
Khairiah Lubis Terpilih Sebagai Ketum FJPI
Ambon, MalukuBersatu. Com,-Pada Kongres Forum. Jurnalis Perempuan Indonesia ((FJPI) yang berlangsung secara virtual, Sabtu (15/03/25). Khairiah Lubis terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) periode 2025-2028. Sebelumnya Khairiah Lubis adalah Executive Producer di DAAI TV Medan itu menjabat sebagai Sekjen periode 2021-2024.
Kini beliau ditetapkan sebagai Ketum FJPI oleh majelis pimpinan sidang Kongres yang dipimpin oleh Ranggini. Bersama anggota majelis Saniah dari FJPI Aceh dan Kornelia Mudumi dari FJPI Papua. Pada kesempatan tersebut, Khairiah menyatakan kesediaannya untuk memimpin FJPI dengan tujuan. Melanjutkan program-program baik yang telah dirintis oleh pendahulunya, Uni Lubis yang adalah Pemimpin Redaksi IDN Times.
Dimana Uni Lubis, menjabat sebagai Ketua Umum FJPI pada periode 2018-2021 dan 2021-2024. “Saya ingin mendukung teman-teman jurnalis perempuan dalam meningkatkan kapasitas, menguatkan advokasi. Dan perlindungan bagi jurnalis perempuan, itulah cita-cita yang harus dilanjutkan, karena jurnalis perempuan memerlukan wadah yang dapat menjadi naungan untuk saling mendukung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Khairiah Lubis memiliki latar belakang pendidikan Master dari Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU. juga menjabat sebagai Executive Producer di DAAI TV Medan, Sekretaris Ikatan Alumni Ilmu Komunikasi FISIP USU. Dan dosen Ilmu Komunikasi di salah satu universitas di Medan. Selain itu, ia telah menulis beberapa buku biografi, Khairiah menyoroti tantangan yang dihadapi jurnalis perempuan, termasuk kekerasan seksual.
“Dengan adanya FJPI, kita memiliki wadah untuk berlindung dan belajar mengadvokasi diri. Serta berperan dalam mengawal korban melalui pemberitaan agar mereka mendapatkan keadilan,” jelas Khairiah Lubis. Sebelumnya, Uni Lubis, Ketua Umum FJPI periode 2018-2021 dan 2021-2024, menekankan pentingnya menjaga prinsip-prinsip FJPI, seperti integritas.
“Kita berorganisasi bukan untuk mencari keuntungan, tetapi untuk meningkatkan kompetensi, apalagi sekarang zaman sudah membawa kita ke era AI. Kita harus banyak belajar dan terus belajar, FJPI harus berdaya di era ini, tanpa terjebak dalam hoaks,” tegasnya. Uni mengungkapkan, saat ini, FJPI ada di 17 provinsi, sudah menjadi mitra lembaga-lembaga nasional. Mn akupun lembaga internasional.
Untuk itu peningkatan kapasitas jurnalis perempuan, dia berharap, prestasi dapat terus ditingkatkan sehingga FJPI semakin berkembang dan memberikan banyak manfaat bagi anggotanya. Sementara itu Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid, saat membuka Kongres FJPI 2025, berikan apresiasi terhadap peran jurnalis perempuan di Indonesia.Ia menekankan bahwa jurnalis perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kebebasan pers dan demokrasi.
Meskipun dihadapkan pada tantangan besar seperti misinformasi dan disinformasi. Meutya berharap FJPI terus menjadi mitra pemerintah, sebarkan informasi yang valid dan menangkal hoaks. “Saya mohon FJPI membantu masyarakat dalam menyaring berita-berita yang benar dan baik. Dikesempatan ini, Meutya mengapresiasi partisipasi FJPI dalam menyusun pedoman pemberitaan ramah anak dan perempuan.
Yang dilakukan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Dewan Pers. Ia sebut perhatian terhadap isu-isu berkaitan dengan perempuan dan anak itu penting. terutama di era digital yang semakin kompleks. Kongres FJPI 2025 juga menghadirkan pembicara Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Aqua Dwipayana.
Berikan motivasi kepada para jurnalis perempuan, dalam materinya, Aqua menekankan pentingnya membangun kredibilitas, komitmen, dan konsistensi dalam menjalankan tugas jurnalistik. “Ketika jurnalis perempuan bersatu, kita tidak hanya berbagi cerita, tetapi juga membangun masa depan yang lebih kuat,” jelasnya. Sementara itu Ketua Panitia Kongres, Tri Ambarwati, Ketua FJPI Jawa Timur dan Producer MNC TV Jawa Timur mengungkapkan.
Kongres FJPI 2025 diadakan secara virtual melibatkan semua anggota di seluruh cabang FJPI. Kongres tersebut bahas beberapa peraturan organisasi baru, perumusan SOP baru. Serta menganalisa kebutuhan anggota FJPI sehingga dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.(MB-01)
No Comments