Sahetapy : Alat Musik Tradisional Ciri Khas Daerah, Diwariskan Leluhur Harus Dilestarikan
Ambon,MalukuBersatu.Com,-UPTD Museum Siwalima yang merupakan perpanjangan tangan dari adinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku. Sangat berikan perhatian terhadap pelestarian alat musik tradisional. Hingga pada akhir Oktober Museum Siwalima dibawah kepemimpinan Plh Helga Sahetapy menggelar belajar bersama alat musik tradisional selama 15 hari.

Yang penutupannya dihari ini Sabtu (07/11/26) berlangsung pada lokasi Museum Siwalima Airsalobar. Dikesempatan yang penuh bahagia itu, ibu Pelaksana Harian (Plh) UPTD Museum Siwalima Provinsi Maluku, Helga Sahetapy. Pada sambutannya menuturkan, alat musik merupakan salah satu upaya museum untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya lokal Maluku kepada generasi muda, khususnya kalangan pelajar.
Dikarenakan, seni musik memiliki peran penting dalam membentuk pribadi anak yang harmonis, baik dari aspek logika, rasa estetis maupun etika. Untuk itulah dengan memperhatikan berbagai kebutuhan dan tahapan perkembangan anak. Maka melalui seni musik, kita kembangkan kecerdasan emosional, intelektual dan spiritual anak-anak.

Selain itu, berbagai aktivitas latihan musik juga mampu menumbuhkan kepekaan rasa, membangun sikap percaya diri. Serta melatih kemampuan anak dalam menampilkan karya dan mengkomunikasikan ide maupun keyakinannya. Dikatakan, alat musik tradisional merupakan hasil kebudayaan yang menjadi ciri khas suatu masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun dari para leluhur seperti kami di bumi raja-raja.
Lanjutnya, UPTD Museum Siwalima memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai benda-benda bersejarah. Dan berbagai warisan budaya Nusantara melalui koleksi museum serta kegiatan edukatif kepada masyarakat. Salah satu kegiatan Belajar Bersama Alat Musik Tradisional dimana ini telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Dan sangat mendapat apresiasi besar dari kalangan pelajar yang berada dikota Ambon dan sekitarnya. Dengan melihat respons positif tersebut, pada tahun 2026 Museum Siwalima kembali menyelenggarakan kegiatan serupa selama 15 hari. Dari kegiatan luar biasa ini Plh Museum Siwalima Helga Sahetapi yang sangat akrab dengan pers itu berharap.
Melalui bermain alat musik tradisional, generasi muda, terutama para pelajar, dapat mengenal dan memahami lebih dalam alat musik tersebut. Karena benda-benda itu merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal masyarakat Maluku yang harus dilestarikan. Lanjutnya, warisan budaya yang ditinggalkan para leluhur

Tidak sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus. “Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak generasi muda Maluku yang mencintai museum, peduli terhadap museum, serta turut mempublikasikan keberadaan museum kepada masyarakat luas,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Sahetapy menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pelatih yang telah setia membimbing anak-anak selama 15 hari. Selain itu ketua dan seluruh panitia kegiatan Belajar Bersama Alat Musik Tradisional, serta seluruh staf Museum Siwalima yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
"Ia sampaikan akan terus berupaya agar kegiatan edukatif seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga, merawat dan mewariskan kekayaan budaya Maluku kepada generasi mendatang.(**)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar