Laturiuw : 528 Siswa SMA N 1 Ambon Sementara Ikut Ujian Praktek
Ambon,MalukuBersatu.Com,-SMA 1 dengan jumlah siswa kelas 12 sebanyak 528, sejak Senin (09/02/26) telah melaksanakan ujian praktek. Kepada media ini Selasa (10/02/26) kepala sekolah SMA N 2 Lanny Laturiuw, yang sangat akrab dengan pers menuturkan. Para siswa kelas 12 sementara hadapi ujian praktek yang telah berlangsung sejak kemarin. Dan direncanakan berakhir pada (14/02/26), jadi siswa SMA N 1 Ambon yang ikut ujian berjumlah 528, mereka semua laksanakan ujian sesuai pilihan masing-masing.

"Dimana ujian praktek yang dilakukan itu sesuai dengan mata pelajaran yang dipilih oleh peserta didik dan kini sementara berlangsung. Dan mata pelajaran yang dipraktekkan itu antara lain untuk PKWU ada komputer, seni tari, seni musik, olahraga. Sedangkan untuk sains ada biologi, fisika, kimia. dan dihari ini semua mata pelajaran sedang berlangsung di aula praktek seni tari. Fi lantai 2 , seni musik dan beberapa ruang dipakai untuk praktek olahraga", terangnya..
Dimana olahraga ada siswa yang mengambil senam lantai jadi disiapkan beberapa ruangan dilengkapi dengan matras. Sementara untuk fisika, kimia dan biologi berlangsung disetiap laboratorium masing-masing. "Lanjutnya, untuk ujian praktek ini sebenarnya demi memaksimalkan kemampuan atau kompetensi pengetahuan anak-anak yang merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran mereka", tutur kepsek.
Jadi ujian ini tidak terpisahkan dengan ujian teor, sebab ini bagian dari kegiatan pembelajaran yang siswa terima dikelas. Dimana kalau siswa telah memiliki kompetensi pengetahuannya, bagaimana kompetensi keterampilannya yang mereka butuhkan lewat ujian praktek. Nah ini bukan pelengkap tapi sebagai sebuah cara bagaimana siswa mengaplikasikan dalam bentuk keterampilan nyata dalam praktik yang sehari-hari.
Mereka membuktikan dalam praktek contoh yang tadi saya lihat itu di seni tari bagaimana mereka mau mengaktualisasikan kemampuan/ kompetensi diri dalam hal memahami tentang sebuah cerita. Selanjutnya dituangkan dalam sebuah tarian itu merupakan kemampuan berpikir yang sangat luar biasa. Kemudian di sains mereka membuktikan teori-teori yang mereka dapat di mata pelajaran masing-masing dan buktikan dalam praktiknya nyata.

Tujuannya agar mereka dapat menghubungkan antara kondisi nyata yang mereka alami dan pengetahuan yang mereka miliki. Mudah-mudahan selama 7 hari ke depan semua bisa perjalan dengan baik dan bermanfaat bagi anak-anak semua. Diakhir ujian praktek terakhir adalah PKWU. Dimana akan digabungkan dengan bahasa Inggris dan bahasa Jerman, nantinya siswa mempresentasikan makanan pangan lokal. Dimana PKWU menilai pengolahannya sedangkan bahasa Inggris dan bahasa Jerman menilai presentasinya.
Misalnya bagaimana cara mengolah sesuatu kue contohnya lamet, anak-anak menerangkannya dalam bahasa Inggris atau bahasa Jerman. selain itu bagaimana cara menata meja untuk sarapan pagi dan lainnya. Para siswa mempresentasikan itu dalam bahasa Inggris dan bahasa Jerman. Walau dilihat sederhana tapi kami mau melihat kemampuan mereka dalam bertatap dan bercakap-cakap dengan audience di sekitar mereka.

"Para siswa diberikan kesempatan bercakap-cakap tentang bagaimana sampai terbentuknya kue kue olahan pangan lokal Maluku. Mereka mesti sampaikan cara buatnya bahan-bahannya dalam berbahasa Inggris dan Jerman. Saya berharap semoga ujian praktik berdampak bagi anak-anak setelah mereka memiliki kompetensi pengetahuan keterampilan tentang budaya-budaya makanan lokal Maluku dan juga pada mata pelajaran seni tari maupun musik dan sains", sebutnya akhiri bincang dengan wartawan.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar