Warella : Capaian Program 2025 Capai 98,6 Persen, Tahun Ini Program Fokus Perkuat Kapasitas Pelayan & PembinaanKeluarga
Ambon,MalukuBersatu.Com-Mengawali sidang Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang, dimulai dengan ibadah Minggu yang dipimpin manta ketua sinode GPM Pendeta Ely Maspaitella. Dengan mengarahkan umat terutama peserta sidang jemaat untuk bersidang berdasarkan kehendak Allah. Dan yang paling penting harus menghasilkan program pro umat, ditengah-tengah hidup yang penuh tantangan.

Selanjutnya Jemaat GPM Imanuel Karpan Klasis Kota Ambon, Ambon pada Minggu (01/03/26) mengelar sidang Jemaat yang ke-43. Dengan mengusung tema "Anugerah Allah melengkapi dan meneguhkan Gereja menuju satu abad". Sebelum sidang berlangsung, Ketua Majelis Jemaat GPM Imanuel, Pendeta. Marchy Warella /Ubro, berkesempatan sampaikan sambutan menyatakan.
Jemaat GPM Imanuel, Karpan telah boleh selesaikan tanggungjawab pelayangan tahun 2025 dengan baik hingga kini siap laksanakan persidangan jemaat 2026. Dimana pada tahun yang sudah berjalan kemarin kami mencatat capaian pelaksanaan program sebesar 98,6 persen. Lanjutnya, sepanjang satu tahun pelayanan ditahun kemarin diakui ada kendala namun semuanya boleh teratasi dalam kasih Allah.

Untuk itu hal tersebut menjadi pijakan jemaat terus memperkuat arah pelayanan 2026–2030, yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelayan dan pembinaan keluarga. Dikatakan, pada persidangan yang berlangsung saat ini, jemaat Imanuel Karpan. Mesti benar-benar fokus pada pelayanan tiga tahun terakhir. Dimana kita tidak boleh bergeser dari arah kebijakan Pelayanan dan Visi Jemaat (RPPJ) GPM 2026–2030.
Yaitu yang paling penting dan utama ditahun ini adalah peningkatan kapasitas bagi para pelayan gereja maupun warga jemaat. "Pelayan Gereja harus mampu menyatu dengan realitas kehidupan umat, memahami persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang dihadapi jemaat", jelasnya. Jika pelayan peka terhadap realitas umat, akan lebih tepat sasaran dan bermakna.


Untuk itu menindaklanjuti pelaksana amanah sidang sebelumnya, saya berharap peserta yang terdiri dari belasan sektor dapat berproses. Agar program-program strategis yang telah dirancang dapat ditetapkan untuk dilaksanakan. Tambahnya, dari hasil evaluasi tahun kemarin, menunjukkan hampir seluruh kegiatan pelayanan dapat terlaksana sesuai rencana.

Baik itu dari sisi anggaran, APB Jemaat dinilai stabil dan mampu menopang berbagai program yang telah ditetapkan. Diantaranya, peningkatan kapasitas pelayan dan pembinaan keluarga menjadi prioritas utama, dengan menegaskan keluarga adalah basis utama pelayanan gereja. Jika keluarga kuat, maka jemaat juga akan kuat, baik secara spiritual maupun aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lainnya.

“Keluarga yang sehat dan kokoh menjadikan fondasi gereja semakin kuat, karena disitulah kualitas jemaat dibangun,” terangnya. Dikatakan pada sidang jemaat ke-43 tahun 2026 peserta berjumlah 243, terdiri dari 198 peserta biasa dan 45 peserta luar biasa. Forum ini akan menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan langkah pelayanan ke depan agar tetap relevan dengan kebutuhan umat.
"Sembari sebut, marilah terus berkarya bagi kemuliaan nama Tuhan Allah selaku kepala Gereja, di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks dan penuh dengan tantangan hidup. Saya mengajak peserta Tuhan bersidanglah dengan takut akan Tuhan janganlah berbantah-bantah ", tutupnya. Selanjutnya pembukaan sidang jemaat GPM Imanuel Karpan ke-43 dibuka yang terpantau oleh pers sangat penuh keistimewaan.

Dimana ketua Majelis jemaat Pendeta Marchy Warella/Ubro, Majelis Pekerja Klasis Kota Ambon, Pendeta . D Kesaulya. Ketua Panitia Bung Agus Patikawa dan Bung Patrick Moenandar berdiri didepan jemaat dan peserta sidang. Selanjutnya berempat menekan tombol yang dibuat secara digital tanda dimulainya persidangan jemaat yang disambut sukacita oleh semua yang hadir.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar