
Pemkot Ambon Gencarkan (GPM) Disejumlah kawasan JeLang Idul Fitri 1446 H
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, dibawah kepemimpinan baru Wattimena-Toisuta, sangat miliki perhatian besar kepada warganya. Terutama bagi umat muslim yang sedang jalankan ibadah puasa dan hadapi Idul Fitrin1446 pada (31/03/25) nanti. Hingga pada Senin (24-26/03/25), Pemkot siap gencar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada sejumlah kawasan di wilayah kota Ambon.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon Muhammad Abdul Aziz kepada para wartawan, Sabtu (22/3/2025) menuturkan. Sesuai instruksi orang nomor satu dan dua di kota ini, GOM harus dilakukan terutama pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan kini IdulnFiyri telah diambang pintu. Maka kami berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, dengan buat gerakan pangan murah (GPM).
Lanjutnya, untuk GPM, ada beberapa Dinas berkolaborasi di antaranya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindag dan Dinas Perikanan. Dimana kami lakukan kerjasama dengan Perum Bulog, Kantor Wilayah (Kanwil) Maluku dan Maluku Utara. Serta juga distributor untuk menyediakan bahan pokok yang dibutuhkan bagi keberlangsungan program GPM.
Sebutnya, Program GPM yang dilaksanakan (24–26/03/25) dimulai besok, akan berlangsung pada beberapa lokasi di halaman Masjid Al-Rauf Wara Negeri Batu Merah. Masjid Ar-Rahman Pandan Kasturi Tantui, dan Masjid Nurul Hijrah Desa Nania, di mulai pukul 10.00 WIT hingga selesai. Kebutuhan pokok yang tersedia dijual yaitu beras SPHP 5 kg Rp 63.000, gula pasir Rp15.000 per kg, minyak goreng Rp 15.700 per liter.
Ada lagi sayur kangkung , bayam, dan sawi Rp 5.000 per ikat. Cabai rawit Rp40.000 per kg, cabai keriting Rp35.000 per kg, dan tomat Rp15.000 per kg, dan ikan Rp15.000 per kg. Pemerintah harapkan, program ini dapat berjalan dengan baik, sehingga mampu mengendalikan harga barang di pasaran. Serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri.
Pihaknya juga meminta seluruh warga kota dapat menyambangi lokasi tersebut, guna membeli barang yang dibutuhkan. Dengan begitu harga pasar dapat dikendalikan dan meminimalkan kelangkaan pangan menjelang hari raya Idul Fitri. “Harapan kami, daya beli masyarakat dukota ini akan meningkat menjelang Hari Besar Keagamaan,” ungkapnya. Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Ambon Jozias Loppies menambahkan.
Pihaknya tidak memberlakukan pembelian sistem kupon maupun batasan. Tetapi masyarakat bisa langsung membeli ke stan yang menyediakan bahan pangan yang dibutuhkan. Selain melakukan gerakan pangan murah, juga rutin dilakukan operasi pasar di pasar Mardika. Bekerja sama dengan sejumlah distributor di kota Ambon untuk telur, juga Perum Bulog ketersediaan beras.(MB-01)
Belum Ada Komentar