ARTIKEL POPULER

Kadisbud : Hasil Karya Siswa Patut Diberikan Penghargaan Berupa HAKI & Dikbud Telah Lakukan MoU, Kemenkumham

Kadisbud : Hasil Karya Siswa Patut Diberikan Penghargaan Berupa HAKI & Dikbud Telah Lakukan MoU, Kemenkumham

Ambon,MalukuBersatu.Com,-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku, terus lakukan pembenahan dengan tujuan utama agar dunia Pendidikan di Maluku semakin memiliki warna. Dan pada kesempatan mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh UPTD Taman Budaya kepada pers Kadis pendidikan dan kebudayaan provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd. menyatakan.  Dikbud Provinsi Maluku kedepan terus berbenah dengan coba  merubah sistim penjaringan.

img-1781050152.jpg

Baik itu bagi  pendidik maupun peserta terutama tingkatkan prestasi mereka  yang  berpotensi pada Kriya dan seni. Dimana kita terus berikan mereka berkreasi dalam lomba kriya dan seni baik ditingkat provinsi sampai pada  tingkat nasional. Lanjutnya kegiatan workshop Kriya tingkat provinsi di Taman Budaya Ambon, Senin, (8/6/2026). Memberikan sesuatu yang berarti dengan libatkan pelajar  30 peserta dari tingkat SMA dan SMK serta SLB. 

Hal itu kita patut bersyukur karena lomba berkreasi ini didahului dengan Workshop, hadirkan siswa dan juga para kepsek dan guru pendamping. Ini sangat  manfaatnya dimana mereka disiapkan untuk dapat ikut lomba dengan berbagai pelatihan yang telah diterima. Dan kiranya  mungkin ditahun depan  lebih banyak lagi anak-anak akan mendapat kesempatan untuk ikut kegiatan yang baik ini sebab kita ketahui propinsi Maluku ini kaya akan budaya dan seni.

img-1781050247.jpg

Menurutnya ke depan melalui cabang dinas yang ada di kabupaten kota bakal diupayakan untuk menggerakkan sekolah-sekolah di kabupaten/kota. Agar pesertanya bisa lebih banyak lagi dan melalui cabang dinas bersama dengan UPTD Taman Budaya melakukan literasi bagi anak-anak di daerah jauh. Kadis berharap budaya lokal Maluku menjadi inspirasi bagi anak-anak di kabupaten terutama yang jauh.

"Kadis sebut,  kegiatan kriya dan seni ini tidak masuk dalam kurikulum pendidikan karena hal ini merupakan program dari Kementerian Kebudayaan.  Tetapi mengingat ini merupakan kegiatan  Kementerian Pendidikan yang membawahi UPT Taman Budaya. Maka diupayakan agar didukung oleh kurikulum muatan lokal untuk  siapkan peserta didik yang miliki potensi pada seni dan budaya jawab kebutuhan kita", tuturnya .

img-1781050269.jpg

Di kesempatan itu Kadis juga menegaskan agar setiap hasil kreasi siswa yang berpotensi ini harus diikuti dengan pemberian HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Bagi setiap karya atau kreasi yang dihasilkan oleh para siswa. “Hak Intelektual itu harus dimiliki agar tidak ada plagiasi karya. Dan seandainya hari ini ada anak yang juara 1, bisa saja orang melakukan plagiasi karya ini dalam bentuk karya lain. Tapi ketika ditetapkan sebagai pemilik karya yang keluar dari Taman Budaya.”Jelas Kadis.

"Ditanya soal kapan HAKI itu direalisasikan kepada para siswa atau pemilik karya.  Kadis yang adalah dosen ada Unpatti katakan, upaya untuk itu telah dilakukan dimana pihaknya telah melakukan tanda tangan kerjasama (MoU) untuk semua karya", tutupnya.

img-1781050290.jpg

(MB-01)




Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

ARTIKEL SERBA --SERBI

Lorem Ipsum is simply dummy text of ...

Nisa Rahmawati

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ...

Steven

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ...

Micky Zack

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ...

Clara Pedirica
Kategori