah saya berharap, proses pembelajaran tahun pelajaran baru merupakan awal yang baik. Untuk kita sama-sama berikan perhatian pada peningkatan kualitas pendidikan dengan telah adanya program Gemas", tuturnya.
"Dikarenakan, semua proses yang sudah baik ini berkat perhatian penuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dibawah kepemimpinan yang kini dipimpin Dr S Singerin. Dinas terus berikan perhatian dan itu merata pada semua sekolah di Maluku. Dimana Dikbud terus terus mendorong kami untuk berinovasi dimana proses-proses yang diberikan semua untuk tingkatkan mutu pendidikan", tutupnya.(MB-01)
Sumber : https://malukubersatu.com/tentua-gemas-jangan-ceremony-tapi-perhatian-orang-tua-serius-terhadap-perkembangan-anak-detail-463919