Ana Latuconsina Turun Dapil Melihat Pelayanan Kesehatan Di Posyandu Uritetu, Beri PMT
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Disetiap reses anggota DPD RI, mereka turun dapil dan melihat berbagai persoalan yang dirasakan dan dialami oleh masyarakatnya. Seperti yang dilakukan Anggota DPD RI asal Maluku, Anna Latuconsina, berkunjung ke 11 kabupaten/kota. Hadir untuk melihat masalah kesehatan, pendidikan dan lainnya. Pada Senin (09/03/26) Latuconsina berkesempatan kunjungi Posyandu Kelurahan Uritetu Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Kedatangannya diterima pa Lurah Uritetu Yohanes Tutuhatunewa bersama kader posyandu puluhan orang. Dikesempatan itu terbangun dialog antara Ana Latuconsina dengan para ibu-ibu untuk mendengar berbagai keinginan dan harapan mereka terhadap membangun posyandu kedepan. Selesai pertemuan yang kurang lebih satu jam itu, legislator asal Maluku berikan keterangan pers.
"Dikatakan, sebelum hadir di Posyandu Kelurahan Uritetu, saya telah berkunjung ke sejumlah posyandu di Kota Ambon. Tujuannya dapat melihat secara langsung kinerja kader dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada anak-anak balita dan masyarakat di setiap kelurahan. Kunjungan saya diantaranya ke Kelurahan Huni Popu, Uritetu, Rijali, Waihaong dan masih lagi yang lain dalam kota Ambon", ungkap ibu Ana yang telah dipercayakan masyarakat Maluku itu ada di DPD RI.

Kunjungan ini tujuannya untuk menyerap aspirasi kader posyandu terhadap pelayanan kesehatan dasar. Dan kesiapan posyandu dalam menjalankan berbagai program pemerintah di bidang kesehatan. Ibu yang sudah kepala tujuh namun masih kelihatan cantik dan berenergi itu sampaikan ke depan seluruh posyandu direncanakan akan mendapatkan program MBG. Program tersebut tidak hanya satu kali dalam sebulan, tetapi setiap hari dari Senin hingga Sabtu.
"Dijelaskan dari hasil kunjungan dilapangan, masih banyak posyandu belum mendapatkan program MBG. Selain itu, fasilitas alat kesehatan jadi perhatian utama. Salah satu paling mendesak ketersediaan alat timbang bayi untuk pantau pertumbuhan balita. Alatnya tidak bisa digunakan bertahun-tahun. Satu tahun harus dikalibrasi kembali, proses kalibrasi biaya besar, anggaran posyandu terbatas,” ungkap Latuconsina.

"Ia menambahkan bahwa keberadaan posyandu merupakan bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Sehingga dukungan fasilitas dan operasional perlu menjadi perhatian serius pemerintah kota. Untuk itulah, kunjungan Beta mendengar secara langsung berbagai aspirasi serta kebutuhan dasar dari kader posyandu terhadap pelayanan kesehatan", sebutnya
Meski demikian, saya bersyukur alhamdulilah, kabar menggembirakan Posyandu Kelurahan Uritetu. Sesuai data yang diperoleh, tidak memiliki kasus Stunting. Walaupun demikian, sejumlah kendala masih dihadapi para kader posyandu, salah satunya terkait program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Yang saat ini mengalami keterbatasan akibat kondisi anggaran negara dan kebijakan efisiensi.

Menurutnya, berbagai aspirasi yang disampaikan kader posyandu tersebut akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah pusat. Khususnya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam upaya memperbaiki sistem pelayanan kesehatan masyarakat di daerah. Beliau berharap kondisi keuangan pemerintah ke depan semakin membaik, agar berbagai kebutuhan fasilitas posyandu dapat terpenuhi.

Sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Ditanah raja-raja, semuanya par Maluku pung bae. Sementara itu pa Lurah Uritetu saat dimintai komentarnya terkait kunjungan Anggita DPD Ana Latuconsina, kepada pers menyatakan. Sangat bersyukur dan berterima kasih kepada ibu Ana, telah meluangkan waktu kunjungi Posyandu di Kelurahan Uritetu. Terbangun dialog dan kami berharap ibu dapat salurkan aspirasi para kader Posyandu untuk samua pung Bae. Katong par Ambon, Ambon par Samua.

(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar