Toisuta : Guru Diarahkan Wajibkan Anak Membaca Buku Secara Masif Jauhkan Media Sosial

Toisuta : Guru Diarahkan Wajibkan Anak Membaca Buku Secara Masif Jauhkan Media Sosial

AMBON,MalukuBetsatu.Cim,-Dunia pendidikan terus menjadi perhatian pemerintah kota Ambon dibawah kepemimpinan Wattimena-Toisuta. Sehingga pihaknya  mengambil langkah tegas untuk memerangi darurat literasi yang melanda generasi muda di Maluku. Melalui kebijakan terbaru, seluruh satuan pendidikan dasar di Ambon kini diwajibkan untuk menerapkan gerakan membaca buku secara masif bagi para siswanya.

img-1784591039.jpg

Hal itu ditegaskan Wali Kota yang disampaikan  Wakil Walikota Ambon, Elly Toisutta, S.Sos., saat membuka kegiatan Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar (SD)/MI. Se-Kota  Ambon pada Senin (29/07/26) yang berlangsung di Hotel Kamari pada pukul 10.00 WIT. Toisutta sampaikan sambutan Wakil Kota, menyoroti kondisi literasi anak-anak yang kian memprihatinkan.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat minat baca anak-anak Indonesia saat ini hanya berada di angka 17,66 persen. Angka tersebut berbanding terbalik dengan minat menonton media sosial seperti YouTube dan TikTok  menembus 91,67 persen dengan rata-rata durasi mencapai 4 hingga 5 jam per hari. Hal ini patuh ambil langkah serius untuk mengatasinya.

img-1784591055.jpg
“Katong punya tabel sudah terbalik. Anak-anak dan orang tua lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton ketimbang membaca. Durasi membaca orang Indonesia rata-rata kurang dari 1 jam per hari, jauh di bawah standar UNESCO yang meminta 4 sampai 6 jam sehari,” ungkap Elly di hadapan para kepala sekolah dan guru yang hadir. Untuk mengatasi fenomena darurat membaca yang kerap disebut sebagai “Tragedi Nol Buku” .

Pemkot Ambon menyelaraskan kebijakannya dengan arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tugas Lembar Kerja Siswa (LKS) kini resmi ditiadakan dan diganti dengan program penguatan literasi melalui metode deep learning. Melalui pendekatan ini, para siswa diwajibkan untuk menuntaskan minimal satu judul buku dalam seminggu.

img-1784591069.jpg

Setelah selesai membaca, siswa diberikan ruang untuk menceritakan kembali isi buku tersebut secara lisan (bertutur). Dan menuangkannya ke dalam bentuk tulisan, seperti ringkasan, rangkuman, maupun resensi. Selain gerakan mandiri mingguan,  mendorong sekolah-sekolah di Kota  Ambon untuk menerapkan program Library Day setiap hari Kamis. Pada hari tersebut, anak-anak diperbolehkan meminjam buku untuk satu minggu ke depan.

Untung kbmembedah kosakata baru, serta melatih kemampuan bahasa mereka sendiri. Di akhir penyampaiannya, Wakil Walikota juga memberikan evaluasi serius terkait pengumpulan. Data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di lingkungan sekolah. Dari total 246 sekolah yang ditargetkan, baru 115 sekolah yang memasukkan sampel data.

img-1784591191.jpg

Elly menghimbau dengan sangat kepada seluruh Kepala Satuan Pendidikan Dasar untuk memperketat kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon. Agar pengisian data dan peningkatan mutu literasi berjalan maksimal, Ia berharap Lomba Bertutur yang digelar di Hotel Kamari ini bukan sekadar ajang kompetisi biasa. Melainkan pemicu lahirnya generasi Ambon yang cerdas, berkarakter, dan cinta membaca. (MmB-01)



Sumber : https://malukubersatu.com/toisuta-guru-diarahkan-wajibkan-anak-membaca-buku-secara-masif-jauhkan-media-sosial-detail-463857