Ambon,MalukuBersatu.Com,-Walikota Ambon Bodewin Wattimena bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, pada Kamis (15/01/26) melakukan peninjauan. Pada pembangunan kembali rumah warga Desa Hunuth ,Kecamatan Teluk Ambon ,Kota Ambon Provinsi Maluku. Yang di bakar oleh perusuh dalam hal ini warga Hitu pada (19/08/2025) lalu. Peninjauan yang dilakukan tersebut bertujuan untuk memastikan.

Kondisi rumah-rumah warga korban konflik yang dibangun melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Maluku dengan Pemerintah Kota Ambon sudah benar-benar rampung dan siap ditempati oleh warga terdampak. Terlihat seluruh unit rumah baik yang rusak berat ,sedang dan ringan, telah selesai dibangun. Meskipun harus diakui masih terdapat beberapa bagian kecil yang membutuhkan penyempurnaan lanjutan.
Dikesempatan itu Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung. Kondisi rumah warga yang sebelumnya rusak dan terbakar akibat konflik apakah sudah selesai 100 persen pembangunannya apa belum. "Kami datang ke Desa Hunuth untuk menginspeksi langsung rumah-rumah yang terdampak konflik, Beta pa bersama Wali Kota mengecek pembangunan telah selesai atau belum", ujarnya.
Dikesempatan itu masyarakat banyak yang menyampaikan terima kasih atas bantuan pemerintah. Meski pembangunan fisik telah rampung, Gubernur menekankan bahwa rasa aman dan perdamaian yang berkelanjutan merupakan kebutuhan utama masyarakat. Rumah sudah dibangun, tetapi yang jauh lebih penting adalah rasa aman yang permanen. Tanpa rasa aman, kehidupan masyarakat tidak akan tenang, ungkapnya.

Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, Pemerintah desa, aparat keamanan, hingga seluruh pemangku kepentingan, untuk bersama-sama menjaga perdamaian agar konflik serupa tidak terulang di masa mendatang.Mari kita rawat perdamaian ini dengan baik, sehingga rasa aman, tenang, dan nyaman benar-benar dirasakan oleh masyarakat Desa Hunuth,” katanya.
Beliau menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Ambon dalam menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Pemerintah provinsi dan Pemerintah kota akan terus bekerja secara kolaboratif dan bahu-membahu dalam menyelesaikan berbagai persoalan bersama,” pungkas Gubernur.
"Pada kesempatan itu Walikota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku. Atas dukungan anggaran yang diberikan untuk pembangunan kembali rumah warga. Walikota mengaku meninjau langsung rumah-rumah korban konflik dan semuanya sudah dibangun. Tinggal beberapa bagian kecil yang perlu diperbaiki", sebutnya. Pemerintah Kota Ambon bersama masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah membantu dengan anggaran sekitar Rp. Satu (1 miliar)", ungkapnya.
Bantuan yang diberikan sangat membantu Pemkot untuk berproses bangun rumah warga. Selain dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Maluku, pembangunan rumah warga juga didukung oleh APBD Pemerintah Kota Ambon. Serta sumbangan dari para pengusaha di Kota Ambon untuk menutupi kebutuhan yang belum terpenuhi. Dengan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah kota dapat menyelesaikan persoalan pembangunan kembali rumah warga yang terbakar akibat konflik,ujar Walikota.

Walikota juga menegaskan bahwa, pembangunan rumah ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak konflik. Disisi lain Ia juga menaruh harapan besar agar situasi keamanan di Desa Hunuth dapat terus terjaga. “Kita inginkan agar situasi tetap aman dengan dibangunnya pos polisi secara permanen, aparat keamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan mencegah kejadian serupa, sehingga tidak perlu lagi dilakukan perbaikan total terhadap 43 rumah warga,” tegasnya.
Adapun jumlah rumah yang rusak dan terbakar totalnya berjumlah 47 buah dan semuanya telah selesai dibangun. Peninjauan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela, unsur Forkopimda Kota Ambon, para pimpinan OPD, terkait baik Provinsi Maluku maupun Kota Ambon. (MB-01)