HL Hati Nurani Tersentuh Saksikan Desa Rumberu Kecamatan Inamosol Terisolir Selama Ini
Ambon,Malukuabersatu.Com,- Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, selepas hari Raya Idul Fitri, bersama rombongan Minggu (22/03/26) menuju Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Tepatnya Kecamatan Inamosol Desa Rumberu untuk Peresmian dan Pentahbisan Gedung Gereja Galed/ Jemaat GPM Rumberu Klasis Kairatu. Melintasi daerah yang selama ini selalu disebut keadaan sangat memprihatinkan.

Dan baru di lalui kurang lebih dua jam dalam perjalan beliau didampingi istri ibu Maya Baby Lewerissa dengan penuh haru menyatakan. Hati nuraninya sangat tersentuh menyaksikan keadaan yang benar-benar sangat memprihatinkan. Apa yang telah disaksikannya telah membuka tabir sisi kemanusiaan dari seorang Hendrik Lewerissa anak Maluku yang dipercayakan untuk pimpin. Negeri Maluku ini.
Sesuai informasi yang g diterima media ini, perjalanan panjang yang dilalui Gubernur bersama istri dan rombongan penuh sukacita. Secara tidak langsung Gubernur merasakan apa yang dialami masyarakat tersebut selama ini. Hingga selesai pentahbisan gedung gereja pada (22/03/26). Lewerissa memintakan bertatap muka dengan para pemangku kepentingan buat suasana berubah menjadi lebih intens.

Terlihat Camat Inamosol hadiri pertemuan bersama kepala desa dan tokoh masyarakat yang selama ini menjadi ujung tombak perjuangan warga Inamosol. Raja Rumberu, Musa Tibalya, sebagai seorang pemimpin adat, membuka suara, Sebagai putra daerah lahir dan besar di tanah ini. Ia tahu persis apa yang paling menyakitkan rakyat dimana Jalur Waimital–Kawatu–Rumberu–Rambatu–Manusa yang rusak parah.
Setiap saat menjadi momok bagi warga yang ingin beraktivitas, selain itu dikatakan, anak-anak sekolah terpaksa berjalan kaki berjam-jam untuk masa depan mereka. Ibu-ibu hamil harus ditandu karena tak ada kendaraan yang berani melintas fan hasil bumi membusuk sebelum sempat sampai ke pasar. Sementara itu tokoh masyarakat Gerard Wakanno sebut sudah sangat cukup lama tim penyusunan proposal pembangunan jalan Kecamatan Inamosol.

Dan dokumen itu bukan sekadar dokumen administratif, proposal itu adalah kristalisasi dari puluhan tahun penderitaan. Disusun dengan data peta, dan kesaksian warga. Proposal tersebut telah diserahkan ke tangan Gubernur. Dari pertemuan itu banyak yang sampaikan harapan dan keinginan mereka. Jalan ini adalah jalan kabupaten, tetapi pimpinan tak mampu menganggarkan-nya. Sebab prosesnya panjang biayanya berat. Akhirnya kami hidup dalam ketidak pastian, warga Inamosol sudah lelah menunggu dan menunggu..
Mendengar keluh kesah dari warganya yang ada dalam keadaan sangat perlu sentuhan kasih itu, Gubernur tak berikan jawaban diplomatis yang mengambang. Dirinya tak melemparkan persoalan ini ke kabupaten dengan dalih kewenangan ada disana. Namun dengan penuh kewenangan yang dimiliki itu. Beliau berdiskusi dengan Kepala Dinas PUPR Provinsi Hengky Tamtelahitu, kemudian berdiskusi dengan Wakil Bupati SBB, Bapak Kainama.

Setelah itu dengan penuh rasa tanggungjawab sebagai seorang bapa untuk anak-anaknya, disebutkan ruas jalan Inamosol akan dibangun melalui skema Dana Inpres. Sebuah terobosan yang membuat tempat pertemuan l bergemuruh, bersyukur dengan rasa haru berterimakasih untuk Gubernur dan mendoakan agar semuanya diberkati Tuhan. Akhirnya jalan kabupaten yang selama ini terbelenggu oleh keterbatasan anggaran daerah.
Warganya boleh bernafas lega, sebab sebuah keputusan yang membawa kebahagiaan telah memotong birokrasi berlapis yang selama ini menjadi tembok penghalang. Di tengah euforia keputusan yang mengguncang ruang diskusi, terlihat Ibu Maya yang dampingi Suaminya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa merasa terharu dan bangga atas semua yang terjadi di desa Rumberu.
Sebab telah merasakan begitu pahitnya warga setempat untuk melakukan perjalan sangat tidak wajar itu. Sekolah dari video yang sempat diabadikan, tampak jelas perjalanan kedua orang tua Maluku sangat turut melelahkan disebabkan medan sangat rumit. Mereka harus merayap pelan di tepi tebing yang lumpur licin dan batu-batu besar mengintai. Setiap guncangan adalah bisikan jurang yang hanya berjarak beberapa sentuhan dari tapak ban.

Namun keduanya bersama rombongan duduk tenang sebab telah memilih memilih hadir untuk merasakan sendiri apa yang selama ini dirasakan warga Inamosol. Bagi masyarakat Rumberu, kehadiran bapa orangnya Maluku kehadiran Gubernur merupakan utusan Tuhan. Raja Rumberu, bersama seluruh pemangku adat dan masyarakat boleh merasa kelegaan, kini dapat menghela napas panjang setelah mendengar keputusan Gubernur.
Semuanya saling bertatap dan anggukan kepala, seolah-olah tak percaya bahwa apa yang mereka sampaikan langsung mendapat respons nyata. Telah bertahun-tahun menyuarakan dan Tuhan telah berikan jawaban pemimpin mengambil keputusan yang mengubah nasib sebuah wilayah yang selama ini terisolir. Minggu (22/03/2026) Semesta buat sesuatu indah pada waktunya, dikenang sebagai titik balik hidup damai
Kisah perjalanan hidup warga terjawab dirumah Pastori Rumberu, Gubernur didampingi ibu membuktikan pemimpin sejati adalah. Mereka yang berani datang ke tempat paling sulit, mendengar dengan sungguh- sungguh, dan memutuskan dengan keberanian dan hati nurani. Akhir 80 tahun menanti, di keadaan yang penuh sakral dalam waktu 30 menit memutuskan jalan siap dibangun dan dirumah Pastori sejarah Desa Rumberu, Kecamatan Inamosol Kabupaten SBB dimulai.(Esya)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar