Taman Budaya, 2026 Miliki 13 Program & Festival Seni Pelajar Siap Digelar
Ambon,MalukuBersatu.Com,-UPTD Taman Budaya Propinsi Maluku yang merupakan salah satu perpanjangan tangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku. Yang kini dipimpin Plh Fence Mandaku, saat dimintai komentar terkait dengan program Taman Budaya ditahun 2026. Dengan penuh kebijaksanaannya menuturkan. Terkait dengan program dan yang berkaitan dengan Taman Budaya, beliau berikan kepercayaan penuh kepada.

Kepala Tata Usaha H Louhenapessy dan kepala seksi penyajian apresiatif seni dan budaya ibu P Letlora. Saat media ini memintai komentar kedua pejabat dengan penuh keramahan sambut dan memberikan penjelasan. Louhenapessy sebut, untuk tahun 2026 sesuai dengan pengajuan usulan maka Taman Budaya diberikan 13 program/kegiatan untuk dijalankan, kami bersyukur Taman Budaya diberikan kepercayaan oleh Pemerintah pusat dan daerah kelola sebanyak 13 kegiatan non fisik.
"Dengan memberikan keterangan berbagai program sesuai Dana Alokasi Khusus (DAK) yaitu, program pengembangan talenta yang diprioritaskan dimana presentasi 50 persen dari ruang publik itu khusus pengembangan talenta seni budaya. Hingga ada kegiatan berupa workshop dan presentasi untuk lima talenta yaitu seni tari, musik, rupa, film dan seni pertunjukan", tuturnya.

Sedangkan untuk presentasi karya berupa conser musik tradisi, gelar seni pertunjukan, pameran seni rupa itulah yang berkaitan dengan lima talenta. Dan menyangkut yang dibuat setiap tahun oleh Taman Budaya yaitu kegiatan bernuansa keagamaan untuk Islam dan Kristen berupa. Untuk Muslim Gelar seni bernuansa islamic, Kristen Chrismas Conser. Dan juga ada lomba paduan suara melibatkan para siswa se-Maluku tingkat SMA/SMK.
Selain itu ada lagi revitalisasi legenda minivala dan dokumentasi karya berupa penerbitan buku Kapata. Saat ditanyakan semua kegiatan tersebut mulai dilaksanakan kapan, Letlora sebut semua kegiatannya akan kami buat dalam kalender kegiatan tahunnya. Selain itu disampaikan nantinya ada dua kegiatan yang mendekat bulan Maret dan April yang dijalankan. pertama gelar budaya Islami dan workshop seni rupa dan Griya.

"Lanjutnya untuk budaya Islam akan dilaksanakan Maret dengan libatkan seniman muslim dan komunitasnya. Sedangkan untuk workshop karena untuk pengembangan talenta aturan terbaru Kementrian Kebudayaan, berdasarkan management talenta nasional. Kami libatkan pelajar sebanyak 40 peserta se-Maluku jenjang SM/SM/SLB. Mereka belajar selama lima hari setelah itu tampilkan pameran seni rupa dan Griya" jelas Letlora.
"Selain itu ada juga satu kegiatan besar dan luar biasa dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi. Diberikan kepercayaan Taman Budaya tangani .l yaitu festival seni budaya pelajar tahun 2026, akan libatkan peserta didik SMA/SMK/SLB se-Maluku. Kegiatan dilakukan bervariasi selama sepekan dimana Taman Budaya akan menerima kunjungan dari para pelajar. tutur kepala seksi.

Akan ada expo hasil karya unggulan dari para peserta serta presentasi seni dan budaya selama lima hari digedung teater tertutup P Peea. Ada lagi pameran seni rupa dan griya, pojok literasi yang melibatkan juga teman-teman komunitas seni berbasis sastra dan juga beberapa teater tari. Juga libatkan perpustakaan arsip propinsi Maluku kantor bahasa dan Gramedia.
Itu merupakan arahan langsung dari ibu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan dan acaranya akan dimulai pada (28/04-02/05/26). Puncaknya (92/05/26) dihari Pendidikan Nasional dan dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur. Lebih lanjut ditanya soal SDM yang dimiliki Taman Budaya saat ini apa sudah sesuai atau belum. Keduanya katakan soal SDM sudah disampaikan ke Plh Taman Budaya dan diteruskan ke Ibu Kadis kalau SDM masih sangat kurang.

"Idealnya 30, kami disini masi dua puluh lebih, apalagi ditahun ini ada empat orang yang siap pensiun yang juga mereka miliki kemampuan dibidang tehnik. Kami disini butuh mereka yang berkompetensi dibidang tehnik berkaitan dengan seni rupa, musik,nyari, film dan yang lainnya", sebut keduanya. Satu harapan juga menyangkut telah terjadi peningkatan yang signifikan di Taman Budaya sehingga butuhkan dukungan dari masyarakat luar dan pelajar untuk kunjungi Taman Budaya.
Karena dalam aturan yang dikeluarkan Kementrian Kebudayaan, setiap Taman Budaya harus dapat kunjungan tersebut masuk yang ada di Maluku. Sebab itu sebagai indikator penilaian dari pusat, masuk dalam standarisasi Taman Budaya.untuk memajukan kebudayaan. "Dikatakan, walaupun kegiatan sudah tersedia banyak tetapi kalau animo masyarakat kurang tidak ada manfaat. Dengan demikian kami harapkan kedepan ada perhatian bersama untuk bangun Taman Budaya", sebut keduanya.

Saat ditanya apa yang disiapkan Taman Budaya untuk membuat masyarakat dan pelajar tertarik. Kalau untuk itu yang pertama untuk para pelajar kami telah kita buat surat ke sekolah sekolah. Selain itu publikasi di media sosial seperti flaer, iklan. dan juga disebarkan oleh pegawai Taman Budaya. Selain itu kami kerja sama dengan tim tehnik, dosen terkait kunjungan karena berkaitan dengan pendidikan merdeka belajar. Sekali lagi hal itu sangat penting bagi Taman Budaya untuk peroleh penilaian.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar