ARTIKEL POPULER

Salampessy : Munas Momentum Penting Satukan Persepsi Seluruh Daerah Arah Kebijakan Organisasi

Salampessy : Munas Momentum Penting Satukan Persepsi Seluruh Daerah Arah Kebijakan Organisasi

JAKARTA,MALUKUBERSATU.COM,-Ketua Ikatan Pencak Silat Maluku Djalaludin Salampessy, hari ini Jumaat (10/04/26) menghadiri  pra Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Hotel Sultan, Jakarta. Kepada media disebut acara ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi seluruh daerah terkait arah kebijakan organisasi ke depan. Ia menegaskan bahwa Munas kali ini memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi organisasi melalui pembaruan regulasi dan mekanisme persidangan.

img-1775830305.jpg

“Kepala Bapenda Maluku itu katakan, Munas tahun ini akan banyak pembahasan penting, terutama terkait upaya menyamakan persepsi terhadap berbagai perubahan. Baik yang berkaitan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), selain itu  mekanisme persidangan, maupun tata kelola organisasi. Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan telah disepakati bersama,” ujarnya.

Beliau jelaskan,  berbagai masukan, koreksi, serta penyempurnaan yang muncul dalam forum merupakan bentuk pengayaan terhadap aturan yang sudah ada. Demi menciptakan sistem organisasi yang lebih baik dan adaptif. “Apa yang disampaikan dalam forum itu merupakan penguatan terhadap AD/ART yang ada. Tujuannya agar mekanisme persidangan berjalan lebih tertib, transparan, dan sesuai aturan,” jelasnya.

Ditambahkan, penyempurnaan tata tertib dan administrasi persidangan diharapkan dapat memperlancar agenda utama Munas, terutama dalam pemilihan ketua umum, penetapan AD/ART, serta penyusunan program kerja IPSI periode 2026–2030.Kita harapkan seluruh mekanisme ini dapat berjalan lancar, sehingga menghasilkan keputusan yang berkualitas dan mampu menjadi dasar bagi program kerja ke depan,” tegasnya.

img-1775830368.jpg

Djalaludin juga memaparkan kondisi pembinaan pencak silat di Maluku yang memiliki tantangan tersendiri sebagai wilayah kepulauan. Meski demikian, pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan hingga ke tingkat kabupaten/kota. “Maluku merupakan daerah kepulauan, sehingga pembinaan memiliki tantangan tersendiri. Namun kami terus bergerak, pada Maret 2025 lalu, kami telah melaksanakan kompetisi besar yang diikuti oleh 11 kabupaten/kota,” ungkapnya.

Djalaludin menekankan pentingnya penerapan aturan yang seragam, khususnya terkait wasit, juri, serta mekanisme pertandingan, agar sesuai dengan standar nasional dan internasional. “Peraturan-peraturan baru yang lahir harus disosialisasikan secara merata. Wasit dan juri harus memahami aturan yang berlaku, termasuk penyesuaian dengan standar internasional,” katanya. Menurutnya, Munas XVI IPSI harus mampu memprioritaskan sosialisasi regulasi tersebut ke seluruh daerah, agar tidak terjadi perbedaan pemahaman dalam pelaksanaan pertandingan. 

“Munas ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sosialisasi aturan nasional, terutama bagi wasit, juri, dan seluruh perangkat pertandingan. Dengan begitu, kualitas pertandingan akan semakin baik,” lanjutnya. Menutup keterangannya, Djalaludin Salampessy menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai olahraga prestasi yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah internasional.

img-1775830564.jpg

“Pencak silat adalah budaya sekaligus olahraga tanding. Jika dikelola dengan baik, ini akan membawa nama baik daerah dan Indonesia di dunia internasional,” tuturnya.(MB-01)


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

ARTIKEL SERBA --SERBI

Lorem Ipsum is simply dummy text of ...

Nisa Rahmawati

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ...

Steven

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ...

Micky Zack

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ...

Clara Pedirica
Kategori