Laturiuw : Penutupan MPLS Ramah, SMA Negeri 1 Ambon Bagi 417 Murid Deklarasikan Lingkungan Pendidikan Aman-Nyaman.
Ambon,MalukuBesatu.Com,-SMA Negeri 1 Ambon, yang dikomandai perempuan hebat Lanny Laturiuw sangat merasa penting hadirnya Masa Pengenalan Lingkungan sekolah (MPLS) yang dipadukan Gerakan ayah mengantar anak ke sekolah (Gemas). telah ditutup pada Sabtu (18/07/26). Kepada media Laturiuw menyatakan, dua momentum tersebut menjadi penegasan komitmen sekolah untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman bagi 417 siswa.

"Selain itu , inklusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan melalui Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Lanjutnya, selama lima hari pelaksanaan MPLS, anak-anakku telah dibekali dengan berbagai materi yang luar biasa. Baik itu materi wajib maupun materi pilihan, semua dipadukan menjadi satu untuk bekal awal perjalanan sebagai keluarga besar SMA Negeri 1 Ambon,” ujarnya.

Kepsek menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru, MPK, Ketua OSIS, dan pengurus OSIS. Yang selama lima hari penuh mendampingi para siswa baru hingga seluruh rangkaian MPLS BDAN Gemas terlaksana dengan luar biasa sampai hari penutupan.b“Terima kasih kepada Ketua OSIS, guru, MPK, dan seluruh pengurus OSIS yang telah berproses bersama mendampingi 417 siswa baru.

Kalian telah menjadi teladan sekaligus sahabat bagi adik-adik selama MPLS berlangsung. Dikatakan, selama MPLS, peserta didik mendapat pembekalan dari berbagai instansi. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan, dilanjutkan penyuluhan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Lanjut kepolisian memberikan edukasi tentang disiplin berlalulintas, pendidikan karakter, dan kepatuhan terhadap hukum.

Sementara Dinas Kesehatan Provinsi Maluku membekali siswa dengan pengetahuan mengenai pola hidup sehat. Tak hanya itu, para siswa juga menerima materi literasi digital, penggunaan media sosial secara bijak, bahaya kecanduan gim daring. Pendidikan antikorupsi. Hingga penguatan budaya positif di lingkungan sekolah yang mana harus jauhkan diri dari tindakan tidak terpuji seperti merokok dan kainnya.

“Kami ingin mereka memahami sejak hari pertama bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membangun moral, etika, dan karakter untuk masa depan,” kata Lani. Ia mengungkapkan, pada masa awal masuk sekolah masih ada beberapa siswa yang belum terbiasa mengikuti jam belajar yang dimulai pukul 06.30 WIT. Namun kondisi tersebut dapat diatasi berkat kesiapsiagaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

"Mengakhiri penutupan MPLS, Kepsek Lanny Laturiuw yang sangat akrab dengan pers itu menyatakan. Sebagai lembaga yang ada di bawa Dikbud Maluku, kami berterima kasih penuh kepada Dikbud dibawa kepemimpinan Dr Sarlota Singerin. Karena telah berikan motivasi dan dorongan untuk sekolah ini terus maju untuk menggapai semua yang kami ingin wujudkan. Tidak ada perbedaan dalam memberikan kemajuan pada dunia pendidikan", tutupnya.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar