Dari Tukang Jual Kue-Eis & Jalan Kaki ke Sekolah Hingga Menuju Balai Kota, Bodewin Beri Penguatan Harus Tegar/Berdoa
AMBON,MalukuBersatu,Com,— SMP Negeri Ambon 4 mengelar kegiatan kokurikuler bertema “Aku dan Prestasiku”, pada Kamis (08/10/26) yang berlangsung di sekolah SMP Negeri 4 Ambon. Dikesempatan luar biasa itu hadirkan Wali Kota Ambon sebagai satu-satunya sang inspirator untuk berikan spirit bagi para siswa. Saat dimintai untuk sampaikan proses hidupnya menuju sukses sebagai seorang Wali Kota, dengan penuh haru dan sukacita dihadapan para siswa dan juga anak-anaknya itu beliau mulai bercerita.

Hidup ini tidak selalu muda dan yang berdiri dihadapan kalian ini seorang dari kalangan warga miskin yang kesehariannya hidup sangat sulit. Sebab sangat penuh dengan keterbatasan, ayah bekerja sebagai petani, sementara ibunya membantu mencari bahan makanan untuk dijual. Kondisi ekonomi membuat perjalanan pendidikannya tidak mudah saat SD harus berjalan kaki menuju sekolah sejak pagi, menempuh jarak beberapa kilometer.
Karena tinggal di Siwang namun selepas kelas tiga pinda ke Paso, selesai SD berlanjut SMP Hangtuah kompleks TNi Halong. Kala itu untuk membantu ekonomi keluarga, setiap pagi sebelum ke sekolah berjualan kue dilokasi batu gong dan kembali bawa es dikios-kios hingga sampai masa SMA. Keterbatasan itu tidak membuat saya menyerah. Terus belajar dan membuat prestasi akademik sejak sekolah dasar baik naik kelas terus sebagai juara.

Hingga lulus SMA Namun tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan putuskan untuk tes dan akhirnya, berhasil pada tahun 1993, ia diterima di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Dari sana, perjalanan panjang sebagai aparatur sipil negara dimulai. Setelah mengabdi selama puluhan tahun, Bodewin dipercaya menduduki berbagai jabatan hingga menjadi Penjabat Wali Kota Ambon pada 2022.
Dan melihat kondisi untuk menuju Wali Kota, saya berdoa dan maju ikut kemudian terpilih sebagai Wali Kota Ambon. “Setiap perjalanan hidup membentuk pribadi kita harus mengalami kesulitan seperti saya, tetapi setiap orang harus belajar dari perjalanan hidupnya,” katanya. Menurut Bodewin, pendidikan tidak cukup hanya mengejar kecerdasan intelektual, anak-anak harus memiliki karakter, kecerdasan emosional, sosial, dan spiritual.

Untuk itu agar peroleh yang terbaik maka dari sekarang ini siswa harus menjauhi narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, serta perundungan. “Sebab yang menentukan seseorang menjadi apapun dimasa depan adalah dirinya sendiri,” tegasnya. Dirinya tak lupa sampaikan kisah yang tidak akan pernah dilupakan semenjak duduk di bangku SD, karena selalu juara. Maka guru sampaikan ke mama saya dia ini pintar mudah-mudahan dikemudian hari jadi awali Kota Ambon.
Ucapan itu doa dan mama saya terus menggumulinya selama 38 tahun, kini s gala juang dan paling utama berkat doa seorang ibu yang dibagikan tak hentinya mendapat jawaban indah pada waktunya. Karena Beta seng pernah terlibat dengan miras maupun konsumsi obat-obat terlarang, fokus bantu orang tua dan taruh hidup sepenuhnya kedalam tangan Tuhan yang maha kuasa.

Ini harus jadi pemajuan buat anak-anakku,hidup tetap penuh tantangan namun berjuang untuk dapat keluar dari tantangan itu penting agar dengan kerja keras dan bertekun dalam doa. "Inilah kisah inspirasi dari Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena bagi anak-anak masa kini yang berada pada jenjang pendidikan pertama. Kalian harus kejar ilmu untuk masa depan yang menanti bisa jadi Wali Kota, polisi, guru dan lainnya", tutupnya. Di hadapan generasi muda, kisah Bodewin menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar