ARTIKEL POPULER

Wali Kota : Literasi Keagamaan Lintas Budaya Harus Diperkokoh Jaga Persatuan Orang Basudara

Wali Kota : Literasi Keagamaan Lintas Budaya Harus Diperkokoh Jaga Persatuan Orang Basudara

Ambon,MalukuBersatu.Com,-Pemerintah Kota Ambon dibawah kepemimpinan Wattimena-Toisuta, terus berusaha untuk menjalin kerjasama baik dengan Pemkot maupun Pemerintah Propinsi bahkan pusat. Dan dihari ini Kamis (12/02/26) pemerintah kota Ambon dukung Asta cita, dimana Wali Kota Ambon perkuat nilai hidup orang Basudara. Orang nomor satu dikota Ambon menyatakan,  pentingnya penguatan literasi keagamaan lintas budaya.

img-1770890468.jpg

Sebagai langkah konkret jaga persatuan dan mencegah potensi perpecahan di tengah masyarakat yang majemuk. Pernyataan ini disampaikan  pada  saat menghadiri Seminar Penguatan Karakter Bangsa yang digelar Pemerintah Provinsi Maluku berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku. Apa yang diselenggarakan itu, sebagai  bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita melalui penguatan nilai hidup orang basudara.

"Wali Kota sebut, kondisi sosial bangsa saat ini menghadapi tantangan serius akibat berbagai dinamika yang berpotensi memicu konflik identitas. Karena itu, pendekatan literasi keagamaan lintas budaya dinilai menjadi salah satu strategi penting.  Untuk membangun pemahaman antar umat beragama terutama yang ada dibumi Maluku, tersebar di seluruh Kabupaten/Kota", tandasnya.

Dan literasi keagamaan lintas budaya bukan untuk mempertentangkan perbedaan, tetapi membangun pemahaman lebih luas tentang perdamaian, cinta kasih, dan keadilan harus jadi perhatian bersama. Wattimena lihat,  keberagaman yang dimiliki Indonesia, khususnya Maluku, harus ditempatkan sebagai kekuatan sosial bukan sebagai sumber perpecahan.

img-1770890480.jpg

"Diutarakan, Pemerintah daerah, tidak bisa bekerja sendiri menjaga stabilitas sosial tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Selain itu di disoroti pentingnya menghidupkan kembali nilai kearifan lokal orang basudara yang selama ini menjadi identitas masyarakat Maluku. Nwinya g sangat kuat itu tidak boleh berhenti sebagai jargon budaya, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat",ungkapnya.

“Semangat orang basudara harus menjadi fondasi pembangunan karakter masyarakat, bukan sekadar slogan,” ujarnya. Beliau ingatkan, berbagai fenomena sosial yang berkembang saat ini berpotensi memicu gesekan antar kelompok. Jika tidak diantisipasi secara serius akan berdampak timbulkan permasalahan yang sangat negatif. Olehnya  ruang dialog lintas agama dan budaya mesti diperkuat melalui edukasi dan literasi", harapnya..

img-1770890492.jpg

Wali Kota minta, seminar serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. Termasuk tokoh agama, akademisi,  organisasi masyarakat serta pihak lainnya yang berkompeten. Penguatan karakter bangsa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Seminar itu dihadiri tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan,  pemangku kepentingan lainnya. sebagai upaya kolektif memperkuat harmoni sosial di Maluku yang dikenal memiliki keberagaman budaya dan agama par Maluku pung bae.(MB-01)


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

ARTIKEL SERBA --SERBI

Lorem Ipsum is simply dummy text of ...

Nisa Rahmawati

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ...

Steven

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ...

Micky Zack

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ...

Clara Pedirica
Kategori