Ambon,MalukuBersatu.Com,-Setelah persidangan jemaat Gereja Protestan Maluku berakhir, kini dimulai persidangan Klasis. Klasis Kota Ambon sebelum bersidang diawali dengan kebaktian Minggu yang dipimpin oleh Pendeta Dessy Tuasela. Dalam khotbahnya dikatakan, persidangan Klasis dari awal sampai selesai dapat berlangsung aman damai sesuai moto GPM "Aku menanam Apolos menyiram tetapi Allah yang memberi pertumbuhan".

Selanjutnya masuk pada persidangan Klasis Kota Ambon yang berlangsung di Gereja Joseph Kam, Jemaat Bethel. Di acara Gereja yang luar biasa itu orang nomor satu dikota Ambon, Bodewin M Wattimena berkenan berikan sambutan dengan menyatakan, Persidangan Klasis yang dilakukan oleh Gereja protestan Maluku (GPM) merupakan sesuatu yang penting dan strategis untuk dapat jawab kebutuhan umat.dalam pelayanan.
Persidangan Klasis GPM kota Ambon yang berlangsung pada Minggu ( 08/03/26) sesuatu yang bermakna. ”Sebagai mitra kami sangat memiliki hubungan kerja, hingga mendukung penuh persidangan Klasis", tandanya. Untuk itu Walikota berharap persidangan Klasis Kota Ambon dapat menghasilkan program yang berdampak bagi umat yang adalah warga kota,” harapnya.

Lebih jauh disebutkan, persidangan ini merupakan ruang yang tepat untuk menyampaikan pekerjaan yang sedang dilakukan pemerintah dan tentunya menjadi pergumulan pada sidang klasis. "Kiranya dari persidangan ini dapat menghasilkan keputusan yang pro jemaat yang adalah warga kota Ambon. Dan hal penting membantu pemerintah dalam menggumuli masalah-masalah yang dihadapi oleh pemerintah kota Ambon.
Sementara itu ditempat yang sama ketua Klasis Kota Ambon, pendeta Rinto Muskitta menuturkan Persidangan Klasis yang digelar hari ini ini merupakan sesuatu yang dilakukan sebagai pelayanan bagi umat guna membahas pergumulan jemaat. "Lanjutnya, kita tahu bersama saat ini umat sedang mengalami masalah yang semakin kompleks dan ini tidak bisa diabaikan. Sebab itu kami sama-sama mengumuli lewat program yang dihasilkan bagi umat", tuturnya

Ditambahkan, pelayanan yang dibutuhkan oleh umat adalah pelayanan pastoral, hal ini sebagai bentuk perhatian dan pendampingan pelayan harus hadir dalam setiap pergumulan umat. Ditempat yang sama mewakili MPH Sinode GPM, Pendeta Max Takaria mengatakan, pelayan umat harus peka dan tanggap atas keluhan umat. Karena saat ini banyak keluarga yang harus mendapat perhatian khusus karna kompleksnya masalah yang dihadapi.
Pada persidangan Klasis kota Ambon yang ke-50, diikuti sebanyak 174 dan peserta berasal dari perwakilan 21 jemaat lingkup Klasis Kota Ambon. Persidangan kali ini mengambil Tema ”Anugerah Allah Melengkapi dan meneguhkan Gereja Menuju satu Abad GPM”.

Turut hadir pada kebaktian dan pembukaan persidangan Klasis Anggota DPD RI ,Novita Anakotta, Asisten Administrasi Umum, Sekda Maluku, Dominggus Kaya, Ketua dan anggota DPRD Kota Ambon, para pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon serta undangan lainnya. Dan dikesempatan yang sama juga terlibat keluarga besar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku dan Kota Ambon yang memberikan kidung pujian, sekaligus mensosialisasikan kegiatan Sensus Ekonomi yang akan dilaksanakan tahun ini.(MB-01)